Wagub Audy Joinaldy Bersama Kapolda Sumbar Kunjungi Tol Padang - Pekanbaru - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Kapolda Sumbar Irjen Toni Hermanto dan Bupati Padang Pariaman meninjau Jalan Tol Trans Sumatera ruas Padang - Pekanbaru. (foto : nov)


PADANG, murainews.com -- Percepatan pembebasan lahan Tol Padang - Pekanbaru Hutama Karya (HK) secara teknisnya harus aktif untuk mencari, mendatangi semua pemilik lahan yang telah terdata untuk mempercepat proses pembebasan lahan, guna menemukan kendala proyek tersebut

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy dan Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto bersama pihak PT. Hutama Karya melakukan rapat percepatan progres Jalan Tol Trans Sumatera ruas Padang - Pekanbaru di Hutama Karya, Selasa (6/7/2021). Sekaligus melakukan peninjauan langsung sampai dimana pembangunan tol tersebut untuk menjajaki persoalan yang masih menjadi kendala.

"Terakhir yang sudah bebas lahannya ada 42 persen UGK. Target kita di bulan Desember 2022, untuk tol Padang-Sicincin sudah bisa beroperasi. Permasalahannya banyak ke administratif, pembebasan lahan dan kemungkinan ada keterlambatan pembayaran dari BPN," kata Audy Joinaldy.


Wagub Sumbar Audy Joinaldy mengatakan pihaknya dan Polda Sumbar akan mengunjungi BPN untuk menindaklanjuti apa permasalahannya sebenarnya.

"Sebenarnya untuk ganti rugi sudah disepakati. Kalau secara umum masyarakat sebenarnya menerima. Kan ganti untungnya minimal Rp180 ribu, tinggi sekali, makanya kita sebut ganti untung. Nanti tergantung posisi tanahnya," sebutnya.

Audy menilai persoalan yang terjadi sebagian besar terkait administrasi. Selain itu kemungkinan ada keterlambatan pembayaran.

"Tapi secara umum kita temukan, masyarakat sebenarnya bisa menerima pembangunan proyek strategis nasional ini. Apalagi nilai penggantian lahan juga cukup tinggi. Jadi tidak ganti rugi lagi, tetapi ganti untung," ujarnya.

Audy mengatakan pihaknya akan fokus untuk menyelesaikan dulu masalah administrasi lahan STA 4,2 hingga 6,3 yang sebagian masih ada yang belum bebas. Dia juga berharap, penyelesaian administrasi dapat dipercepat. Dia berharap masalah ganti rugi bisa selesai pada Desember 2021.

Terakhir 42 persen sudah UGK, Terkait teknis, sampai sta 4,2 sudah bebas di Kecamatan Batang Anai, permasalahan karena tidak melibatkan Ninik Mamak. 

"Kalo bisa kita percepat, kadang terkait dokumen. Ada ninik mamak yg tidak tandatangan, harus komunikasikan segera. Kita harus ubah pola," ucap Wagub Sumbar.


Dia menambahkan, hingga proses pembebasan lahan dan ganti rugi selesai. PT Hutama Karya akan terus melakukan pembangunan infrastruktur di ruas tol tersebut. 

"Pihak HK kan kerjanya membangun, kalau tanahnya clear ya dibangun. HK ini berharap pembebasan lahan ini cepat," pintanya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Toni Hermanto memgatakan akan menindak pelaku penghambat pembangunan jalan tol Padang - Pekanbaru yang masih belum tuntas 

"Artinya kita memang harus percepat karena pembangunan tol di Sumatera ini sudah ratusan kilometer, hanya di Sumbar saja yang baru 4,2 kilometer," ujarnya.

Dia menyebutkan, kondisi saat ini berdasarkan data di lapangan, 14,3 kilometer sudah selesai dibebaskan dan dibayarkan.

"Sering kita memdengarkan isu ini tidak sedap untuk kita dan forkompimda. Makanya kita disini untuk mendengar langsung sampai mana tahapan dan hambatan kita harus tahu," ucap Toni Hermanto.

"Sebenarnya dengan pengadilan dan sudah cukup, itu mekanisme lebih cepat. Kita harus jalan, persoalan ini dilaksanakan dengan target capaian waktu. Aparat kita siap turun ke lapangan," ungkapnya.

Kapolda menegaskan harus ada semangat dan keinginan baik dari setiap pemangku kepentingan untuk mensukseskan pelaksanaan pembangunan jalan tol dan jauhkan dari kepentingan pribadi.

"Jangan selalu menyalahkan masyarakat sebagai faktor penghambat dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol. Kita harus carikan solusi tapi tepat sasaran, sehingga jalan tol tetap berjalan," tambahnya.

