Pemprov Sumbar Siapkan Skenario Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2022 - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah pimpin rapat kesiapan menghadapi mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022

PADANG -- Pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk dapat mudik Lebaran 2022 dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Namun harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk memutus peredaran virus Covid-19.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan lebaran, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka kesiapan menghadapi mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 di ruang rapat Istana Kompleks Gubernuran, Jl. Sudirman, Padang, Jumat (15/4/2022).

Dalam Rakor yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membahas berbagai persiapan segala sektor yang ada di Provinsi Sumbar, khususnya menyambut sekitar 1,8 juta perantau yang akan pulang kampung.

"Sudah dua tahun saudara kita yang di perantauan tidak mudik akibat pandemi Covid-19. Sudah dipastikan akan melonjak dan untuk itu perlu kita dipersiapkan sekarang," kata Gubernur Mahyeldi.


Walaupun Sumbar sempat melandai kasus Covid-19, Mahyeldi minta semua pihak tetap waspadai varian Omicron masuk ke Sumbar. 

 "Perlu kita persiapkan sedini mungkin menghadapi kunjungan lebaran oleh perantau, wisatawan yang memanfaatkan cuti panjang lebaran untuk pulang ke Ranah Minangkabau," pintanya.

Selain itu, Gubernur minta kepada OPD terkait, agar mengkoordinasikan dengan semua pihak terkait untuk menertibkan semua peminta sumbangan di jalan raya dengan dalih apapun yang mengganggu perjalanan.

"Selain menggangu pengguna jalan, bisa juga rawan kecelakaan," ucapnya.

Untuk kennyamanan, kelancaran dan keamanan arus mudik, Gubernur tegaskan semua OPD terkait bisa berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota untuk mengambil keputusan paling lambat tanggal 18 April 2022 dalam kesiapan penyambutan perantau.

Khusus Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) segera memperbaiki jalan yang rusak dan menyiapkan alat berat di titik-titik yang berpotensi longsor.

"Segera perbaiki jalan sesuai kewenangan kita, agar saudara kita mudik terasa nyaman dan lancar sampai ke kampung halamannya. Kalau perlu dibuat soanduk dan baliho ucapan selamat datang di setiap perbatasan Sumbar," terangnya.

Selanjutnya Mahyeldi juga menyampaikan kenyamanan destinasi wisata juga mendapat perhatian khusus. Antara lain penataan parkir dilokasi wisata, toilet yang representatif, tempat sholat yang bersih, soal sampah, potensi kemungkinan pungli dan pemalak di lokasi wisata, termasuk adanya kepastian tarif makanan yang jelas di restoran.

"Pastikan lokasi wisata terbebas dari hal-hal yang dapat merusak kepariwisataan, seperti kebersihan, tersediannya tempat sholat yang bersih, tempat parkir yang aman. Yang terpenting sekali tidak ada pungli atau pemalakan," ungkap Mahyeldi.

Termasuk pemilik restoran atau rumah makan baik dilokasi wisata atau dimanapun membuat daftar harga, sehingga tidak muncul persoalan dibelakang hari. 

"Soal harga makanan di restoran ini dulu pernah jadi persoalan dan saya tidak ingin peristiwa itu terulang lagi," tegasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy juga mengusulkan agar dibuat buku panduan mudik Sumatera Barat dalam bentuk PDF, yang nantinya bisa disebarkan di seluruh aplikasi chat dan media sosial.

Buku panduan itu juga nanti akan dibuat Barcode nya, akan ditempel di setiap perbatasan dan tempat peristirahatan dimana para wisata bisa melihat, dan scan di smartphone.

"Tolong nanti OPD terkait agar nanti bisa ditempel di seluruh tempat wisata, SPBU, terminal, di setiap rumah sakit, Bandara dan pelabuhan serta masjid, silakan dibuka barcodenya tinggal kita scan untuk mendapatkan informasi buku panduan mudik Sumatera Barat dan nomor telpon hotline yang aktif 24 jam merespon semua aduan masyarakat," pinta wagub.

