Dukung Perekonomian Masyarakat Mentawai, Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur dan Wagub Sumbar serahkan bantuan kepada kelompok tani di Mentawai. (foto : nov)


MENTAWAI, murainews.com -- Dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat di kabupaten Kepulauan Mentawai, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan bantuan berupa bibit 930 pohon ekonomis dan pelindung yang terdiri dari, mangrove (bakau) 110 batang, jengkol 600 batang, pinang 100 batang, durian 100 batang, nyamplung 10 batang dan cemara laut 10 batang. 

Dalam penyerahan tersebut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah juga menyerahkan Alsintan Traktor 3 (tiga) unit kepada petani bertempat di lokasi wisata Desa Goiso'oinan, Kecamatan Sipora, Senin (7/3/2022) turut hadir Wagub Audy Joinaldi, Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, Wabup Kortanius, Unsur Forkopimda, Kepala Daerah Se-Sumbar dan para Kepala OPD.

Gubernur Mahyeldi mengatakan bantuan ini diserahkan kepada petani untuk mendorong perekonomian yang ada di Kab Kepulauan Mentawai.


"Silahkan dimanfaatkan, Bantuan bibit jengkol, pinang, durian dan Alsintan yang diterima ini bisa mendorong produktifitas petani di kepulauan mentawai," kata Mahyeldi 

Untuk bibit jengkol di serahkan kepada dua kelompok yaitu KTH Leleu Mentawai Dari Desa Mara, Kecamatan Sipora Selatan dan Hutan Adat Uma Goiso'oinan Desa Goiso'oinan, Kecamatan Sipora Utara.

Alsintan di serahkan kepada tiga kelompok tani yakni Kelompok Tani Bukit Indah, Desa Sido Makmur, Kecanatan Sipora Utara, Tani Makmur Indah, Desa Sido Makmur, Kecamatan Sipora Utara dan Sido Bagus, Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara

"Intinya kami selalu mendukung dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani kedepan melalui kolaborasi dinas yang membidangi pertanian, agar melahirkan petani-petani yang mandiri," ucapnya.

Selain itu, Buya Mahyeldi mengingatkan, agar Pemkab Kepulauan Mentawai terus maju dengan inovasi dan kreatifitas dalam meningkatkan perekonomian di tengah masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi.

"Mentawai harus maju, karena banyak yang bisa didapatkan disini. Kalau bisa Mentawai tidak lagi disebut daerah tertinggal," ungkapnya.

Kembali Mahyeldi menjelaskan, menanam pohon mangrove secara umum hutan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Adanya tanaman tersebut mampu memecah ombak dan melindungi pantai dari intrusi air laut atau abrasi pantai, bahkan mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh tsunami.

"Keberadaan mangrove dapat dikembangkan menjadi ekowisata berbasis mangrove yang merupakan habitat berbagai jenis biota laut dan berpotensi besar dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

khususnya di wilayah pesisir pantai yang harus dilakukan secara terus menerus," jelas Buya Mahyeldi.

Selain itu Wagub Sumbar Audy Joinaldy juga menyebutkan bahwa pengembangan pariwisata Mentawai yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisata dunia, tapi masih tergolong daerah yang tertinggal.

Dia menyatakan selama ini banyak orang memahami bahwa Mentawai itu daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Namun dari kekagumannya melihat Mentawai, 3T itu memiliki makna yang berbeda, yakni menjadi terindah, terbaik dan ternama.

"Saya akan mencoba membawa para investor ke Mentawai, dan semoga ada yang berminat," kata Audy.

Supaya potensi itu benar-benar tergarap, infrastruktur pendukung pariwisata juga perlu dimaksimalkan. Untuk itu, sangat penting di Mentawai memiliki sebuah Bandara dan dermaga yang layak menjadi sandaran kapal-kapal besar yang ingin singgah berwisata ke Mentawai.

"Alhamdulillah, tadi kita sudah melihat Bandara Rokot. InsyaAllah bisa selesai bulan Agustus ini," ujarnya.

Sama-sama diketahui kondisi di masa pandemi saat ini sangat di perlukan inovasi. 

"Untuk itu, Mentawai harus terus maju, jangan hanyut dengan kondisi Pandemi Covid," tambahnya.