Selanjutnya rombongan Wagub Sumbar yang dihadiri oleh Kapolda Sumbar, Bupati Padang Pariaman, Kadis PMD, Kapolres Padang Pariaman beserta jajaranya, Camat Batang Anai, dan Manajer Pengendalian Jalan Tol Berlin Tampubolon, langsung meninjau lokasi jalan tol. (nov)

Wagub Audy Joinaldy Bersama Kapolda Sumbar Kunjungi Tol Padang - Pekanbaru

Tuesday, July 6, 2021 : 9:01:00 PM
Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Kapolda Sumbar Irjen Toni Hermanto dan Bupati Padang Pariaman meninjau Jalan Tol Trans Sumatera ruas Padang - Pekanbaru. (foto : nov)


PADANG, murainews.com -- Percepatan pembebasan lahan Tol Padang - Pekanbaru Hutama Karya (HK) secara teknisnya harus aktif untuk mencari, mendatangi semua pemilik lahan yang telah terdata untuk mempercepat proses pembebasan lahan, guna menemukan kendala proyek tersebut

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy dan Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto bersama pihak PT. Hutama Karya melakukan rapat percepatan progres Jalan Tol Trans Sumatera ruas Padang - Pekanbaru di Hutama Karya, Selasa (6/7/2021). Sekaligus melakukan peninjauan langsung sampai dimana pembangunan tol tersebut untuk menjajaki persoalan yang masih menjadi kendala.

"Terakhir yang sudah bebas lahannya ada 42 persen UGK. Target kita di bulan Desember 2022, untuk tol Padang-Sicincin sudah bisa beroperasi. Permasalahannya banyak ke administratif, pembebasan lahan dan kemungkinan ada keterlambatan pembayaran dari BPN," kata Audy Joinaldy.


Wagub Sumbar Audy Joinaldy mengatakan pihaknya dan Polda Sumbar akan mengunjungi BPN untuk menindaklanjuti apa permasalahannya sebenarnya.

"Sebenarnya untuk ganti rugi sudah disepakati. Kalau secara umum masyarakat sebenarnya menerima. Kan ganti untungnya minimal Rp180 ribu, tinggi sekali, makanya kita sebut ganti untung. Nanti tergantung posisi tanahnya," sebutnya.

Audy menilai persoalan yang terjadi sebagian besar terkait administrasi. Selain itu kemungkinan ada keterlambatan pembayaran.

"Tapi secara umum kita temukan, masyarakat sebenarnya bisa menerima pembangunan proyek strategis nasional ini. Apalagi nilai penggantian lahan juga cukup tinggi. Jadi tidak ganti rugi lagi, tetapi ganti untung," ujarnya.

Audy mengatakan pihaknya akan fokus untuk menyelesaikan dulu masalah administrasi lahan STA 4,2 hingga 6,3 yang sebagian masih ada yang belum bebas. Dia juga berharap, penyelesaian administrasi dapat dipercepat. Dia berharap masalah ganti rugi bisa selesai pada Desember 2021.

Terakhir 42 persen sudah UGK, Terkait teknis, sampai sta 4,2 sudah bebas di Kecamatan Batang Anai, permasalahan karena tidak melibatkan Ninik Mamak. 

"Kalo bisa kita percepat, kadang terkait dokumen. Ada ninik mamak yg tidak tandatangan, harus komunikasikan segera. Kita harus ubah pola," ucap Wagub Sumbar.


Dia menambahkan, hingga proses pembebasan lahan dan ganti rugi selesai. PT Hutama Karya akan terus melakukan pembangunan infrastruktur di ruas tol tersebut. 

"Pihak HK kan kerjanya membangun, kalau tanahnya clear ya dibangun. HK ini berharap pembebasan lahan ini cepat," pintanya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Toni Hermanto memgatakan akan menindak pelaku penghambat pembangunan jalan tol Padang - Pekanbaru yang masih belum tuntas 

"Artinya kita memang harus percepat karena pembangunan tol di Sumatera ini sudah ratusan kilometer, hanya di Sumbar saja yang baru 4,2 kilometer," ujarnya.

Dia menyebutkan, kondisi saat ini berdasarkan data di lapangan, 14,3 kilometer sudah selesai dibebaskan dan dibayarkan.

"Sering kita memdengarkan isu ini tidak sedap untuk kita dan forkompimda. Makanya kita disini untuk mendengar langsung sampai mana tahapan dan hambatan kita harus tahu," ucap Toni Hermanto.

"Sebenarnya dengan pengadilan dan sudah cukup, itu mekanisme lebih cepat. Kita harus jalan, persoalan ini dilaksanakan dengan target capaian waktu. Aparat kita siap turun ke lapangan," ungkapnya.

Kapolda menegaskan harus ada semangat dan keinginan baik dari setiap pemangku kepentingan untuk mensukseskan pelaksanaan pembangunan jalan tol dan jauhkan dari kepentingan pribadi.

"Jangan selalu menyalahkan masyarakat sebagai faktor penghambat dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol. Kita harus carikan solusi tapi tepat sasaran, sehingga jalan tol tetap berjalan," tambahnya.

Selanjutnya rombongan Wagub Sumbar yang dihadiri oleh Kapolda Sumbar, Bupati Padang Pariaman, Kadis PMD, Kapolres Padang Pariaman beserta jajaranya, Camat Batang Anai, dan Manajer Pengendalian Jalan Tol Berlin Tampubolon, langsung meninjau lokasi jalan tol. (nov)