Buka Mubes II KKA Kota Padang, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Tiga Hal Perkembangan Kabupaten Agam - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar Mahyeldi foto bersama peserta Muber ke II  Keluarga Agam Kota Padang tahun 2022. (foto : nov)

PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah Datuak Marajo membuka Musyawarah Besar ke-II (Mubes II) Kerukunan Keluarga Agam Kota Padang tahun 2022, yang berlangsung di hotel Kryad Bumi Minang, Sabtu (24/9/2022).

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi atas diselenggarakannya Musyawarah Besar II Kerukunan Keluarga Agam Kota Padang. Keberadaan Kerukunan Keluarga Agam sudah mulai dirasakan keberadaannya, walaupun pelaksanaan Musyawarah Besar KKA Kota Padang ini baru dilaksanakan untuk yang ke-II kalinya.

"Adanya silaturrahmi tentunya dapat menciptakan hubungan yang harmonis. Silaturrahmi yang terjaga akan menjadi kekuatan untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk kampung halaman," kata Gubernur Sumbar. 

Selanjutnya Gubernur menyampaikan tiga hal yang menyangkut perkembangan Kabupaten Agam, sebagai berikut:

Pertama, kurang lebih satu pekan lalu, kami dan segenap jajaran di lingkup Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Agam telah meninjau langsung, atau telah melakukan survei lapangan untuk melihat jalan alternatif yang menghubungkan nagari Malalak Utara Kecamatan Malalak dengan nagari Sungai Batang Kecamatn Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

"Kita harapkan, pembukaan jalur alternatif sepanjang 11 kilometer ini nantinya dapat memperlancar dan mempermudah arus transportasi dari dan menuju Lubuk Basung dan daerah sekitarnya," sebutnya.

Jalur ini nanti bisa jadi alternatif rute yang lebih aman mengingat jalan Kelok 44 saat ini sudah agak rawan kecelakaan dan longsor. Lebih lanjut, Gubernur Mahyeldi optimis, setelah jalur ini terbuka nanti, perekonomian meningkat secara signifikan. 

"Yang perlu menjadi perhatian bagi pemprov Sumbar adalah memastikan agar ruang gerak dan ruang hidup satwa liar dan dilindungi di area sekitar jalan ini tidak terganggu dan menyangkut cagar alam dan hutan lindung juga," ungkapnya.

Kedua, Provinsi Sumbar memiliki Program Unggulan (Progul) yakni mewujudkan Sumbar Sejahtera. Progul ini dicapai dengan, salah satunya, membangun industri pariwisata Sumbar melalui pengembangan 19 Daya Tarik Wisata Unggulan (DTWU) Sumbar.

Di Kabupaten Agam, DTWU tersebut yakni Kawasan Danau Maninjau yang mencakup 4 kecamatan, yakni: Kec. Matur, Kec. Tanjung Raya, Kec. Lubuk Badung, dan Kec. Tanjung Mutiara. Kami di Provinsi nanti akan turut membantu pembangunan fisik Kawasan Wisata Danau Maninjau ini dengan pendanaan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Ketiga, Dalam rangka menyelamatkan danau Maninjau yang telah rusak parah, kami akan mengambil langkah tegas yakni menarik sebagian besar keramba jaring apung (KJA) dari danau Maninjau. Saat ini jumlah KJA di sana mencapai 23 ribu lebih, meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 17 ribu-an. 

Jumlah ini telah melebihi kapasitas danau yang dalam Perda dibatasi maksimal 6000 KJA saja. 

"Lagipula, saya mendapatkan informasi bahwa sebagian besar keramba ini bukan milik masyarakat sekitar. Jadi, saya pikir sudah sewajarnya langkah tegas diambil. Karena jika tidak, lingkungan kampung halaman kita akan semakin rusak, sementara yang diuntungkan dari kerusakan tersebut bukan anak-anak nagari kita," jelas Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh warga Agam untuk menjaga dan membangun Agam menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih berkembang, tanpa meninggalkan Adat-Istiadat. 

Sementara itu, Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa S,IP., MH menyebutkan harapan masyarakat Nagari Malalak menuju Sungai Batang Maninjau harus secepanya mendapatkan perhatian yang serius di Pemprov Sumbar dan Kabupaten Agam.

Menurut Bang Leo sapaan akrabnya mengatakan, jalan tembus tersebut lebih singkat dibandingkan jalur kelok 44. Sehingga kalau jalan tersebut dibangun, hasil kebun dari masyarakat bisa meningkat.

"Hasil panen masyarakat seperti kulit manis, kopi dan rotan bisa meningkat dan perekonomian masyarakat pun meningkat," ucap Bang Leo.

Pemerintah Provinsi tidak bisa jalan sendiri untuk menuntaskan ketiga hal tadi. Terutama untuk memastikan pembangunan jalan alternatif Tanjung Raya Malak, pembangunan DTWU Kawasan Danau Maninjau, dan penyelamatan danau Maninjau.

"Diperlukan kolaborasi dengan banyak sekali pihak terkhusus dengan Pemerintah Kabupaten Agam, tentu saja perlu dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat Agam," ujarnya.

