BNPB Kirimkan Bantuan Beras dan Lainnya Pasca Gempa M 6,4 - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


MENTAWAI, murainews.com -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan telah mengirimkan bantuan logistik berupa 2 ton beras dan 40 kardus mi instan, bagi para warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6.4 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (29/8) pukul 10.29 WIB.

Bantuan logistik BNPB, sebagai bentuk upaya Pemerintah Pusat dalam mendukung memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi itu telah tiba di Desa Simatalu dan diterima oleh pejabat desa setempat pada Selasa (30/8). Adapun Desa Simatalu menjadi salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi dengan jumlah warga pengungsi paling banyak, termasuk Desa Simalegi.

Pj.Bupati Martinus D langsung memimpin rapat penanganan dampak gempa 6,4 SR yang terjadi senin pagi yang berpusat di Kecamatan Siberut Barat, pulau Siberut, Mentawai.

Kerusakan berat yang terjadi pada SD 11 Simalegi dan gereja Santo Petrus Simalibbeg rusak sedang.

Martinus Dahlan mengintruksikan untuk menyiapkan kebutuhan masyarakat di tempat pengungsian antara lain logistik, tenda untuk pengungsian, obat-obat-obatan, lampu penerangan, dan kebutuhan lainnya. Semua logistik tersebut akan dibawa ke Siberut Barat untuk disalurkan sesuai dengan arahan.

"Bagi masyarakat yang rumah nya tidak mengalami kerusakan di harapkan untuk dapat kembali rumah masing- masing," himbau Martinus Dahlan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai Novriadi, mewakili pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai beserta masyarakat mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan BNPB. Adapun bentuk dukungan itu sangat berarti bagi warga terdampak, sebab menurut Novriadi, pasokan kebutuhan makanan di Desa Simatalu dan Desa Simalegi hanya mencukupi untuk dua hari saja. Sehingga tentunya dukungan dari BNPB tersebut datang tepat pada waktunya.

Lebih lanjut, Novriadi mengatakan bahwa BNPB selalu menaruh perhatian khusus kepada Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai wilayah dengan zona rawan gempa bumi dan tsunami kategori tinggi.

“Terima kasih kami ucapkan kepada BNPB atas dukungan logistik yang telah dikirimkan kepada kami untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bagi warga terdampak. BNPB cukup besar perhatiannya kepada Kepulauan Mentawai,” ucap Novriadi melalui program "Disaster Briefing" yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (30/8).

Berdasarkan perkembangan data, fenomena gempa bumi M 6.4 telah memiliki 13 kali gempa susulan dengan kekuatan dari M 3.5 hingga maksimum M 6.4. Rangkaian gempa tersebut terjadi di segmen megathrust Mentawai yang diketahui menyimpan potensi energi gempa hingga M 8.9, dan berpotensi mampu memicu tsunami.

Dampak kerusakan yang dilaporkan atas gempa bumi itu meliputi satu gedung SMP N 3 Simalegi rusak ringan, satu unit SDN 11 Simalegi rusak berat, satu gedung Puskesmas Betaet rusak ringan, satu gereja rusak ringan, satu gedung aula kantor camat Siberut Barat rusak ringan dan lainnya masih dalam pendataan.

Guncangan gempa bumi yang dirasakan cukup kuat di Pulau Siberut itu juga telah mengakibatkan 2.326 warga mengungsi ke perbukitan. Penambahan jumlah pengungsi tersebut dipicu adanya kekhawatiran masyarakat apabila terjadi gempa bumi susulan yang dapat berpotensi tsunami. Sementara itu hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa dan situasi serta kondisi cukup aman terkendali.

Kalaksa BPBD juga menyampaikan saat ini untuk dua hari kedepan stok makanan di Simalegi sudah tersedia dengan teknis sementara dipesankan dari warung-warung Desa Simalegi. 

Kepala Dinas Kesehatan juga melaporkan puskesmas yang rusak sedang yaitu di Desa Sigapokna, dengan kondisi dinding retak dan plafon yang roboh. masyarakat ada yang di pengungsian dan ada juga yang sudah pulang kerumah masing-masing.

