Sumbar Targetkan Geopark Ranah Minang ke UNESCO - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar berikan sambutan dan sekaligus membuka pada acara Focus Group Discussion (FGD) Geopark Ranah Minang menuju Unesco Global Geopark dengan tema "The Great Sumatran Fault" di Hotel Marcure Padang, (foto nov).


PADANG -- Kawasan Geopark Ranah Minang ditetapkan sebagai warisan geologi dunia oleh UNESCO merupakan target utama. Karena Sumatera Barat berada pada bagian tengah sesar semangko. 

Kondisi seperti ini menyebabkan Sumbar dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan terhadap bencana geologi, namun dibalik kerawanan geologi tersebut juga telah terbentuk bentang alam dataran tinggi yang berupa pegunungan bukit barisan dan banyaknya gunung api, lembah dan aliran sungai, serta danau-danau bentang alam yang indah . 

Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Geopark Ranah Minang menuju Unesco Global Geopark dengan tema "The Great Sumatran Fault" di Hotel Marcure Padang, Kamis (23/9/2021). 

"Keragaman geologi yang indah dan unik yang dianugerahkan Allah SWT untuk Ranah Minang ini menjadi kekayaan alam Sumatera Barat yang perlu dijaga dan dipelihara," kata Mahyeldi.


Terdapat beberapa kawasan yang memiliki unsur geologi di Sumbar termasuk di dalamnya unsur arkeologi, ekologi dan budaya, yang kita kenal dengan Geopark. 

"Kami sangat mendukung adanya pengembangan kawasan dengan konsep Geopark di Sumbar yang berpilarkan pada konservasi, edukasi dan pemanfaatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Geowisata," sebutnya.

Ia menyebutkan, bahwa hal ini selaras dengan ditetapkannya sektor pariwisata sebagai sektor andalan di Sumatera Barat Sebagaimana Misi Ke V RPJMD 2021 -2026 meningkatkan ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan.

Lanjut Mahyeldi menerangkan, saat ini potensi Geopark ini tersebar pada beberapa Kabupaten/Kota, diantaranya kawasan Ngarai Sianok, Kawasan Harau, Danau Maninjau, Tarusan Kamang, Lintau Buo, Danau Singkarak, Danau Kembar, Kawasan Silokek, Tambang Batu Bara Sawahlunto, Goa Batu Kapa, Gunung Talamau, Rimbo Panti dan lainnya. 

"Dengan pengelolaan yang baik, kawasan geopark ini dapat menjadi daya tarik wisata yang unik dan menarik bagi banyak wisatawan," ucapnya.

Untuk mewujudkan hal itu, tentunyaperlu didukung dengan infrastruktur, sarana dan prasarana seperti akses menuju lokasi geopark, sehingga nantinya dapat disusun jalur-jalur geowisata di beberapa kawasan geopark yang tersebar di Kab/Kota di Sumbar. 

"Dengan strategi ini kita diyakini akan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan. Karena satu daya tarik akan lebih mudah dan nyaman untuk dikunjungi dan saling terkoneksi satu sama lain untuk memperlama masa tinggal wisatawan," ungkapnya.

Saat ini Sumbar memiliki 3 (Tiga) kawasan Geopark Ranah Minang pada akhir November 2018 lalu yaitu Kawasan Geopark Ngarai Sianok Maninjau, Kawasan Geopark Sawahlunto dan Kawasan Geoprak Silokek, Sijunjung telah lolos menjadi Geopark Nasional, dan segera akan diusung pula 4 (empat) Aspring Geopark Nasional yaitu Kawasan Singkarak, Kawasan Gunung Talamau, Kawasan Harau dan Kawasan Solok Selatan.

Dengan demikian, pengembangan kawasan geopark akan berpeluang mendapat kucuran dana dari organisasi dunia, menjadi pendorong bagi seluruh sektor pembangunan yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

"Kita upayakan segera, Geopark Ranah Minang merupakan aset bagi pengembangan pariwisata di Provinsi Sumbar," tutur Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial melaporkan, bahwa potensi posisi Sumbar yang berada di patahan besar Sumatera (The Great Sumatran Fault), dan hasil diskusi dengan para ahli Geologi, Pemerintah Provinsi Sumbar optimis untuk mengusung Kawasan Geopark Ranah Minang Menuju Unesco Global Geopark (UGGp). 

Untuk mewujudkan rencana ini tentunya bukan hal yang mudah dan perlu dukungan semua pihak, terutama para Bupati / Walikota dan seluruh pemangku kepentingan, para perguruan tinggi dan akademisi serta masyarakat yang berada di kawasan Geopark pada 11 kabupaten/kota yang akan diusulkan.

"Geopark Ranah Minang sudah sesuai Standar UNESCO untuk dapat menjadi UGGp. Geopark kita memiliki keunikan nilai terkemuka secara internasional Outstanding Universal Value. Untuk itu perlu dukungan kita semua," tukas Novrial.

