Mahyeldi : "Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 Perlu Pondasi Kuat Bangun Bangsa Ini" - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka secara resmi acara Rapat Kerja Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BIM SI) Ke-XV. (foto : nov)

PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menjadi pembicara pada Rapat Kerja Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BIM SI) Ke-XV di Aula Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumbar, Senin (17/10/2022).

Dalam sambutan Gubernur Mahyeldi mengatakan generasi muda saat ini adalah calon pemimpin di masa depan. Saat ini Negara Indonesia saat ini memiliki sebanyak 84,4 juta penduduknya adalah anak-anak yang berada dibawah umur 18 tahun. 

"Generasi muda tersebut diharapkan menjadi generasi Indonesia Emas Tahun 2045. Untuk itu perlu pondasi yang kuat membangun bangsa ini," kata Gubernur Mahyeldi.

Pemerintah berkomitmen mewujudkan generasi Indonesia Emas tersebut melalui Seribu Hari Pertama Kehidupan sebagai pondasi penting dalam tumbuh kembang anak kedepannya. 

Indonesia akan menyentuh usia 100 tahun pada tahun 2045. Tahun 2045 itu disebut juga dengan jendela demokrasi (window of democracy). Pada masa ini jumlah usia produktif, usia 15 sampai 40 tahun itu lebih besar dibandingkan dengan di bawah 14 dan di atas 65, perbandingannya adalah 70 berbanding 30.

"Tentunya kita tahu Indonesia 2045 adalah tahun Indonesia emas yang harus kita wujudkan dengan seksama," ujarnya.

Ada 4 pilar pembangunan yang harus diwujudkan ; Pertama ada pembangunan manusia dan penguasaan Iptek. Kedua pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, ketiga pemerataan pembangunan dan keempat adalah pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintah yang demokrasi.

Untuk itu melalui Rakernas BEM Seluruh Indonesia ini, Gubernur Sumbar minta untuk menyamakan presepsi dengan semangat persatuan bangsa dan negara. 

100 tahun kemerdekaan, Indonesia menjadikan negara emas yang akan disegeni oleh negara lain. Indonesia menjadi kuat dan berdaulat.

"Tahun 2025 mahasiswa harus persiapkan diri untuk menjadi pemimpin. Organisasi  BEM termasuk dalam bagian dari mempersiapkan menjadi pemimpin, karena menjadi pemimpin harus banyak berorganisasi," ungkap Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi berharap, Rakernas BEM SI bisa menjadi wadah penyaluran kreativitas mahasiswa dan aspirasi masyarakat terus tumbuh dan berkembang membawa perubahan yang lebih baik masyakarat khususnya kemajuan Indonesia.

"Negara yang maju dan berkembang sangat ditentukan kualitas SDM saat ini. Kita semua memiliki mimpi besar untuk Indonesia yang maju, inovatif dan menguasai ilmu pengetahuan di masa depan,” ujar Gubernur.

Namun diingatkan gubernur, untuk menggapai mimpi besar itu, harus teguh dalam menghadapi segala tantangan. Harus terbantu mewujudkan mimpi-mimpi itu. Perguruan Tinggi adalah lokomotif untuk mencapai harapan tersebut. 

Selanjutnya, sebagai penutup Gubernur Mahyeldi minta generasi muda yang tergabung dalam BEM SI harus bisa tingkatkan kompetensi dan kapasitas menuju persaingan global, mempersiapkan diri menuju era generasi emas, bonus demografi 4.0 tahun 2045. 

"Karena orang yang paling mungkin berhasil adalah orang yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," tutupnya. (nov)

Mahyeldi : "Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 Perlu Pondasi Kuat Bangun Bangsa Ini"

Monday, October 17, 2022 : 11:55:00 AM
Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka secara resmi acara Rapat Kerja Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BIM SI) Ke-XV. (foto : nov)

PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menjadi pembicara pada Rapat Kerja Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BIM SI) Ke-XV di Aula Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumbar, Senin (17/10/2022).

Dalam sambutan Gubernur Mahyeldi mengatakan generasi muda saat ini adalah calon pemimpin di masa depan. Saat ini Negara Indonesia saat ini memiliki sebanyak 84,4 juta penduduknya adalah anak-anak yang berada dibawah umur 18 tahun. 

"Generasi muda tersebut diharapkan menjadi generasi Indonesia Emas Tahun 2045. Untuk itu perlu pondasi yang kuat membangun bangsa ini," kata Gubernur Mahyeldi.

Pemerintah berkomitmen mewujudkan generasi Indonesia Emas tersebut melalui Seribu Hari Pertama Kehidupan sebagai pondasi penting dalam tumbuh kembang anak kedepannya. 

Indonesia akan menyentuh usia 100 tahun pada tahun 2045. Tahun 2045 itu disebut juga dengan jendela demokrasi (window of democracy). Pada masa ini jumlah usia produktif, usia 15 sampai 40 tahun itu lebih besar dibandingkan dengan di bawah 14 dan di atas 65, perbandingannya adalah 70 berbanding 30.

"Tentunya kita tahu Indonesia 2045 adalah tahun Indonesia emas yang harus kita wujudkan dengan seksama," ujarnya.

Ada 4 pilar pembangunan yang harus diwujudkan ; Pertama ada pembangunan manusia dan penguasaan Iptek. Kedua pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, ketiga pemerataan pembangunan dan keempat adalah pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintah yang demokrasi.

Untuk itu melalui Rakernas BEM Seluruh Indonesia ini, Gubernur Sumbar minta untuk menyamakan presepsi dengan semangat persatuan bangsa dan negara. 

100 tahun kemerdekaan, Indonesia menjadikan negara emas yang akan disegeni oleh negara lain. Indonesia menjadi kuat dan berdaulat.

"Tahun 2025 mahasiswa harus persiapkan diri untuk menjadi pemimpin. Organisasi  BEM termasuk dalam bagian dari mempersiapkan menjadi pemimpin, karena menjadi pemimpin harus banyak berorganisasi," ungkap Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi berharap, Rakernas BEM SI bisa menjadi wadah penyaluran kreativitas mahasiswa dan aspirasi masyarakat terus tumbuh dan berkembang membawa perubahan yang lebih baik masyakarat khususnya kemajuan Indonesia.

"Negara yang maju dan berkembang sangat ditentukan kualitas SDM saat ini. Kita semua memiliki mimpi besar untuk Indonesia yang maju, inovatif dan menguasai ilmu pengetahuan di masa depan,” ujar Gubernur.

Namun diingatkan gubernur, untuk menggapai mimpi besar itu, harus teguh dalam menghadapi segala tantangan. Harus terbantu mewujudkan mimpi-mimpi itu. Perguruan Tinggi adalah lokomotif untuk mencapai harapan tersebut. 

Selanjutnya, sebagai penutup Gubernur Mahyeldi minta generasi muda yang tergabung dalam BEM SI harus bisa tingkatkan kompetensi dan kapasitas menuju persaingan global, mempersiapkan diri menuju era generasi emas, bonus demografi 4.0 tahun 2045. 

"Karena orang yang paling mungkin berhasil adalah orang yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," tutupnya. (nov)