Kunjungi Daerah Terisolir, Wagub Audy Joinaldy Dengar Curhat Warga Galugua - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


Limapuluh Kota, murainews.com -- Untuk pertama kali sejak dilantik menjadi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy langsung terfokus bagaimana menata pembangunan di daerah- daerah terpencil dalam mengatasi kesehatan dan Insfrastruktur jalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat Wagub Audy langsung turun melihat kondisi warga yang terisolir di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (1/7/2021).

Perjalanan menggunakan kendaraan khusus (4×4) menuju Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX sangat sulit ditempuh, bahkan kendaraan rombongan sering kandas dikubangan lumpur. 


"Saat ini jangan dilihat sulitnya jalan, tapi bagaimana kita harus pikirkan mewujudkan percepatan pembangunan yang merasa dengan menjadi masyarakat sejahtera," kata Audy Joinaldy.

Wagub Audy Joinaldy yang didampingi oleh Wabup Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri, Kepala Dinas PUPR Sumbar Fathol Bari, Asisten I Setda Limapuluh Kota dan beberapa kepala OPD Limapuluh Kota, untuk sampai ke Nagari Galugua itu rombongan membutujkan waktu 4 jam. 

Sesampai di lokasi orang nomor dua di Sumbar tersebut langsung menyapa warga. "Assalamualaikum, bagaimana kabarnya, apa sehat-sehat semua?," ucapnya saat menemui warga.

Kedatangan rombongan Wagub Sumbar dan Wabup Limapuluh Kota disambut  baik oleh warga setempat dan menyampaikan sejumlah permasalahan yang ada di Nagari Galugua.


"Sebenarnya saya diajak datang kesini oleh Wabup Limapuluh Kota untuk mengunjungi Nagari Galugua ini, salah satu desa terisolir di Sumbar. Karena sudah banyak mendengar keluhan dari warga sini, makanya saya hadir disini untuk melihat langsung kondisinya," ucapnya.

Nagari Galugua banyak menyimpan potensi untuk digarap yang memiliki lahan pertanian yang subur juga mengandung kekayaan tambang. Wajar bila dikelola sebagai destinasi wisata.

Potensi ekonomi yang ada di Galugua terutama komoditi gambir dan jagung dengan luas lahan lebih dari 25 hektare diyakini bisa menjadi alasan yang bagus untuk diajukan ke Bappenas agar bisa dibantu.

"Kalau kita hanya mengandalkan bahwa ini daerah terisolir dengan 750 KK mungkin agak sulit untuk meminta bantuan. Karena kebutuhan anggaran yang sangat besar. Kita harus cari dasar pertimbangan lain yang lebih memungkinkan, salah satunya potensi ekonomi daerah yang sangat besar di Galugua," katanya.

Akses jalan akan memberikan nilai tambah bagi komoditas hasil pertanian masyarakat. Sekaligus juga akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan alasan yang tepat, diyakini Bappenas akan mengulurkan bantuan pembangunan dua ruas jalan tersebut.

Wakil Bupati Limapuluh Kota Riski Kurniawan Nakasari mengatakan pembangunan jalan di Galugua sudah menjadi cita-cita masyarakat dan pemerintah daerah. Namun karena anggaran yang sangat terbatas maka belum kunjung terealisasi.

"Kita mengajak Wakil Gubernur untuk meninjau langsung ke lokasi melihat kondisi ril di lapangan dengan harapan mendapat dukungan provinsi dan pusat dalam hal pembangunan jalan ini," katanya.

Ia mengatakan akses jalan akan memangkas biaya distribusi sehingga akan bisa mendongkrak perekonomian masyatakat yang sebagian besar bergerak di bidang pertanian.

Dalam pertemuan itu, selain mengeluhkan jalan yang tidak layak, masyarakat Galugua juga mengeluhkan sulitnya jaringan internet dan mengharapkan dukungan pemerintah untuk mengatasi blank spot tersebut.

Sementara itu, salah satu warga Galugua  menyampaikan keluhannya itu mengatakan, hampir seluruh warga yang ada di Nagari Galugua berharap banyak pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar jalan yang ada di desanya bisa mendapatkan perhatian.

“Masyarakat meminta agar jalan dari Galigua ke Kapur IX bisa direalisasikan, agar kami bisa membawa hasil panen lebih cepat," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Audy mengaku akan mengupayakan apa yang bisa dilakukan.

