Gubernur Mahyeldi Berharap Wartawan Bekerja Sesuai Kode Etik Jurnalistik - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar Mahyeldi memberi sambutan pada acara Konferensi XII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar. (foto : nov)

PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah berharap profesi wartawan bekerja sesuai kode etik jurnalistik, menulis berita berimbang dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Mahyeldi saat membuka Konferensi XII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, di Aula Kantor Gubernur, Sabtu (23/7/2022). Dalam acara tersebut juga dilakukan pemilihan Ketua dan pengurus PWI Sumbar periode 2022-2027.

Kegiatan diikuti oleh 450 anggota PWI biasa dan ratusan anggota muda di Sumbar ini, Gubernur Mahyeldi minta PWI mampu menciptakan wartawan yang profesional dan kompeten di daerah itu.

"PWI terus tetap berkiprah dan mengedepankan informasi yang bersifat edukasi dan tingkatkan profesionalitas serta dapat membangun komunikasi yang baik dengan para mitra, sehingga PWI semakin kokoh," kata Mahyeldi.

Orang nomor satu Sumbar yang biasa dipanggil "Buya" itu mengatakan, bahwa sinergitas media tidak hanya berkontribusi kepada anggotanya namun juga kepada pemerintah daerah dan masyarakat, melalui informasi yang positif.

Media pers dan para insan pers merupakan kekuatan informasi yang mampu memberikan berbagai solusi dan kemajuan pembangunan daerah.

"Kenyataan saat ini, pemberitaan media tentang pemberitaan positif terhadap penyelenggaraan daerah amat kurang, lebih menonjolkan sisi negatif yang kurang bermanfaat dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah," sebutnya. 

Menurut Buya Mahyeldi, Pemprov Sumbar sangat terbuka dan tidaklah alergi dengan berita kritikan terhadap penyelenggaraan pembangunan daerah.

"Tentunya kritikan tersebut harus membangun serta dengan tata bahasa yang santun dan menyejukkan. Kalau ada kesalahan harus diserta data. Ini sesuai dengan kaedah-kaerah etika jurnalistik pers," ucapnya.

Gubernur Sumbar berharap PWI dan organisasi pers lainnya di Sumbar dapat berkontribusi meningkatkan daya saing kemampuan kompetensi anggotanya dan insan pers lainnya, memberikan karya-karya jurnalis sehat mendorong kemajuan pembangunan Sumbar.

"Kita berharap para insan pers semakin leluasa menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi kode etik profesi," pinta Mahyeldi. 

Pada kesempatan itu, Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari mengatakan, saat ini kualitas pers sudah banyak mengalami penurunan, ini diakibatkan kurangnya pelatihan terhadap para wartawan muda. 

"Harusnya ini menjadi perhatian dan tanggung jawab seluruh pengurus PWI, karena PWI merupakan organisasi wartawan yang jumlah anggotanya paling besar," ujar Atal.

Tugas utama untuk pengurus sekarang adalah pendidikan dan pelatihan untuk wartawan, karena dengan pendidikan yang cukup wartawan pasti bisa bekerja secara profesional.

"Maju mundurnya prestasi wartawan di Sumbar ada ditangan pengurus PWI," tukasnya.


Selain itu, Atal berharap Konferprov XII ini dapat melahirkan proyeksi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi anggota. Dan tentu juga bagi eksistensi organisasi.

"Selalu bangun silaturahmi, sharing dan gagasan, sehingga melahirkan program-program yang inovatif dan berkelanjutan dan atas dukungan mitra kerja PWI di Sumbar. (nov)

Gubernur Mahyeldi Berharap Wartawan Bekerja Sesuai Kode Etik Jurnalistik

Saturday, July 23, 2022 : 9:36:00 PM
Gubernur Sumbar Mahyeldi memberi sambutan pada acara Konferensi XII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar. (foto : nov)

PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah berharap profesi wartawan bekerja sesuai kode etik jurnalistik, menulis berita berimbang dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Mahyeldi saat membuka Konferensi XII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, di Aula Kantor Gubernur, Sabtu (23/7/2022). Dalam acara tersebut juga dilakukan pemilihan Ketua dan pengurus PWI Sumbar periode 2022-2027.

Kegiatan diikuti oleh 450 anggota PWI biasa dan ratusan anggota muda di Sumbar ini, Gubernur Mahyeldi minta PWI mampu menciptakan wartawan yang profesional dan kompeten di daerah itu.

"PWI terus tetap berkiprah dan mengedepankan informasi yang bersifat edukasi dan tingkatkan profesionalitas serta dapat membangun komunikasi yang baik dengan para mitra, sehingga PWI semakin kokoh," kata Mahyeldi.

Orang nomor satu Sumbar yang biasa dipanggil "Buya" itu mengatakan, bahwa sinergitas media tidak hanya berkontribusi kepada anggotanya namun juga kepada pemerintah daerah dan masyarakat, melalui informasi yang positif.

Media pers dan para insan pers merupakan kekuatan informasi yang mampu memberikan berbagai solusi dan kemajuan pembangunan daerah.

"Kenyataan saat ini, pemberitaan media tentang pemberitaan positif terhadap penyelenggaraan daerah amat kurang, lebih menonjolkan sisi negatif yang kurang bermanfaat dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah," sebutnya. 

Menurut Buya Mahyeldi, Pemprov Sumbar sangat terbuka dan tidaklah alergi dengan berita kritikan terhadap penyelenggaraan pembangunan daerah.

"Tentunya kritikan tersebut harus membangun serta dengan tata bahasa yang santun dan menyejukkan. Kalau ada kesalahan harus diserta data. Ini sesuai dengan kaedah-kaerah etika jurnalistik pers," ucapnya.

Gubernur Sumbar berharap PWI dan organisasi pers lainnya di Sumbar dapat berkontribusi meningkatkan daya saing kemampuan kompetensi anggotanya dan insan pers lainnya, memberikan karya-karya jurnalis sehat mendorong kemajuan pembangunan Sumbar.

"Kita berharap para insan pers semakin leluasa menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi kode etik profesi," pinta Mahyeldi. 

Pada kesempatan itu, Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari mengatakan, saat ini kualitas pers sudah banyak mengalami penurunan, ini diakibatkan kurangnya pelatihan terhadap para wartawan muda. 

"Harusnya ini menjadi perhatian dan tanggung jawab seluruh pengurus PWI, karena PWI merupakan organisasi wartawan yang jumlah anggotanya paling besar," ujar Atal.

Tugas utama untuk pengurus sekarang adalah pendidikan dan pelatihan untuk wartawan, karena dengan pendidikan yang cukup wartawan pasti bisa bekerja secara profesional.

"Maju mundurnya prestasi wartawan di Sumbar ada ditangan pengurus PWI," tukasnya.


Selain itu, Atal berharap Konferprov XII ini dapat melahirkan proyeksi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi anggota. Dan tentu juga bagi eksistensi organisasi.

"Selalu bangun silaturahmi, sharing dan gagasan, sehingga melahirkan program-program yang inovatif dan berkelanjutan dan atas dukungan mitra kerja PWI di Sumbar. (nov)