Dia bepesan kepada kelompok tani agar bantuan yang di berikn ini dapat di manfaatkan sebagaimana mestinya dan dinmaksimalkan dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian. (nov)

Dukung Perekonomian Masyarakat Mentawai, Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan

Tuesday, March 8, 2022 : 11:33:00 AM
Gubernur dan Wagub Sumbar serahkan bantuan kepada kelompok tani di Mentawai. (foto : nov)


MENTAWAI, murainews.com -- Dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat di kabupaten Kepulauan Mentawai, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan bantuan berupa bibit 930 pohon ekonomis dan pelindung yang terdiri dari, mangrove (bakau) 110 batang, jengkol 600 batang, pinang 100 batang, durian 100 batang, nyamplung 10 batang dan cemara laut 10 batang. 

Dalam penyerahan tersebut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah juga menyerahkan Alsintan Traktor 3 (tiga) unit kepada petani bertempat di lokasi wisata Desa Goiso'oinan, Kecamatan Sipora, Senin (7/3/2022) turut hadir Wagub Audy Joinaldi, Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, Wabup Kortanius, Unsur Forkopimda, Kepala Daerah Se-Sumbar dan para Kepala OPD.

Gubernur Mahyeldi mengatakan bantuan ini diserahkan kepada petani untuk mendorong perekonomian yang ada di Kab Kepulauan Mentawai.


"Silahkan dimanfaatkan, Bantuan bibit jengkol, pinang, durian dan Alsintan yang diterima ini bisa mendorong produktifitas petani di kepulauan mentawai," kata Mahyeldi 

Untuk bibit jengkol di serahkan kepada dua kelompok yaitu KTH Leleu Mentawai Dari Desa Mara, Kecamatan Sipora Selatan dan Hutan Adat Uma Goiso'oinan Desa Goiso'oinan, Kecamatan Sipora Utara.

Alsintan di serahkan kepada tiga kelompok tani yakni Kelompok Tani Bukit Indah, Desa Sido Makmur, Kecanatan Sipora Utara, Tani Makmur Indah, Desa Sido Makmur, Kecamatan Sipora Utara dan Sido Bagus, Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara

"Intinya kami selalu mendukung dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani kedepan melalui kolaborasi dinas yang membidangi pertanian, agar melahirkan petani-petani yang mandiri," ucapnya.

Selain itu, Buya Mahyeldi mengingatkan, agar Pemkab Kepulauan Mentawai terus maju dengan inovasi dan kreatifitas dalam meningkatkan perekonomian di tengah masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi.

"Mentawai harus maju, karena banyak yang bisa didapatkan disini. Kalau bisa Mentawai tidak lagi disebut daerah tertinggal," ungkapnya.

Kembali Mahyeldi menjelaskan, menanam pohon mangrove secara umum hutan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Adanya tanaman tersebut mampu memecah ombak dan melindungi pantai dari intrusi air laut atau abrasi pantai, bahkan mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh tsunami.

"Keberadaan mangrove dapat dikembangkan menjadi ekowisata berbasis mangrove yang merupakan habitat berbagai jenis biota laut dan berpotensi besar dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

khususnya di wilayah pesisir pantai yang harus dilakukan secara terus menerus," jelas Buya Mahyeldi.

Selain itu Wagub Sumbar Audy Joinaldy juga menyebutkan bahwa pengembangan pariwisata Mentawai yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisata dunia, tapi masih tergolong daerah yang tertinggal.

Dia menyatakan selama ini banyak orang memahami bahwa Mentawai itu daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Namun dari kekagumannya melihat Mentawai, 3T itu memiliki makna yang berbeda, yakni menjadi terindah, terbaik dan ternama.

"Saya akan mencoba membawa para investor ke Mentawai, dan semoga ada yang berminat," kata Audy.

Supaya potensi itu benar-benar tergarap, infrastruktur pendukung pariwisata juga perlu dimaksimalkan. Untuk itu, sangat penting di Mentawai memiliki sebuah Bandara dan dermaga yang layak menjadi sandaran kapal-kapal besar yang ingin singgah berwisata ke Mentawai.

"Alhamdulillah, tadi kita sudah melihat Bandara Rokot. InsyaAllah bisa selesai bulan Agustus ini," ujarnya.

Sama-sama diketahui kondisi di masa pandemi saat ini sangat di perlukan inovasi. 

"Untuk itu, Mentawai harus terus maju, jangan hanyut dengan kondisi Pandemi Covid," tambahnya.

Dia bepesan kepada kelompok tani agar bantuan yang di berikn ini dapat di manfaatkan sebagaimana mestinya dan dinmaksimalkan dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian. (nov)