Dukung Rencana Pembangunan Masjid Mahmud Yunus, Gubernur Minta Kuatkan Ekonomi Syariah dan Wisata Halal - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar membicarakan pembangunan Masjid Mahmud Yunus Batusangkar untuk mendukung ekonomi syariah dan destinasi wisata halal dengan ustadz Farrel muhammad rizqi nazir. (foto : nov)

PADANG, murainews.com -- Sumatera Barat (Sumbar) jadi salah satu destinasi utama wisata halal untuk mendukung ekonomi syariah. Dalam hal ini Kabupaten Tanahdatar fokus pada penguatan sumber daya dan pembangunan masjid menjadi representatif dalam pengembangan ekonomi syariah.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sangat mendukung rencana adanya pembangunan Masjid Mahmud Yunus Batusangkar sebagai salah satunya destinasi wisata halal. 

"Kalau dilihat dari konsepnya, saya yakin Masjid ini akan menjadi ikon baru wisata halal setelah berdiri nantinya," kata Mahyeldi saat melakukan pertemuan dengan Alumni ITB dan ITS terkait Pembangunan Wisata Halal di Sumbar, Sabtu (23/7/2022) di Istana Gubernuran.

Sebagai negara yang mayoritas penduduk beragama Muslim, masjid merupakan tempat yang mudah dijumpai di Sumbar. Memiliki masjid yang mampu menampung ratusan atau ribuan jamaah, salah satu tujuan utama dalam pengembangan ekonomi syariah. 

"Bahkan masjid bisa menjadi simbol dan daya tarik wisata dari kota Batusangkar," ucapnya.

Ide dijadikannya masjid sebagai destinasi wisata bukan merupakan hal baru di Sumbar. Kunjungan wisatawan religius ini tidak hanya untuk melakukan ibadah, namun mengetahui sejarah Minangkabau dengan mengunjungi Istana Pagaruyung.

Pembangunan masjid sebagai salah satu destinasi wisata bukan tanpa sengaja. Harusnya memiliki nilai spiritual (spiritual value) dan nilai komersil (commercial value) yang menyuguhkan pengalaman dan kenyamanan bagi pengunjungnya.

Mahyeldi berharap inventarisasi masjid sebagai objek dan daya tarik wisata juga sekaligus merupakan langkah percepatan Indonesia sebagai destinasi wisata halal kelas dunia. 

"Tentunya dengan kehadiran masjid tersebut bisa memberi manfaat bagi UMKM kita disana dengan menawarkan paket dan produk wisata halal," ujarnya.

Selain itu Mahyeldi yang biasa dipanggil "Buya" ini juga menyampaikan ayat-ayat tentang perjalanan wisata (rihlah) yang termaktub dalam Al-quran seringkali mendorong muslim untuk memahami budaya, memperoleh pengetahuan, berinteraksi dengan sesama muslim, menyebarkan firman Allah, dan menikmati sekaligus mengapresiasi ciptaan Allah. 

"Alhamdulillah Sumbar satu-satunya di Indonesia memiliki tiga UIN yaitu UIN Imam Bonjol, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, UIN Mahmud Yunus Batusangkar," tuturnya.

Sementara itu, arsitek Masjid Mahmud Yunus Batusangkar, Teddy Permana mengatakan pembangunan masjid tersebut berada di lingkungan kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang luasnya 21ribu Ha.

Rencananya pembangunan masjid Mahmud Yunus Batusangkar berlantai lima yang dilengkapi parkir berkapasitas untuk 300 kendaraan roda empat.

"Masjid itu juga memiliki tempat menginap, mengadakan pertemuan, atau acara khusus," sebut Teddy. 

Masjid tersebut didesain sebagai tempat persinggahan bagi musafir, orang-orang yang kebetulan melewati masjid saat tiba waktu sholat, atau rombongan wisatawan yang melakukan wisata ke Batusangkar.

"Tidak berhenti disitu saja, masjid dengan arsitektur indah nan megah akan menjadi objek dan tujuan wisata, sekaligus bagian dari industri pariwisata di Sumbar," ungkapnya.

Menyambung perkataan Buya Mahyeldi. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Sumbar Drs. Maifrizon, M.Si juga mengatakan, demi tercapainya ekonomi syariah dan wisata halal, perlu upaya untuk pemandu wisata (tourist guide) yang berperan sebagai mediator antara masjid dan wisatawan, sekaligus mentransfer nilai-nilai religius dan spiritual tersebut kepada pengunjung atau wisatawan. 

"Nantinya pemandu wisata religi terkait masjid tersebut dapat diprakarsai oleh takmir masjid yang menjadi objek wisata atau oleh biro perjalanan yang menawarkan paket dan produk wisata halal," terang Maifrizon.

Menurutnya wisata halal merupakan penerapan konsep ekonomi Islam desain kebijakan yang mendukung realisasi setiap konsepnya merupakan upaya mendukung dakwah Islam.

"Untuk itu kami ingin adanya miniatur masjid tersebut upaya menarik wisata datang kesana, karena wisata halal merupakan jalan dakwah," ucapnya.

Selain itu, seorang muslim yang berwisata halal secara langsung terlibat dalam proses dakwah menyiarkan nilai-nilai universal ajaran Islam.

