Peringati Sumpah Pemuda, Pelajar Janji Laksanakan Isi Deklarasi Pasca Upacara - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness

 


PADANG, murainews.com -- Usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 yang bertemakan "Bersatu Bangun Bangsa." Jumat (28/10) di lapangan Balaikota Padang, pelajar SMP Negeri 40 Padang berjanji untuk menjalankan isi deklarasi persahabatan pemuda pelajar Kota Padang, "Anti Narkoba."

Isi Deklarasi Persahabatan Pemuda Pelajar Kota Padang, "Anti Tawuran" yakni :

1. Kami pemuda pelajar se-kota Padang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa  Serta menjunjung tinggi kebersamaan yang harmonis dan kekompakan dalam setiap kebaikan. 

2. Kami pemuda pelajar se-kota Padang menolak dengan segala bentuk kekerasan dan tawuran dimanapun kami berada serta segala bentuk pemyalahgunaan narkoba dan sejenisnya.

3. Kami pemuda pelajar se-kota Padang mengajak seluruh pemuda pelajar Kota Padang untuk selalu berfikir, berkata, bertindak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

4. Kami pemuda pelajar se-kota Padang siap bekerjasama dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya untuk menciptakan dan memelihara situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Padang.


Salah seorang pelajar SMP Negeri 40 Padang, Rasya Al Misky sebagai pendamping pembaca deklarasi menyatakan telah berulang kali membaca isi deklarasi agar dapat lebih memahami isinya yang merupakan wujud dari sumpah pemuda yakni persatuan pelajar dan pemuda bangsa.

"Dalam moment sumpah pemuda, saya berjanji tidak akan pernah melakukan tawuran dan tidak akan pernah menggunakan narkoba. Begitu juga harapan saya kepada seluruh pelajar, khususnya kawan-kawan pelajar SMP Negeri 40 Padang," ungkap Rasya Al Misky saat ditanya sama awak media murainews.com

"Sebagai pelajar, mari kita belajar dengan baik dan mengisi hari-hari kita dengan kegiatan yang positif sehingga dapat membangun mental dan kepribadian yang baik," ucap Rasya yang juga Wakil Ketua OSIS SMP Negeri 40 Padang.

Pada kesempatan ini Walikota Padang, Hendri Septa menyatakan bangga kepada pemuda dan pelajar Kota Padang yang telah membacakan deklarasi untuk tidak melakukan tawuran serta akan menjauhi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Walikota juga mengingatkan kembali kepada pemuda dan pelajar Kota Padang yang berikrar atau berjanji saat pembacaan deklarasi untuk tidak menggunakan narkoba ataupun sejenisnya.

Hal ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu masyarakat serta pemerintah dari pemuda dan pelajar Kota Padang.

"Bagi pemuda dan pelajar, manfaatkanlah masa muda dengan hal yang bermanfaat, jangan dibiarkan lewat begitu saja. Isilah masa muda ini dengan menimba ilmu dan membuat prestasi, hargailah perjuangan pemuda-pemuda yang terdahulu untuk persatuan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Pemuda dan pelajar jangan jadi pecundang," ujar Hendri Septa menegaskan.

"Kami warga Kota Padang bersama pemerintah dan forkopimda sudah mendengarkan, ingat deklarasi bukan hanya sekedar deklarasi, perjanjian tidak melakukan tawuran adalah harga mati," ujarnya kemudian.

Tertindas selama ratusan tahun oleh penjajah serta terjadinya perpecahan, membuat para pemuda bersatu dalam perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia.

Pemuda dan pelajar membacakan ikrar persatuan tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa untuk Indonesia 28 Oktober 1928.

Ikrar ini merupakan hasil rumusan kerapatan pemuda-pemudi dan pelajar saat Kongres Pemuda Indonesia yang ke-2 di Batavia 27-28 Oktober 1928.

Berawal dari sumpah pemuda yang diusulkan oleh Persatuan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan organisasi pemuda beranggotakan pelajar dari seluruh pelajar Indonesia, untuk membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia sebagai bangsa yang satu yang pada akhirnya mengantarkan kemerdekaan bagi Indonesia.

Saat itu Kongres Pemuda dihadiri oleh kumpulan pemuda Indonesia dari Jong Java, Jong Sumatra (Pemuda Sumatra), Pemuda Indonesia Sekar Rukun, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia.

