Film Pesan Moral "Surga Untuk Mama" Mahyeldi Berbangga Hasil Karya Anak Muda Asal Minangkabau - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bangga Siswa SMK Negeri 4 Padang mampu Melahirkan Sebuah Karya Film Yang Berjudul "Surga Untuk Mama" yang luar biasa.

Melalui Cangkeh Production, film Yang Berjudul "Surga Untuk Mama" bekerjasama dengan Pondok Tahfiz Fa’iza yang merupakan pesan moral. Sangat tepat kiranya mengajak para sahabat, keluarga dan anak untuk menonton film tersebut. 

Demikian disampaikan Gubernur Buya Mahyeldi dalam acara Jamuan Makan Malam dan Pemutaran Film "Surga Untuk Mama" di Auditorium Gubernuran, Kamis (25/8/2022).

"Kita harus berbangga karena film ini merupakan karya sutradara asal Sumbar yang diperankan oleh putra-putri asal ranah Minang ini," kata Mahyeldi.

Film Surga Untuk Mama cara yang paling tepat untuk menyampaikan pesan-pesan moral baik secara eksplisit maupun implisit kepada para penonton.

Untuk itu, Buya Mahyeldi mengajak masyarakat menonton, karena di dalamnya banyak pesan-pesan moral yang dapat dipetik, salah satunya adalah kewajiban anak kepada orang tua. 

Gubernur Sumbar mengatakan film karya anak muda Minangkabau ini, merupakan suatu hal yang positif dalam mempublikasikan potensi-potensi yang ada di Sumbar, terutama di bidang pariwisata. 

"Kita berharap film ini dapat menjadi inspirasi bagi anak muda untuk berkarya bernilai seni tinggi dan memperkenalkan budaya Minangkabau kepada para perantau minang  di tanah air dan luar negeri," harapnya. 

Film yang berdurasi 40 menit tersebut menceritakan perjalanan kehidupan Zakira sebagai seorang anak yatim yang memiliki cita-cita menjadi seorang hafizah (penghafal Alquran). Keinginan anak berusia 10 tahun tersebut berasal dari amanat dan petuah ayahnya sebelum meninggal dunia.

Sementara, Ardisyahid sutradara film "Surga untuk Mama" itu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sawahlunto, berkat bantuannya pemutaran film tersebut sudah diputar di Sawahlunto dan sekaligus menghidupkan bioskop lokal.

"Saya berharap kepada Bupati/Walikota lainnya dapat memutar film tersebut di daerahnya masing-masing, karena film ini bernilai edukasi yang tinggi dan cocok ditonton untuk anak muda," ajaknya.

Ardisyahid juga menyampaikan selain film "Surga Untuk Mama" saat ini ia sedang mengarap satu film lagi yang berjudul Film "Amak" yang rencananya akan ditayangkan pada hari ibu tanggal 22 Desember 2022. Nantinya Film Amak akan menggunakan bahasa Minangkabau. (nov)

Film Pesan Moral "Surga Untuk Mama" Mahyeldi Berbangga Hasil Karya Anak Muda Asal Minangkabau

Friday, August 26, 2022 : 1:34:00 PM


PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bangga Siswa SMK Negeri 4 Padang mampu Melahirkan Sebuah Karya Film Yang Berjudul "Surga Untuk Mama" yang luar biasa.

Melalui Cangkeh Production, film Yang Berjudul "Surga Untuk Mama" bekerjasama dengan Pondok Tahfiz Fa’iza yang merupakan pesan moral. Sangat tepat kiranya mengajak para sahabat, keluarga dan anak untuk menonton film tersebut. 

Demikian disampaikan Gubernur Buya Mahyeldi dalam acara Jamuan Makan Malam dan Pemutaran Film "Surga Untuk Mama" di Auditorium Gubernuran, Kamis (25/8/2022).

"Kita harus berbangga karena film ini merupakan karya sutradara asal Sumbar yang diperankan oleh putra-putri asal ranah Minang ini," kata Mahyeldi.

Film Surga Untuk Mama cara yang paling tepat untuk menyampaikan pesan-pesan moral baik secara eksplisit maupun implisit kepada para penonton.

Untuk itu, Buya Mahyeldi mengajak masyarakat menonton, karena di dalamnya banyak pesan-pesan moral yang dapat dipetik, salah satunya adalah kewajiban anak kepada orang tua. 

Gubernur Sumbar mengatakan film karya anak muda Minangkabau ini, merupakan suatu hal yang positif dalam mempublikasikan potensi-potensi yang ada di Sumbar, terutama di bidang pariwisata. 

"Kita berharap film ini dapat menjadi inspirasi bagi anak muda untuk berkarya bernilai seni tinggi dan memperkenalkan budaya Minangkabau kepada para perantau minang  di tanah air dan luar negeri," harapnya. 

Film yang berdurasi 40 menit tersebut menceritakan perjalanan kehidupan Zakira sebagai seorang anak yatim yang memiliki cita-cita menjadi seorang hafizah (penghafal Alquran). Keinginan anak berusia 10 tahun tersebut berasal dari amanat dan petuah ayahnya sebelum meninggal dunia.

Sementara, Ardisyahid sutradara film "Surga untuk Mama" itu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sawahlunto, berkat bantuannya pemutaran film tersebut sudah diputar di Sawahlunto dan sekaligus menghidupkan bioskop lokal.

"Saya berharap kepada Bupati/Walikota lainnya dapat memutar film tersebut di daerahnya masing-masing, karena film ini bernilai edukasi yang tinggi dan cocok ditonton untuk anak muda," ajaknya.

Ardisyahid juga menyampaikan selain film "Surga Untuk Mama" saat ini ia sedang mengarap satu film lagi yang berjudul Film "Amak" yang rencananya akan ditayangkan pada hari ibu tanggal 22 Desember 2022. Nantinya Film Amak akan menggunakan bahasa Minangkabau. (nov)