Puji Keindahan Pulau Mentawai, Gubernur Minta Terus Dikembangkan Jaga Kelestarian Alamnya - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur dan Wagub Sumbar buka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten dan Kota se Sumbar di Kepulauan Mentawai. (foto : nov)


MENTAWAI, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah memuji keindahan pesisir pantai dan potensi sumber daya alam di Mentawai.

"Saya yakin dengan keindahan yang alami ini bisa mengangkat pariwisata di Mentawai," ucap Buya Mahyeldi.

Ini disampaikan saat Gubernur Sumbar membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten dan Kota se Sumbar di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tuapejat, Selasa (8/3/2022).

Menurut Buya Mahyeldi Rakor yang bertema "Sinergitas Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Visit Beautiful Sumatera 2023" sangat cocok dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. 


"Atas nama Pemprov Sumbar, saya ucapkan apresiasi atas fasilitas dan kesediaan Pemkab Mentawai sebagai tuan rumah Rakor Kepala Daerah se-Sumbar 2022 ini," kata Mahyeldi.

Sebelum acara Rakor diselenggarakan, Gubernur beserta rombongan sempat mengunjungi beberapa tempat destinasi wisata yang dimiliki Mentawai, seperti pantai Goiso'oinan dan menikmati keindahan alam bawah laut di Awera Beach, kawasan konservasi perairan bungo rayo, Pulau Simakakang, Sipora.

"Mentawai luar biasa potensinya. Pariwisatanya juga istimewa. Ini harus dikembangkan terus dengan tetap menjaga kelestarian alamnya," ungkapnya. 

Selanjutnya dalam sambutan Gubernur Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kepulauan Mentawai bersedia menjadi tuan rumah di Bumi Sikerei.

"Belum banyak pejabat pusat yang hadir dan berkunjung ke Kepulauan Mentawai ini, padahal tempat ini sangatlah indah dan penuh dengan pesona alam serta budayanya," katanya.


Kabupaten Kepulauan Mentawai ini merupakan satu-satunya Kabupaten yang masih berada dalam status tertinggal, dan salah satu penyebabnya adalah persoalan jaringan komunikasi. 

"Dalam momen rakor ini sangat penting bagi kita, karena disamping kita merumuskan strategi integrative untuk membangkitkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata, sekaligus melepas tugas Bupati/Wakil Bupati Mentawai yang akan berakhir pada 22 Mei yang akan datang," ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumbar bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata Sumatera Barat 2023 atau "Visit Beautiful West Sumatera 2023". Ini merupakan salah satu upaya konkret untuk mewujudkan Misi ke 5 RPJMD Provinsi Sumbar Tahun 2021-2026, yaitu "Meningkatkan ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan". 

Sementara Pandemi telah memaksa pemerintah melakukan kebijakan PPKM dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, yang secara langsung membatasi gerak masyarakat untuk beraktifitas ke luar rumah, apalagi untuk berwisata. 

Untuk itu, sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah serta motor penggerah ekonomi yang penting di masyarakat, sektor pariwisata harus segera diselamatkan. 

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah melakukan 3 (tiga) fase penyelamatan yaitu Fase Tanggap Darurat, Fase Pemulihan dan Fase Normalisasi.  

Pemerintah Provinsi juga terus mendorong kreatifitas dan produktifitas aparat dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif selama PPKM dengan memaksimalkan pemanfaatan tekonologi informasi sebagai alternatif. 

Tahun 2022 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertekad untuk menjadikan tahun ini sebagai fase normalisasi. 

"Di tahun ini kita berharap daya tarik wisata (DTW) yang ada di Sumbar kembali dikunjungi oleh wisatawan dengan tetap menerapkan protokol CHSE sebagai adaptasi kebiasaan baru serta mengupayakan peningkatan minat pasar salah satunya melalui pencanangan tahun 2023 sebagai tahun kunjungan Sumatera Barat dengan tagline Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023," jelas Mahyeldi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu program unggulan. Hal ini didasarkan pada potensi alam, budaya dan kuliner yang sangat unik dimiliki Sumatera Barat yang merupakan faktor pendorong wisatawan untuk berkunjung ke Sumatera Barat. 

Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan potensi pariwisata ini, pemerintah harus merancang strategi promosi yang andal, salah satunya dengan pelaksanaan event yang rutin setiap tahunnya di DTW.

"Pesona pariwisata Mentawai tidak ada kekurangannya. Sangat istimewa, air kelapa mudanya rasanya beda, enak sekali," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyampaikan rasa gembira dan bangga atas dipilihnya Kepulauan Mentawai sebagai lokasi digelarnya Rakor kepala daerah se-Sumbar. Menurutnya hal tersebut menjadi motivasi besar untuk terus memacu pembangunan di Mentawai.

