Sambut Gubernur Sumbar, Masyarakat Paninggahan Sampaikan Empat Permintaan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar berikan penjelasan terkait aspirasi masyarakat Nagari Paninggahan Kab. Solok. (foto : nov)

SOLOK, murainews.com -- Kehadiran Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah dinanti oleh ribuan warga Nagari Paninggahan untuk membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Persatuan Keluarga Paninggahan (PKP) Tahun 2022 dilapangan Gando, Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sabtu (16/7/2022).

Dalam Mukernas PKP Tahun 2022 tersebut, Warga Nagari Paninggahan berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dapat mengabulkan 4 (empat) usulan pembangunan di Paninggahan.

Adapun empat permintaan tersebut yaitu, pelebaran jalan provinsi di sisi barat Danau Singkarak, jalan alternatif ke Solok menuju Padang dengan melalui Paninggahan - Lubuk Minturun, pembangunan SMK di Paninggahan dan pembangunan kantor Kerapatan Adat Nagari.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyambut baik keinginan masyarakat Paninggahan tersebut. 

"Secara prinsip kami pemprov Sumbar tentunya sangat merespon dan setuju semua permintaan ini. Namun tentu harus melalui mekanisme dan aturan berlaku," kata Mahyeldi.

Seperti pelebaran jalan provinsi di sisi barat Danau Singkarak tentunya ada sepakatan bersama dengan masyarakat untuk pelepasan tanah yang terkena pelebaran jalan.

"Kalau memang menjadi sepakatan bersama dengan masyarakat, maka kami akan bisa laksanakan," ucapnya.

Jika pelebaran jalan sudah ada, maka transportasi lebih lancar dan bisa menunjang aktivitas perekonomian masyarakat salingka Danau Singkarak.

Untuk pembangunan jalan tembus Lubuk Minturun Kota Padang-Paninggahan, Kabupaten Solok sepanjang 68 kilometer, sehingga ke depan dapat dijadikan alternatif transportasi darat. 

"Sebelumnya kita telah melakukan koordinasi dengan Kemenhut RI, karena ada ruas jalan melalui tembus Padang - Solok ini melalui kawasan hutan lindung. Jadi butuh proses perizinan dari Kementerian Kehutanan," terangnya.

Menurut Gubernur Sumbar keberadaan jalan tembus itu sangat penting sekali sebagai jalan alternatif Padang - Solok. Sampai saat ini jalan yang dibangun jaman penjajahan Belanda itu selalu macet, sehingga akses transportasi menuju ibukota provinsi rute Sitinjau Lauik terganggu.

"Padahal rute Sitinjau Lauik ini, juga merupakan salah satu rute nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dengan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan program pembangunan infrastruktur jalan di Sumbar, jalan tembus Pasar Baru, Pesisir Selatan-Alahan Panjang sekitar lima kilometer. 

Berikut pembangunan jalan lingkar Alahan Panjang, Solok-Kiliran Jao Sijunjung sepanjang 60 km dan proses sudah jalan sejak dua tahun terakhir. 

"Pembangunan jalan tembus dan jalan lingkar antarkota dan kabupaten tentu dilakukan secara bertahap dan tak bisa setahun selesai," ujarnya. 

Sementara itu, untuk pembangunan SMK di Paninggahan, Gubernur Mahyeldi minta pihak terkait mengajukan proposal dan lokasi yang sudah dipersiapkan untuk pembangunan.

Selanjutnya untuk pembangunan kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN), Gubernur juga minta masyarakat duduk bersama dengan para tokoh adat dan pemerintah Kabupaten Solok. 

"Intinya semua aspirasi yang disampaikan masyarakat Paninggahan menjadi catatan bagi kami. Nanti akan kita bicara sesuai dengan kewenangan Provinsi Sumbar, khusus pendidikan itu untuk SMK," jelasnya.

Sementara itu, Walinagari Paninggahan Yoserizal sangat senang semua keluhan dan permintaan warganya sudah tersampaikan dan direspon positif oleh Gubernur Sumbar.

"Kami sangat berharap betul semua permintaan kami terkabul, sehingga dengan adanya pelebaran jalan, diharapkan agar transportasi lebih lancar dan menunjang aktivitas perekonomian masyarakat," ujar Yoserizal.

Jika usulannya pelebaran dab pembukaan jalan provinsi, dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di Danau Singkarak.

"Tentunya ini sangat menguntungan bagi warga Paninggahan terhadap pergerakan perekonomian masyarakat, karena biaya produksi komoditas yang dimiliki tidak terlalu tinggi lagi," ujarnya.

