Hadiri Bakaua Adat Sijunjung, Gubernur Sumbar Ingin Tradisi Dilestarikan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah alek nagari Bakaua Lubuak Tarok. (foto : nov)

SIJUNJUNG, murainews.com -- Tradisi Bakaua Adat di Nagari Lubuak Tarok, Kecamatan Lubuak Tarok, Sijunjung masih lestari. Bakaua Adat merupakan tradisi turun temurun sebagai ucapan syukur setelah panen hasil pertanian di suatu daerah. 

Acara Bakaua tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang diselenggarakan di Stadion Jambu Limpo, Nagari Lubuak Tarok Kecamatan Lubuak Tarok Kabupaten Sijunjung, Senin (8/8/2022).

“Alhamdulillah tradisi bakaua masih dipertahankan masyarakat Lubuak Tarok hingga kini. Tradisi seperti ini harus dilestarikan,” kata calon Wakil Gubernur Sumbar itu.

Gubernur Sumbar berterimakasih telah turut diundang dalam acara itu. Sehingga ia dapat menyaksikan langsung tradisi bakaua yang digelar turun temurun oleh masyarakat Lubuak Tarok, sebagai wujud syukur atas berkat dan rahmat Allah subhanahu wa ta'ala yang telah memberikan panen padi berlimpah.

"Adat bakaua ini sangat menarik, Terus perkuat tradisi bakaua adat ini sekaligus melestarikan adat Nagari Lubuak Tarok untuk memulai turun ke sawah," ucapnya.

Selanjutnya, Gubernur Sumbar apresiasi warga kecamatan Lubuak Tarok sangat antusias menyambut kemerdekaan RI ke 77. 

"Buktinya sepanjang jalan setiap rumah, saya lihat tidak ada yang memasang bendera Merah Putih, bahkan ditambah dengan umbul-umbul Merah Putih setiap teras rumahnya," ulasnya. 

Sementara itu, Panghulu Sati meminta agar tradisi ini dapat dijadikan sebagai agenda tetap kebudayaan di Sumbar. Berbagai kesenian masyarakat serta kuliner khas ditampilkan dalam kegiatan ini. Diantaranya kesenian anak nagari Tari Tanduak, dan silek tuo Jambulipo.

Selain iti, warga Lubuak Tarok juga menyampaikan aspirasi kepada Gubernur, terutama pembangunan irigasi yang sangat dibutuhkan bagi pengairan sawah di Nagari Lubuak Tarok.

Kondisi itu membuat petani di Nagari Lubuak Tarok kesulitan untuk menanam padi. Karena  saluran irigasi tidak mengaliri air dengan maksimal ke sawah milik mereka. (nov)

Hadiri Bakaua Adat Sijunjung, Gubernur Sumbar Ingin Tradisi Dilestarikan

Monday, August 8, 2022 : 11:42:00 PM
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah alek nagari Bakaua Lubuak Tarok. (foto : nov)

SIJUNJUNG, murainews.com -- Tradisi Bakaua Adat di Nagari Lubuak Tarok, Kecamatan Lubuak Tarok, Sijunjung masih lestari. Bakaua Adat merupakan tradisi turun temurun sebagai ucapan syukur setelah panen hasil pertanian di suatu daerah. 

Acara Bakaua tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah yang diselenggarakan di Stadion Jambu Limpo, Nagari Lubuak Tarok Kecamatan Lubuak Tarok Kabupaten Sijunjung, Senin (8/8/2022).

“Alhamdulillah tradisi bakaua masih dipertahankan masyarakat Lubuak Tarok hingga kini. Tradisi seperti ini harus dilestarikan,” kata calon Wakil Gubernur Sumbar itu.

Gubernur Sumbar berterimakasih telah turut diundang dalam acara itu. Sehingga ia dapat menyaksikan langsung tradisi bakaua yang digelar turun temurun oleh masyarakat Lubuak Tarok, sebagai wujud syukur atas berkat dan rahmat Allah subhanahu wa ta'ala yang telah memberikan panen padi berlimpah.

"Adat bakaua ini sangat menarik, Terus perkuat tradisi bakaua adat ini sekaligus melestarikan adat Nagari Lubuak Tarok untuk memulai turun ke sawah," ucapnya.

Selanjutnya, Gubernur Sumbar apresiasi warga kecamatan Lubuak Tarok sangat antusias menyambut kemerdekaan RI ke 77. 

"Buktinya sepanjang jalan setiap rumah, saya lihat tidak ada yang memasang bendera Merah Putih, bahkan ditambah dengan umbul-umbul Merah Putih setiap teras rumahnya," ulasnya. 

Sementara itu, Panghulu Sati meminta agar tradisi ini dapat dijadikan sebagai agenda tetap kebudayaan di Sumbar. Berbagai kesenian masyarakat serta kuliner khas ditampilkan dalam kegiatan ini. Diantaranya kesenian anak nagari Tari Tanduak, dan silek tuo Jambulipo.

Selain iti, warga Lubuak Tarok juga menyampaikan aspirasi kepada Gubernur, terutama pembangunan irigasi yang sangat dibutuhkan bagi pengairan sawah di Nagari Lubuak Tarok.

Kondisi itu membuat petani di Nagari Lubuak Tarok kesulitan untuk menanam padi. Karena  saluran irigasi tidak mengaliri air dengan maksimal ke sawah milik mereka. (nov)