"Saya tidak mau janji. Tapi, Insya Allah masalah ini segera akan kita bicarakan di provinsi dan tingkat pusat," sebutnya. (nov)

Kunjungi Daerah Terisolir, Wagub Audy Joinaldy Dengar Curhat Warga Galugua

Friday, July 2, 2021 : 12:23:00 AM


Limapuluh Kota, murainews.com -- Untuk pertama kali sejak dilantik menjadi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy langsung terfokus bagaimana menata pembangunan di daerah- daerah terpencil dalam mengatasi kesehatan dan Insfrastruktur jalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat Wagub Audy langsung turun melihat kondisi warga yang terisolir di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (1/7/2021).

Perjalanan menggunakan kendaraan khusus (4×4) menuju Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX sangat sulit ditempuh, bahkan kendaraan rombongan sering kandas dikubangan lumpur. 


"Saat ini jangan dilihat sulitnya jalan, tapi bagaimana kita harus pikirkan mewujudkan percepatan pembangunan yang merasa dengan menjadi masyarakat sejahtera," kata Audy Joinaldy.

Wagub Audy Joinaldy yang didampingi oleh Wabup Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri, Kepala Dinas PUPR Sumbar Fathol Bari, Asisten I Setda Limapuluh Kota dan beberapa kepala OPD Limapuluh Kota, untuk sampai ke Nagari Galugua itu rombongan membutujkan waktu 4 jam. 

Sesampai di lokasi orang nomor dua di Sumbar tersebut langsung menyapa warga. "Assalamualaikum, bagaimana kabarnya, apa sehat-sehat semua?," ucapnya saat menemui warga.

Kedatangan rombongan Wagub Sumbar dan Wabup Limapuluh Kota disambut  baik oleh warga setempat dan menyampaikan sejumlah permasalahan yang ada di Nagari Galugua.


"Sebenarnya saya diajak datang kesini oleh Wabup Limapuluh Kota untuk mengunjungi Nagari Galugua ini, salah satu desa terisolir di Sumbar. Karena sudah banyak mendengar keluhan dari warga sini, makanya saya hadir disini untuk melihat langsung kondisinya," ucapnya.

Nagari Galugua banyak menyimpan potensi untuk digarap yang memiliki lahan pertanian yang subur juga mengandung kekayaan tambang. Wajar bila dikelola sebagai destinasi wisata.

Potensi ekonomi yang ada di Galugua terutama komoditi gambir dan jagung dengan luas lahan lebih dari 25 hektare diyakini bisa menjadi alasan yang bagus untuk diajukan ke Bappenas agar bisa dibantu.

"Kalau kita hanya mengandalkan bahwa ini daerah terisolir dengan 750 KK mungkin agak sulit untuk meminta bantuan. Karena kebutuhan anggaran yang sangat besar. Kita harus cari dasar pertimbangan lain yang lebih memungkinkan, salah satunya potensi ekonomi daerah yang sangat besar di Galugua," katanya.

Akses jalan akan memberikan nilai tambah bagi komoditas hasil pertanian masyarakat. Sekaligus juga akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan alasan yang tepat, diyakini Bappenas akan mengulurkan bantuan pembangunan dua ruas jalan tersebut.

Wakil Bupati Limapuluh Kota Riski Kurniawan Nakasari mengatakan pembangunan jalan di Galugua sudah menjadi cita-cita masyarakat dan pemerintah daerah. Namun karena anggaran yang sangat terbatas maka belum kunjung terealisasi.

"Kita mengajak Wakil Gubernur untuk meninjau langsung ke lokasi melihat kondisi ril di lapangan dengan harapan mendapat dukungan provinsi dan pusat dalam hal pembangunan jalan ini," katanya.

Ia mengatakan akses jalan akan memangkas biaya distribusi sehingga akan bisa mendongkrak perekonomian masyatakat yang sebagian besar bergerak di bidang pertanian.

Dalam pertemuan itu, selain mengeluhkan jalan yang tidak layak, masyarakat Galugua juga mengeluhkan sulitnya jaringan internet dan mengharapkan dukungan pemerintah untuk mengatasi blank spot tersebut.

Sementara itu, salah satu warga Galugua  menyampaikan keluhannya itu mengatakan, hampir seluruh warga yang ada di Nagari Galugua berharap banyak pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar jalan yang ada di desanya bisa mendapatkan perhatian.

“Masyarakat meminta agar jalan dari Galigua ke Kapur IX bisa direalisasikan, agar kami bisa membawa hasil panen lebih cepat," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Audy mengaku akan mengupayakan apa yang bisa dilakukan.

"Saya tidak mau janji. Tapi, Insya Allah masalah ini segera akan kita bicarakan di provinsi dan tingkat pusat," sebutnya. (nov)