Akibat Angin Kencang, Sebanyak Empat Warga Gunung Kidul Luka-Luka dan 526 KK Terdampak - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


Murainews.com -- Bencana Alam angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebabkan 4 (empat) warga dan 526 keluarga terdampak. Fenomena tersebut terjadi pada Selasa (22/2/2022), sekitar pukul 08.00 WIB. 

Menurut keterangan Siaran Pers BNPB 135/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/II/2022, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. mengatakan, bahwa bencana ini berlangsung bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah Gunung Kidul. 


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan angin kencang dirasakan warga Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Kapanewon. Selain korban luka-luka, tercatat 2 KK yang mengungsi sementara waktu. BPBD belum merinci  titik lokasi tempat warga mengungsi. 

"Akibat dari angin kencang sebanyak 526 unit, pabrik 1 unit, tempat ibadah 2 unit, balai dusun 1 unit mengalami kerusakan, sedangkan fasilitas pendidikan terdampak 2 unit," terang Abdul Muhari.

Setelah angin kencang reda, personel BPBD dan unsur gabungan lain segera membantu warga untuk membersihkan puing-puing material rumah rusak dan selanjutnya BPBD memberikan bantuan logistik berupa makanan. 

"Di lokasi anggota BPBD bersama warga setempat bergotong royong untuk membantu warga yang terdampak bencana," ucapnya.

Dalam penanggulangan bencana tersebut tercatat unsur gabungan dalam upaya penanganan darurat, antara lain dari BPBD, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia, Tagana, komunitas relawan dan warga. 


BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk siap siaga dan waspada terhadap bahaya angin kencang yang dapat terjadi bersamaan dengan hujan intensitas tinggi. 

Hindari berlindung di bawah pohon atau pun papan reklame. Pemerintah daerah dan warga dapat melakukan pemangkasan ranting pohon di ruang publik atau pun sekitar tempat tinggal. Pastikan atap bangunan terpasang kuat sehingga tidak mudah rusak oleh kuatnya angin kencang. (JJ)

Akibat Angin Kencang, Sebanyak Empat Warga Gunung Kidul Luka-Luka dan 526 KK Terdampak

Wednesday, February 23, 2022 : 10:38:00 AM


Murainews.com -- Bencana Alam angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebabkan 4 (empat) warga dan 526 keluarga terdampak. Fenomena tersebut terjadi pada Selasa (22/2/2022), sekitar pukul 08.00 WIB. 

Menurut keterangan Siaran Pers BNPB 135/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/II/2022, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. mengatakan, bahwa bencana ini berlangsung bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah Gunung Kidul. 


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan angin kencang dirasakan warga Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Kapanewon. Selain korban luka-luka, tercatat 2 KK yang mengungsi sementara waktu. BPBD belum merinci  titik lokasi tempat warga mengungsi. 

"Akibat dari angin kencang sebanyak 526 unit, pabrik 1 unit, tempat ibadah 2 unit, balai dusun 1 unit mengalami kerusakan, sedangkan fasilitas pendidikan terdampak 2 unit," terang Abdul Muhari.

Setelah angin kencang reda, personel BPBD dan unsur gabungan lain segera membantu warga untuk membersihkan puing-puing material rumah rusak dan selanjutnya BPBD memberikan bantuan logistik berupa makanan. 

"Di lokasi anggota BPBD bersama warga setempat bergotong royong untuk membantu warga yang terdampak bencana," ucapnya.

Dalam penanggulangan bencana tersebut tercatat unsur gabungan dalam upaya penanganan darurat, antara lain dari BPBD, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia, Tagana, komunitas relawan dan warga. 


BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk siap siaga dan waspada terhadap bahaya angin kencang yang dapat terjadi bersamaan dengan hujan intensitas tinggi. 

Hindari berlindung di bawah pohon atau pun papan reklame. Pemerintah daerah dan warga dapat melakukan pemangkasan ranting pohon di ruang publik atau pun sekitar tempat tinggal. Pastikan atap bangunan terpasang kuat sehingga tidak mudah rusak oleh kuatnya angin kencang. (JJ)