Pelayanan kesehatan keliling sudah di lakukan tenaga kesehatan di desa - desa terdampak gempa. (JJ)

BNPB Kirimkan Bantuan Beras dan Lainnya Pasca Gempa M 6,4

Wednesday, August 31, 2022 : 10:35:00 PM


MENTAWAI, murainews.com -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan telah mengirimkan bantuan logistik berupa 2 ton beras dan 40 kardus mi instan, bagi para warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6.4 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (29/8) pukul 10.29 WIB.

Bantuan logistik BNPB, sebagai bentuk upaya Pemerintah Pusat dalam mendukung memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi itu telah tiba di Desa Simatalu dan diterima oleh pejabat desa setempat pada Selasa (30/8). Adapun Desa Simatalu menjadi salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi dengan jumlah warga pengungsi paling banyak, termasuk Desa Simalegi.

Pj.Bupati Martinus D langsung memimpin rapat penanganan dampak gempa 6,4 SR yang terjadi senin pagi yang berpusat di Kecamatan Siberut Barat, pulau Siberut, Mentawai.

Kerusakan berat yang terjadi pada SD 11 Simalegi dan gereja Santo Petrus Simalibbeg rusak sedang.

Martinus Dahlan mengintruksikan untuk menyiapkan kebutuhan masyarakat di tempat pengungsian antara lain logistik, tenda untuk pengungsian, obat-obat-obatan, lampu penerangan, dan kebutuhan lainnya. Semua logistik tersebut akan dibawa ke Siberut Barat untuk disalurkan sesuai dengan arahan.

"Bagi masyarakat yang rumah nya tidak mengalami kerusakan di harapkan untuk dapat kembali rumah masing- masing," himbau Martinus Dahlan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai Novriadi, mewakili pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai beserta masyarakat mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan BNPB. Adapun bentuk dukungan itu sangat berarti bagi warga terdampak, sebab menurut Novriadi, pasokan kebutuhan makanan di Desa Simatalu dan Desa Simalegi hanya mencukupi untuk dua hari saja. Sehingga tentunya dukungan dari BNPB tersebut datang tepat pada waktunya.

Lebih lanjut, Novriadi mengatakan bahwa BNPB selalu menaruh perhatian khusus kepada Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai wilayah dengan zona rawan gempa bumi dan tsunami kategori tinggi.

“Terima kasih kami ucapkan kepada BNPB atas dukungan logistik yang telah dikirimkan kepada kami untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bagi warga terdampak. BNPB cukup besar perhatiannya kepada Kepulauan Mentawai,” ucap Novriadi melalui program "Disaster Briefing" yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (30/8).

Berdasarkan perkembangan data, fenomena gempa bumi M 6.4 telah memiliki 13 kali gempa susulan dengan kekuatan dari M 3.5 hingga maksimum M 6.4. Rangkaian gempa tersebut terjadi di segmen megathrust Mentawai yang diketahui menyimpan potensi energi gempa hingga M 8.9, dan berpotensi mampu memicu tsunami.

Dampak kerusakan yang dilaporkan atas gempa bumi itu meliputi satu gedung SMP N 3 Simalegi rusak ringan, satu unit SDN 11 Simalegi rusak berat, satu gedung Puskesmas Betaet rusak ringan, satu gereja rusak ringan, satu gedung aula kantor camat Siberut Barat rusak ringan dan lainnya masih dalam pendataan.

Guncangan gempa bumi yang dirasakan cukup kuat di Pulau Siberut itu juga telah mengakibatkan 2.326 warga mengungsi ke perbukitan. Penambahan jumlah pengungsi tersebut dipicu adanya kekhawatiran masyarakat apabila terjadi gempa bumi susulan yang dapat berpotensi tsunami. Sementara itu hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa dan situasi serta kondisi cukup aman terkendali.

Kalaksa BPBD juga menyampaikan saat ini untuk dua hari kedepan stok makanan di Simalegi sudah tersedia dengan teknis sementara dipesankan dari warung-warung Desa Simalegi. 

Kepala Dinas Kesehatan juga melaporkan puskesmas yang rusak sedang yaitu di Desa Sigapokna, dengan kondisi dinding retak dan plafon yang roboh. masyarakat ada yang di pengungsian dan ada juga yang sudah pulang kerumah masing-masing.

Pelayanan kesehatan keliling sudah di lakukan tenaga kesehatan di desa - desa terdampak gempa. (JJ)