Bang Leo juga menyambut baik terkait  apapun usulan maupun masukan akan menjadi bahan dan pembahasan baginya sebagai anggota DPD RI. Ia berjanji akan menyampaikan dan menfasilitasi sehingga aspirasi dari semua elemen masyarakat bisa terakomodir di pusat. (nov)

Buka Mubes II KKA Kota Padang, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Tiga Hal Perkembangan Kabupaten Agam

Saturday, September 24, 2022 : 9:11:00 PM
Gubernur Sumbar Mahyeldi foto bersama peserta Muber ke II  Keluarga Agam Kota Padang tahun 2022. (foto : nov)

PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah Datuak Marajo membuka Musyawarah Besar ke-II (Mubes II) Kerukunan Keluarga Agam Kota Padang tahun 2022, yang berlangsung di hotel Kryad Bumi Minang, Sabtu (24/9/2022).

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi atas diselenggarakannya Musyawarah Besar II Kerukunan Keluarga Agam Kota Padang. Keberadaan Kerukunan Keluarga Agam sudah mulai dirasakan keberadaannya, walaupun pelaksanaan Musyawarah Besar KKA Kota Padang ini baru dilaksanakan untuk yang ke-II kalinya.

"Adanya silaturrahmi tentunya dapat menciptakan hubungan yang harmonis. Silaturrahmi yang terjaga akan menjadi kekuatan untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk kampung halaman," kata Gubernur Sumbar. 

Selanjutnya Gubernur menyampaikan tiga hal yang menyangkut perkembangan Kabupaten Agam, sebagai berikut:

Pertama, kurang lebih satu pekan lalu, kami dan segenap jajaran di lingkup Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Agam telah meninjau langsung, atau telah melakukan survei lapangan untuk melihat jalan alternatif yang menghubungkan nagari Malalak Utara Kecamatan Malalak dengan nagari Sungai Batang Kecamatn Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

"Kita harapkan, pembukaan jalur alternatif sepanjang 11 kilometer ini nantinya dapat memperlancar dan mempermudah arus transportasi dari dan menuju Lubuk Basung dan daerah sekitarnya," sebutnya.

Jalur ini nanti bisa jadi alternatif rute yang lebih aman mengingat jalan Kelok 44 saat ini sudah agak rawan kecelakaan dan longsor. Lebih lanjut, Gubernur Mahyeldi optimis, setelah jalur ini terbuka nanti, perekonomian meningkat secara signifikan. 

"Yang perlu menjadi perhatian bagi pemprov Sumbar adalah memastikan agar ruang gerak dan ruang hidup satwa liar dan dilindungi di area sekitar jalan ini tidak terganggu dan menyangkut cagar alam dan hutan lindung juga," ungkapnya.

Kedua, Provinsi Sumbar memiliki Program Unggulan (Progul) yakni mewujudkan Sumbar Sejahtera. Progul ini dicapai dengan, salah satunya, membangun industri pariwisata Sumbar melalui pengembangan 19 Daya Tarik Wisata Unggulan (DTWU) Sumbar.

Di Kabupaten Agam, DTWU tersebut yakni Kawasan Danau Maninjau yang mencakup 4 kecamatan, yakni: Kec. Matur, Kec. Tanjung Raya, Kec. Lubuk Badung, dan Kec. Tanjung Mutiara. Kami di Provinsi nanti akan turut membantu pembangunan fisik Kawasan Wisata Danau Maninjau ini dengan pendanaan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Ketiga, Dalam rangka menyelamatkan danau Maninjau yang telah rusak parah, kami akan mengambil langkah tegas yakni menarik sebagian besar keramba jaring apung (KJA) dari danau Maninjau. Saat ini jumlah KJA di sana mencapai 23 ribu lebih, meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 17 ribu-an. 

Jumlah ini telah melebihi kapasitas danau yang dalam Perda dibatasi maksimal 6000 KJA saja. 

"Lagipula, saya mendapatkan informasi bahwa sebagian besar keramba ini bukan milik masyarakat sekitar. Jadi, saya pikir sudah sewajarnya langkah tegas diambil. Karena jika tidak, lingkungan kampung halaman kita akan semakin rusak, sementara yang diuntungkan dari kerusakan tersebut bukan anak-anak nagari kita," jelas Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh warga Agam untuk menjaga dan membangun Agam menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih berkembang, tanpa meninggalkan Adat-Istiadat. 

Sementara itu, Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa S,IP., MH menyebutkan harapan masyarakat Nagari Malalak menuju Sungai Batang Maninjau harus secepanya mendapatkan perhatian yang serius di Pemprov Sumbar dan Kabupaten Agam.

Menurut Bang Leo sapaan akrabnya mengatakan, jalan tembus tersebut lebih singkat dibandingkan jalur kelok 44. Sehingga kalau jalan tersebut dibangun, hasil kebun dari masyarakat bisa meningkat.

"Hasil panen masyarakat seperti kulit manis, kopi dan rotan bisa meningkat dan perekonomian masyarakat pun meningkat," ucap Bang Leo.

Pemerintah Provinsi tidak bisa jalan sendiri untuk menuntaskan ketiga hal tadi. Terutama untuk memastikan pembangunan jalan alternatif Tanjung Raya Malak, pembangunan DTWU Kawasan Danau Maninjau, dan penyelamatan danau Maninjau.

"Diperlukan kolaborasi dengan banyak sekali pihak terkhusus dengan Pemerintah Kabupaten Agam, tentu saja perlu dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat Agam," ujarnya.

Bang Leo juga menyambut baik terkait  apapun usulan maupun masukan akan menjadi bahan dan pembahasan baginya sebagai anggota DPD RI. Ia berjanji akan menyampaikan dan menfasilitasi sehingga aspirasi dari semua elemen masyarakat bisa terakomodir di pusat. (nov)