Dia berharap melalui FGD Nasional Geopark ini memiliki semangat sama untuk usulan kawasan Geopark Ranah Minang menuju Unesco Global Geopark dengan tujuan akhir pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai moto Geopark "Memuliakan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat". (nov)

Sumbar Targetkan Geopark Ranah Minang ke UNESCO

Thursday, September 23, 2021 : 12:44:00 PM
Gubernur Sumbar berikan sambutan dan sekaligus membuka pada acara Focus Group Discussion (FGD) Geopark Ranah Minang menuju Unesco Global Geopark dengan tema "The Great Sumatran Fault" di Hotel Marcure Padang, (foto nov).


PADANG -- Kawasan Geopark Ranah Minang ditetapkan sebagai warisan geologi dunia oleh UNESCO merupakan target utama. Karena Sumatera Barat berada pada bagian tengah sesar semangko. 

Kondisi seperti ini menyebabkan Sumbar dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan terhadap bencana geologi, namun dibalik kerawanan geologi tersebut juga telah terbentuk bentang alam dataran tinggi yang berupa pegunungan bukit barisan dan banyaknya gunung api, lembah dan aliran sungai, serta danau-danau bentang alam yang indah . 

Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Geopark Ranah Minang menuju Unesco Global Geopark dengan tema "The Great Sumatran Fault" di Hotel Marcure Padang, Kamis (23/9/2021). 

"Keragaman geologi yang indah dan unik yang dianugerahkan Allah SWT untuk Ranah Minang ini menjadi kekayaan alam Sumatera Barat yang perlu dijaga dan dipelihara," kata Mahyeldi.


Terdapat beberapa kawasan yang memiliki unsur geologi di Sumbar termasuk di dalamnya unsur arkeologi, ekologi dan budaya, yang kita kenal dengan Geopark. 

"Kami sangat mendukung adanya pengembangan kawasan dengan konsep Geopark di Sumbar yang berpilarkan pada konservasi, edukasi dan pemanfaatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Geowisata," sebutnya.

Ia menyebutkan, bahwa hal ini selaras dengan ditetapkannya sektor pariwisata sebagai sektor andalan di Sumatera Barat Sebagaimana Misi Ke V RPJMD 2021 -2026 meningkatkan ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan.

Lanjut Mahyeldi menerangkan, saat ini potensi Geopark ini tersebar pada beberapa Kabupaten/Kota, diantaranya kawasan Ngarai Sianok, Kawasan Harau, Danau Maninjau, Tarusan Kamang, Lintau Buo, Danau Singkarak, Danau Kembar, Kawasan Silokek, Tambang Batu Bara Sawahlunto, Goa Batu Kapa, Gunung Talamau, Rimbo Panti dan lainnya. 

"Dengan pengelolaan yang baik, kawasan geopark ini dapat menjadi daya tarik wisata yang unik dan menarik bagi banyak wisatawan," ucapnya.

Untuk mewujudkan hal itu, tentunyaperlu didukung dengan infrastruktur, sarana dan prasarana seperti akses menuju lokasi geopark, sehingga nantinya dapat disusun jalur-jalur geowisata di beberapa kawasan geopark yang tersebar di Kab/Kota di Sumbar. 

"Dengan strategi ini kita diyakini akan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan. Karena satu daya tarik akan lebih mudah dan nyaman untuk dikunjungi dan saling terkoneksi satu sama lain untuk memperlama masa tinggal wisatawan," ungkapnya.

Saat ini Sumbar memiliki 3 (Tiga) kawasan Geopark Ranah Minang pada akhir November 2018 lalu yaitu Kawasan Geopark Ngarai Sianok Maninjau, Kawasan Geopark Sawahlunto dan Kawasan Geoprak Silokek, Sijunjung telah lolos menjadi Geopark Nasional, dan segera akan diusung pula 4 (empat) Aspring Geopark Nasional yaitu Kawasan Singkarak, Kawasan Gunung Talamau, Kawasan Harau dan Kawasan Solok Selatan.

Dengan demikian, pengembangan kawasan geopark akan berpeluang mendapat kucuran dana dari organisasi dunia, menjadi pendorong bagi seluruh sektor pembangunan yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

"Kita upayakan segera, Geopark Ranah Minang merupakan aset bagi pengembangan pariwisata di Provinsi Sumbar," tutur Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial melaporkan, bahwa potensi posisi Sumbar yang berada di patahan besar Sumatera (The Great Sumatran Fault), dan hasil diskusi dengan para ahli Geologi, Pemerintah Provinsi Sumbar optimis untuk mengusung Kawasan Geopark Ranah Minang Menuju Unesco Global Geopark (UGGp). 

Untuk mewujudkan rencana ini tentunya bukan hal yang mudah dan perlu dukungan semua pihak, terutama para Bupati / Walikota dan seluruh pemangku kepentingan, para perguruan tinggi dan akademisi serta masyarakat yang berada di kawasan Geopark pada 11 kabupaten/kota yang akan diusulkan.

"Geopark Ranah Minang sudah sesuai Standar UNESCO untuk dapat menjadi UGGp. Geopark kita memiliki keunikan nilai terkemuka secara internasional Outstanding Universal Value. Untuk itu perlu dukungan kita semua," tukas Novrial.

Dia berharap melalui FGD Nasional Geopark ini memiliki semangat sama untuk usulan kawasan Geopark Ranah Minang menuju Unesco Global Geopark dengan tujuan akhir pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai moto Geopark "Memuliakan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat". (nov)