"Terima kasih Pak Gubernur, kami sangat senang Rakor dilaksanakan disini. Kami berharap ada lagi kegiatan serupa dilaksanakan di Mentawai," ucap Yudas. (nov)

Puji Keindahan Pulau Mentawai, Gubernur Minta Terus Dikembangkan Jaga Kelestarian Alamnya

Tuesday, March 8, 2022 : 5:10:00 PM
Gubernur dan Wagub Sumbar buka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten dan Kota se Sumbar di Kepulauan Mentawai. (foto : nov)


MENTAWAI, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah memuji keindahan pesisir pantai dan potensi sumber daya alam di Mentawai.

"Saya yakin dengan keindahan yang alami ini bisa mengangkat pariwisata di Mentawai," ucap Buya Mahyeldi.

Ini disampaikan saat Gubernur Sumbar membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten dan Kota se Sumbar di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tuapejat, Selasa (8/3/2022).

Menurut Buya Mahyeldi Rakor yang bertema "Sinergitas Pemerintah Daerah Dalam Mendukung Visit Beautiful Sumatera 2023" sangat cocok dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. 


"Atas nama Pemprov Sumbar, saya ucapkan apresiasi atas fasilitas dan kesediaan Pemkab Mentawai sebagai tuan rumah Rakor Kepala Daerah se-Sumbar 2022 ini," kata Mahyeldi.

Sebelum acara Rakor diselenggarakan, Gubernur beserta rombongan sempat mengunjungi beberapa tempat destinasi wisata yang dimiliki Mentawai, seperti pantai Goiso'oinan dan menikmati keindahan alam bawah laut di Awera Beach, kawasan konservasi perairan bungo rayo, Pulau Simakakang, Sipora.

"Mentawai luar biasa potensinya. Pariwisatanya juga istimewa. Ini harus dikembangkan terus dengan tetap menjaga kelestarian alamnya," ungkapnya. 

Selanjutnya dalam sambutan Gubernur Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kepulauan Mentawai bersedia menjadi tuan rumah di Bumi Sikerei.

"Belum banyak pejabat pusat yang hadir dan berkunjung ke Kepulauan Mentawai ini, padahal tempat ini sangatlah indah dan penuh dengan pesona alam serta budayanya," katanya.


Kabupaten Kepulauan Mentawai ini merupakan satu-satunya Kabupaten yang masih berada dalam status tertinggal, dan salah satu penyebabnya adalah persoalan jaringan komunikasi. 

"Dalam momen rakor ini sangat penting bagi kita, karena disamping kita merumuskan strategi integrative untuk membangkitkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata, sekaligus melepas tugas Bupati/Wakil Bupati Mentawai yang akan berakhir pada 22 Mei yang akan datang," ungkapnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumbar bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata Sumatera Barat 2023 atau "Visit Beautiful West Sumatera 2023". Ini merupakan salah satu upaya konkret untuk mewujudkan Misi ke 5 RPJMD Provinsi Sumbar Tahun 2021-2026, yaitu "Meningkatkan ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan". 

Sementara Pandemi telah memaksa pemerintah melakukan kebijakan PPKM dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, yang secara langsung membatasi gerak masyarakat untuk beraktifitas ke luar rumah, apalagi untuk berwisata. 

Untuk itu, sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah serta motor penggerah ekonomi yang penting di masyarakat, sektor pariwisata harus segera diselamatkan. 

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah melakukan 3 (tiga) fase penyelamatan yaitu Fase Tanggap Darurat, Fase Pemulihan dan Fase Normalisasi.  

Pemerintah Provinsi juga terus mendorong kreatifitas dan produktifitas aparat dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif selama PPKM dengan memaksimalkan pemanfaatan tekonologi informasi sebagai alternatif. 

Tahun 2022 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertekad untuk menjadikan tahun ini sebagai fase normalisasi. 

"Di tahun ini kita berharap daya tarik wisata (DTW) yang ada di Sumbar kembali dikunjungi oleh wisatawan dengan tetap menerapkan protokol CHSE sebagai adaptasi kebiasaan baru serta mengupayakan peningkatan minat pasar salah satunya melalui pencanangan tahun 2023 sebagai tahun kunjungan Sumatera Barat dengan tagline Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023," jelas Mahyeldi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu program unggulan. Hal ini didasarkan pada potensi alam, budaya dan kuliner yang sangat unik dimiliki Sumatera Barat yang merupakan faktor pendorong wisatawan untuk berkunjung ke Sumatera Barat. 

Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan potensi pariwisata ini, pemerintah harus merancang strategi promosi yang andal, salah satunya dengan pelaksanaan event yang rutin setiap tahunnya di DTW.

"Pesona pariwisata Mentawai tidak ada kekurangannya. Sangat istimewa, air kelapa mudanya rasanya beda, enak sekali," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyampaikan rasa gembira dan bangga atas dipilihnya Kepulauan Mentawai sebagai lokasi digelarnya Rakor kepala daerah se-Sumbar. Menurutnya hal tersebut menjadi motivasi besar untuk terus memacu pembangunan di Mentawai.

"Terima kasih Pak Gubernur, kami sangat senang Rakor dilaksanakan disini. Kami berharap ada lagi kegiatan serupa dilaksanakan di Mentawai," ucap Yudas. (nov)