Menurut Yoserizal, terkait pelebaran jalan Paninggahan sampai Malalo, yang perlu pelebaran dan diaspal. Masyarakat sudah siap memberikan lahannya untuk pelebaran jalan tersebut. Ini sangat diinginkan oleh masyarakat. (nov)

Sambut Gubernur Sumbar, Masyarakat Paninggahan Sampaikan Empat Permintaan

Sunday, July 17, 2022 : 8:18:00 PM
Gubernur Sumbar berikan penjelasan terkait aspirasi masyarakat Nagari Paninggahan Kab. Solok. (foto : nov)

SOLOK, murainews.com -- Kehadiran Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah dinanti oleh ribuan warga Nagari Paninggahan untuk membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Persatuan Keluarga Paninggahan (PKP) Tahun 2022 dilapangan Gando, Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sabtu (16/7/2022).

Dalam Mukernas PKP Tahun 2022 tersebut, Warga Nagari Paninggahan berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dapat mengabulkan 4 (empat) usulan pembangunan di Paninggahan.

Adapun empat permintaan tersebut yaitu, pelebaran jalan provinsi di sisi barat Danau Singkarak, jalan alternatif ke Solok menuju Padang dengan melalui Paninggahan - Lubuk Minturun, pembangunan SMK di Paninggahan dan pembangunan kantor Kerapatan Adat Nagari.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyambut baik keinginan masyarakat Paninggahan tersebut. 

"Secara prinsip kami pemprov Sumbar tentunya sangat merespon dan setuju semua permintaan ini. Namun tentu harus melalui mekanisme dan aturan berlaku," kata Mahyeldi.

Seperti pelebaran jalan provinsi di sisi barat Danau Singkarak tentunya ada sepakatan bersama dengan masyarakat untuk pelepasan tanah yang terkena pelebaran jalan.

"Kalau memang menjadi sepakatan bersama dengan masyarakat, maka kami akan bisa laksanakan," ucapnya.

Jika pelebaran jalan sudah ada, maka transportasi lebih lancar dan bisa menunjang aktivitas perekonomian masyarakat salingka Danau Singkarak.

Untuk pembangunan jalan tembus Lubuk Minturun Kota Padang-Paninggahan, Kabupaten Solok sepanjang 68 kilometer, sehingga ke depan dapat dijadikan alternatif transportasi darat. 

"Sebelumnya kita telah melakukan koordinasi dengan Kemenhut RI, karena ada ruas jalan melalui tembus Padang - Solok ini melalui kawasan hutan lindung. Jadi butuh proses perizinan dari Kementerian Kehutanan," terangnya.

Menurut Gubernur Sumbar keberadaan jalan tembus itu sangat penting sekali sebagai jalan alternatif Padang - Solok. Sampai saat ini jalan yang dibangun jaman penjajahan Belanda itu selalu macet, sehingga akses transportasi menuju ibukota provinsi rute Sitinjau Lauik terganggu.

"Padahal rute Sitinjau Lauik ini, juga merupakan salah satu rute nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dengan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan program pembangunan infrastruktur jalan di Sumbar, jalan tembus Pasar Baru, Pesisir Selatan-Alahan Panjang sekitar lima kilometer. 

Berikut pembangunan jalan lingkar Alahan Panjang, Solok-Kiliran Jao Sijunjung sepanjang 60 km dan proses sudah jalan sejak dua tahun terakhir. 

"Pembangunan jalan tembus dan jalan lingkar antarkota dan kabupaten tentu dilakukan secara bertahap dan tak bisa setahun selesai," ujarnya. 

Sementara itu, untuk pembangunan SMK di Paninggahan, Gubernur Mahyeldi minta pihak terkait mengajukan proposal dan lokasi yang sudah dipersiapkan untuk pembangunan.

Selanjutnya untuk pembangunan kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN), Gubernur juga minta masyarakat duduk bersama dengan para tokoh adat dan pemerintah Kabupaten Solok. 

"Intinya semua aspirasi yang disampaikan masyarakat Paninggahan menjadi catatan bagi kami. Nanti akan kita bicara sesuai dengan kewenangan Provinsi Sumbar, khusus pendidikan itu untuk SMK," jelasnya.

Sementara itu, Walinagari Paninggahan Yoserizal sangat senang semua keluhan dan permintaan warganya sudah tersampaikan dan direspon positif oleh Gubernur Sumbar.

"Kami sangat berharap betul semua permintaan kami terkabul, sehingga dengan adanya pelebaran jalan, diharapkan agar transportasi lebih lancar dan menunjang aktivitas perekonomian masyarakat," ujar Yoserizal.

Jika usulannya pelebaran dab pembukaan jalan provinsi, dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata di Danau Singkarak.

"Tentunya ini sangat menguntungan bagi warga Paninggahan terhadap pergerakan perekonomian masyarakat, karena biaya produksi komoditas yang dimiliki tidak terlalu tinggi lagi," ujarnya.

Menurut Yoserizal, terkait pelebaran jalan Paninggahan sampai Malalo, yang perlu pelebaran dan diaspal. Masyarakat sudah siap memberikan lahannya untuk pelebaran jalan tersebut. Ini sangat diinginkan oleh masyarakat. (nov)