Beberapa persoalan lain yang juga dibahas serius dalam rapat tersebut diantaranya adalah masalah potensi kemacetan diberbagai titik dan bagaimana rekayasa lalu lintasnya, keamanan pengunjung, kelangkaan BBM dan solusinya serta pembahasan harga bahan pokok. (nov)

Pemprov Sumbar Siapkan Skenario Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2022

Friday, April 15, 2022 : 10:29:00 PM
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah pimpin rapat kesiapan menghadapi mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022

PADANG -- Pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk dapat mudik Lebaran 2022 dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Namun harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk memutus peredaran virus Covid-19.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan lebaran, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka kesiapan menghadapi mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 di ruang rapat Istana Kompleks Gubernuran, Jl. Sudirman, Padang, Jumat (15/4/2022).

Dalam Rakor yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membahas berbagai persiapan segala sektor yang ada di Provinsi Sumbar, khususnya menyambut sekitar 1,8 juta perantau yang akan pulang kampung.

"Sudah dua tahun saudara kita yang di perantauan tidak mudik akibat pandemi Covid-19. Sudah dipastikan akan melonjak dan untuk itu perlu kita dipersiapkan sekarang," kata Gubernur Mahyeldi.


Walaupun Sumbar sempat melandai kasus Covid-19, Mahyeldi minta semua pihak tetap waspadai varian Omicron masuk ke Sumbar. 

 "Perlu kita persiapkan sedini mungkin menghadapi kunjungan lebaran oleh perantau, wisatawan yang memanfaatkan cuti panjang lebaran untuk pulang ke Ranah Minangkabau," pintanya.

Selain itu, Gubernur minta kepada OPD terkait, agar mengkoordinasikan dengan semua pihak terkait untuk menertibkan semua peminta sumbangan di jalan raya dengan dalih apapun yang mengganggu perjalanan.

"Selain menggangu pengguna jalan, bisa juga rawan kecelakaan," ucapnya.

Untuk kennyamanan, kelancaran dan keamanan arus mudik, Gubernur tegaskan semua OPD terkait bisa berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota untuk mengambil keputusan paling lambat tanggal 18 April 2022 dalam kesiapan penyambutan perantau.

Khusus Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) segera memperbaiki jalan yang rusak dan menyiapkan alat berat di titik-titik yang berpotensi longsor.

"Segera perbaiki jalan sesuai kewenangan kita, agar saudara kita mudik terasa nyaman dan lancar sampai ke kampung halamannya. Kalau perlu dibuat soanduk dan baliho ucapan selamat datang di setiap perbatasan Sumbar," terangnya.

Selanjutnya Mahyeldi juga menyampaikan kenyamanan destinasi wisata juga mendapat perhatian khusus. Antara lain penataan parkir dilokasi wisata, toilet yang representatif, tempat sholat yang bersih, soal sampah, potensi kemungkinan pungli dan pemalak di lokasi wisata, termasuk adanya kepastian tarif makanan yang jelas di restoran.

"Pastikan lokasi wisata terbebas dari hal-hal yang dapat merusak kepariwisataan, seperti kebersihan, tersediannya tempat sholat yang bersih, tempat parkir yang aman. Yang terpenting sekali tidak ada pungli atau pemalakan," ungkap Mahyeldi.

Termasuk pemilik restoran atau rumah makan baik dilokasi wisata atau dimanapun membuat daftar harga, sehingga tidak muncul persoalan dibelakang hari. 

"Soal harga makanan di restoran ini dulu pernah jadi persoalan dan saya tidak ingin peristiwa itu terulang lagi," tegasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy juga mengusulkan agar dibuat buku panduan mudik Sumatera Barat dalam bentuk PDF, yang nantinya bisa disebarkan di seluruh aplikasi chat dan media sosial.

Buku panduan itu juga nanti akan dibuat Barcode nya, akan ditempel di setiap perbatasan dan tempat peristirahatan dimana para wisata bisa melihat, dan scan di smartphone.

"Tolong nanti OPD terkait agar nanti bisa ditempel di seluruh tempat wisata, SPBU, terminal, di setiap rumah sakit, Bandara dan pelabuhan serta masjid, silakan dibuka barcodenya tinggal kita scan untuk mendapatkan informasi buku panduan mudik Sumatera Barat dan nomor telpon hotline yang aktif 24 jam merespon semua aduan masyarakat," pinta wagub.

Beberapa persoalan lain yang juga dibahas serius dalam rapat tersebut diantaranya adalah masalah potensi kemacetan diberbagai titik dan bagaimana rekayasa lalu lintasnya, keamanan pengunjung, kelangkaan BBM dan solusinya serta pembahasan harga bahan pokok. (nov)