BKKBN Terima Penghargaan dari PBB, Gubernur Minta Utamakan Program Menurunkan Stunting - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberi selamat kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas keberhasilannya mendapat penghargaan dalam Pengendalian Kependudukan Pembangunan Keluarga di Indonesia, oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penghargaan ini diserahkan pada tanggal 13 Juni 2022 diserahkan melalui United Nations Population Award (UNPA) 2022 di UN Headquarter, New York, atas keberhasilan Indonesia mengatasi masalah penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB).

"Penghargaan tersebut adalah bukti nyata bila perkembangan dan pelaksanaan program KB dan kependudukan yang diterapkan selama ini. Atas kerja keras ini kami berikan apresiasi tinggi kepada BKKBN," kata Mahyeldi saat menerima Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Fatmawati, ST, M. Eng di Istana Gubernuran, Selasa (21/6/2022).

Gubernur Sumbar berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan program kependudukan, guna memperbaiki kualitas hidup manusia. 

"Termasuk program penurunan stunting harus dilakukan secara gotong royong baik pemerintah, swasta, masyarakat, tokoh adat, bundo kanduang, alim ulama orang tua harus dilibatkan agar sumber daya manusia Sumbar ini semakin sehat dan berkualitas," ungkapnya. 

Selain itu, Gubernur Sumbar meminta semua Pemerintah Daerah Kabupaten Kota harus terlibat aktif dalam menurunkan stunting ini.

"Semoga dengan pencapaian yang diberikan PBB ini menjadi motivasi bagi kita semua , untuk terus berjuang dalam mengatasi berbagai persoalan kependudukan di Indonesia khususnya di Sumatera Barat," tukasnya.

Dalam pertemuan bersama Guberbur, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Fatmawati, ST, M. Eng juga menyampaian terkait pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 29 yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo pada 29 Juni 2022.

"Namun karena akan di hadiri Presiden RI tentu disesuai dengan jadwal. Menurut informasi penyelenggaan Harganas diundur menjadi tanggal 7 Juli," ungkapnya.

Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022 merupakan momentum untuk menurunkan angka kekerdilan pada anak (stunting) secara nasional.

"Untuk itu kami berharap kehadiran dari Gubernur Sumbar bisa membawa semangat bagi kami meningkatkan program kerja Bangga Kencana secara umum dan khususnya upaya penurunan stunting," sebut Fatmawati.

Dalam acara tersebut, akan dilaksanakan kegiatan unggulan yang diusung BKKBN yakni Bapak Asuh Anak Stunting, Sepekan Elsimil, Semarak Kampung KB dan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA).

Kepala daerah yang berprestasi dalam mengendalikan stunting di daerahnya akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi BKKBN karena telah berjuang bersama membangun keluarga berkualitas.

"Ini merupakan momentum yang tepat untuk menurunkan angka prevalensi stunting dengan cepat menjadi 14 persen di tahun 2024," ujarnya. (nov)

BKKBN Terima Penghargaan dari PBB, Gubernur Minta Utamakan Program Menurunkan Stunting

Tuesday, June 21, 2022 : 11:44:00 AM


PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberi selamat kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas keberhasilannya mendapat penghargaan dalam Pengendalian Kependudukan Pembangunan Keluarga di Indonesia, oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penghargaan ini diserahkan pada tanggal 13 Juni 2022 diserahkan melalui United Nations Population Award (UNPA) 2022 di UN Headquarter, New York, atas keberhasilan Indonesia mengatasi masalah penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB).

"Penghargaan tersebut adalah bukti nyata bila perkembangan dan pelaksanaan program KB dan kependudukan yang diterapkan selama ini. Atas kerja keras ini kami berikan apresiasi tinggi kepada BKKBN," kata Mahyeldi saat menerima Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Fatmawati, ST, M. Eng di Istana Gubernuran, Selasa (21/6/2022).

Gubernur Sumbar berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan program kependudukan, guna memperbaiki kualitas hidup manusia. 

"Termasuk program penurunan stunting harus dilakukan secara gotong royong baik pemerintah, swasta, masyarakat, tokoh adat, bundo kanduang, alim ulama orang tua harus dilibatkan agar sumber daya manusia Sumbar ini semakin sehat dan berkualitas," ungkapnya. 

Selain itu, Gubernur Sumbar meminta semua Pemerintah Daerah Kabupaten Kota harus terlibat aktif dalam menurunkan stunting ini.

"Semoga dengan pencapaian yang diberikan PBB ini menjadi motivasi bagi kita semua , untuk terus berjuang dalam mengatasi berbagai persoalan kependudukan di Indonesia khususnya di Sumatera Barat," tukasnya.

Dalam pertemuan bersama Guberbur, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Fatmawati, ST, M. Eng juga menyampaian terkait pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 29 yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo pada 29 Juni 2022.

"Namun karena akan di hadiri Presiden RI tentu disesuai dengan jadwal. Menurut informasi penyelenggaan Harganas diundur menjadi tanggal 7 Juli," ungkapnya.

Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022 merupakan momentum untuk menurunkan angka kekerdilan pada anak (stunting) secara nasional.

"Untuk itu kami berharap kehadiran dari Gubernur Sumbar bisa membawa semangat bagi kami meningkatkan program kerja Bangga Kencana secara umum dan khususnya upaya penurunan stunting," sebut Fatmawati.

Dalam acara tersebut, akan dilaksanakan kegiatan unggulan yang diusung BKKBN yakni Bapak Asuh Anak Stunting, Sepekan Elsimil, Semarak Kampung KB dan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA).

Kepala daerah yang berprestasi dalam mengendalikan stunting di daerahnya akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi BKKBN karena telah berjuang bersama membangun keluarga berkualitas.

"Ini merupakan momentum yang tepat untuk menurunkan angka prevalensi stunting dengan cepat menjadi 14 persen di tahun 2024," ujarnya. (nov)