"Kita juga berharap pengembangan bangunan masjid bisa ramai di kunjungi wisata dan menjadi multi fungsi untuk meningkatkan ekonomi bagi UMKM kita," harapnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Sosial Sumbar, Kepala Balitbang, Kepala Biro Kabiro ADPIM Sumbar, Kepala Biro Bina Mental dan Kesra, Asosiasi Developer Property Syariah dan Relawan YMI ITS. (nov)

Dukung Rencana Pembangunan Masjid Mahmud Yunus, Gubernur Minta Kuatkan Ekonomi Syariah dan Wisata Halal

Saturday, July 23, 2022 : 10:12:00 AM
Gubernur Sumbar membicarakan pembangunan Masjid Mahmud Yunus Batusangkar untuk mendukung ekonomi syariah dan destinasi wisata halal dengan ustadz Farrel muhammad rizqi nazir. (foto : nov)

PADANG, murainews.com -- Sumatera Barat (Sumbar) jadi salah satu destinasi utama wisata halal untuk mendukung ekonomi syariah. Dalam hal ini Kabupaten Tanahdatar fokus pada penguatan sumber daya dan pembangunan masjid menjadi representatif dalam pengembangan ekonomi syariah.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sangat mendukung rencana adanya pembangunan Masjid Mahmud Yunus Batusangkar sebagai salah satunya destinasi wisata halal. 

"Kalau dilihat dari konsepnya, saya yakin Masjid ini akan menjadi ikon baru wisata halal setelah berdiri nantinya," kata Mahyeldi saat melakukan pertemuan dengan Alumni ITB dan ITS terkait Pembangunan Wisata Halal di Sumbar, Sabtu (23/7/2022) di Istana Gubernuran.

Sebagai negara yang mayoritas penduduk beragama Muslim, masjid merupakan tempat yang mudah dijumpai di Sumbar. Memiliki masjid yang mampu menampung ratusan atau ribuan jamaah, salah satu tujuan utama dalam pengembangan ekonomi syariah. 

"Bahkan masjid bisa menjadi simbol dan daya tarik wisata dari kota Batusangkar," ucapnya.

Ide dijadikannya masjid sebagai destinasi wisata bukan merupakan hal baru di Sumbar. Kunjungan wisatawan religius ini tidak hanya untuk melakukan ibadah, namun mengetahui sejarah Minangkabau dengan mengunjungi Istana Pagaruyung.

Pembangunan masjid sebagai salah satu destinasi wisata bukan tanpa sengaja. Harusnya memiliki nilai spiritual (spiritual value) dan nilai komersil (commercial value) yang menyuguhkan pengalaman dan kenyamanan bagi pengunjungnya.

Mahyeldi berharap inventarisasi masjid sebagai objek dan daya tarik wisata juga sekaligus merupakan langkah percepatan Indonesia sebagai destinasi wisata halal kelas dunia. 

"Tentunya dengan kehadiran masjid tersebut bisa memberi manfaat bagi UMKM kita disana dengan menawarkan paket dan produk wisata halal," ujarnya.

Selain itu Mahyeldi yang biasa dipanggil "Buya" ini juga menyampaikan ayat-ayat tentang perjalanan wisata (rihlah) yang termaktub dalam Al-quran seringkali mendorong muslim untuk memahami budaya, memperoleh pengetahuan, berinteraksi dengan sesama muslim, menyebarkan firman Allah, dan menikmati sekaligus mengapresiasi ciptaan Allah. 

"Alhamdulillah Sumbar satu-satunya di Indonesia memiliki tiga UIN yaitu UIN Imam Bonjol, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, UIN Mahmud Yunus Batusangkar," tuturnya.

Sementara itu, arsitek Masjid Mahmud Yunus Batusangkar, Teddy Permana mengatakan pembangunan masjid tersebut berada di lingkungan kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang luasnya 21ribu Ha.

Rencananya pembangunan masjid Mahmud Yunus Batusangkar berlantai lima yang dilengkapi parkir berkapasitas untuk 300 kendaraan roda empat.

"Masjid itu juga memiliki tempat menginap, mengadakan pertemuan, atau acara khusus," sebut Teddy. 

Masjid tersebut didesain sebagai tempat persinggahan bagi musafir, orang-orang yang kebetulan melewati masjid saat tiba waktu sholat, atau rombongan wisatawan yang melakukan wisata ke Batusangkar.

"Tidak berhenti disitu saja, masjid dengan arsitektur indah nan megah akan menjadi objek dan tujuan wisata, sekaligus bagian dari industri pariwisata di Sumbar," ungkapnya.

Menyambung perkataan Buya Mahyeldi. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Sumbar Drs. Maifrizon, M.Si juga mengatakan, demi tercapainya ekonomi syariah dan wisata halal, perlu upaya untuk pemandu wisata (tourist guide) yang berperan sebagai mediator antara masjid dan wisatawan, sekaligus mentransfer nilai-nilai religius dan spiritual tersebut kepada pengunjung atau wisatawan. 

"Nantinya pemandu wisata religi terkait masjid tersebut dapat diprakarsai oleh takmir masjid yang menjadi objek wisata atau oleh biro perjalanan yang menawarkan paket dan produk wisata halal," terang Maifrizon.

Menurutnya wisata halal merupakan penerapan konsep ekonomi Islam desain kebijakan yang mendukung realisasi setiap konsepnya merupakan upaya mendukung dakwah Islam.

"Untuk itu kami ingin adanya miniatur masjid tersebut upaya menarik wisata datang kesana, karena wisata halal merupakan jalan dakwah," ucapnya.

Selain itu, seorang muslim yang berwisata halal secara langsung terlibat dalam proses dakwah menyiarkan nilai-nilai universal ajaran Islam.

"Kita juga berharap pengembangan bangunan masjid bisa ramai di kunjungi wisata dan menjadi multi fungsi untuk meningkatkan ekonomi bagi UMKM kita," harapnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Sosial Sumbar, Kepala Balitbang, Kepala Biro Kabiro ADPIM Sumbar, Kepala Biro Bina Mental dan Kesra, Asosiasi Developer Property Syariah dan Relawan YMI ITS. (nov)