Tampak hadir dalam upacara, Forkopimda, Kepala OPD, KNPI, Pemuda Pancasila, serta tamu undangan lainnya. (nov/jj)

Peringati Sumpah Pemuda, Pelajar Janji Laksanakan Isi Deklarasi Pasca Upacara

Friday, October 28, 2022 : 12:49:00 PM

 


PADANG, murainews.com -- Usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 yang bertemakan "Bersatu Bangun Bangsa." Jumat (28/10) di lapangan Balaikota Padang, pelajar SMP Negeri 40 Padang berjanji untuk menjalankan isi deklarasi persahabatan pemuda pelajar Kota Padang, "Anti Narkoba."

Isi Deklarasi Persahabatan Pemuda Pelajar Kota Padang, "Anti Tawuran" yakni :

1. Kami pemuda pelajar se-kota Padang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa  Serta menjunjung tinggi kebersamaan yang harmonis dan kekompakan dalam setiap kebaikan. 

2. Kami pemuda pelajar se-kota Padang menolak dengan segala bentuk kekerasan dan tawuran dimanapun kami berada serta segala bentuk pemyalahgunaan narkoba dan sejenisnya.

3. Kami pemuda pelajar se-kota Padang mengajak seluruh pemuda pelajar Kota Padang untuk selalu berfikir, berkata, bertindak sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

4. Kami pemuda pelajar se-kota Padang siap bekerjasama dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya untuk menciptakan dan memelihara situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Padang.


Salah seorang pelajar SMP Negeri 40 Padang, Rasya Al Misky sebagai pendamping pembaca deklarasi menyatakan telah berulang kali membaca isi deklarasi agar dapat lebih memahami isinya yang merupakan wujud dari sumpah pemuda yakni persatuan pelajar dan pemuda bangsa.

"Dalam moment sumpah pemuda, saya berjanji tidak akan pernah melakukan tawuran dan tidak akan pernah menggunakan narkoba. Begitu juga harapan saya kepada seluruh pelajar, khususnya kawan-kawan pelajar SMP Negeri 40 Padang," ungkap Rasya Al Misky saat ditanya sama awak media murainews.com

"Sebagai pelajar, mari kita belajar dengan baik dan mengisi hari-hari kita dengan kegiatan yang positif sehingga dapat membangun mental dan kepribadian yang baik," ucap Rasya yang juga Wakil Ketua OSIS SMP Negeri 40 Padang.

Pada kesempatan ini Walikota Padang, Hendri Septa menyatakan bangga kepada pemuda dan pelajar Kota Padang yang telah membacakan deklarasi untuk tidak melakukan tawuran serta akan menjauhi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Walikota juga mengingatkan kembali kepada pemuda dan pelajar Kota Padang yang berikrar atau berjanji saat pembacaan deklarasi untuk tidak menggunakan narkoba ataupun sejenisnya.

Hal ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu masyarakat serta pemerintah dari pemuda dan pelajar Kota Padang.

"Bagi pemuda dan pelajar, manfaatkanlah masa muda dengan hal yang bermanfaat, jangan dibiarkan lewat begitu saja. Isilah masa muda ini dengan menimba ilmu dan membuat prestasi, hargailah perjuangan pemuda-pemuda yang terdahulu untuk persatuan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Pemuda dan pelajar jangan jadi pecundang," ujar Hendri Septa menegaskan.

"Kami warga Kota Padang bersama pemerintah dan forkopimda sudah mendengarkan, ingat deklarasi bukan hanya sekedar deklarasi, perjanjian tidak melakukan tawuran adalah harga mati," ujarnya kemudian.

Tertindas selama ratusan tahun oleh penjajah serta terjadinya perpecahan, membuat para pemuda bersatu dalam perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia.

Pemuda dan pelajar membacakan ikrar persatuan tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa untuk Indonesia 28 Oktober 1928.

Ikrar ini merupakan hasil rumusan kerapatan pemuda-pemudi dan pelajar saat Kongres Pemuda Indonesia yang ke-2 di Batavia 27-28 Oktober 1928.

Berawal dari sumpah pemuda yang diusulkan oleh Persatuan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan organisasi pemuda beranggotakan pelajar dari seluruh pelajar Indonesia, untuk membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia sebagai bangsa yang satu yang pada akhirnya mengantarkan kemerdekaan bagi Indonesia.

Saat itu Kongres Pemuda dihadiri oleh kumpulan pemuda Indonesia dari Jong Java, Jong Sumatra (Pemuda Sumatra), Pemuda Indonesia Sekar Rukun, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia.

Tampak hadir dalam upacara, Forkopimda, Kepala OPD, KNPI, Pemuda Pancasila, serta tamu undangan lainnya. (nov/jj)