Menteri KKP Ingin Budidaya Perikanan Sumbar Berorientasi Ekspor - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Bersama dengan anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto, anggota DPD RI, Emma Yohana serta jajaran Ditjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono kunjungan kerja selama tiga hari, tanggal 2-4 Juni di Sumatera Barat (Sumbar). 

Kehadiran Sakti Wahyu Trenggono ke Sumatera Barat dikarenakan ingin melihat langsung  kondisi sesungguhnya tentang berbagai potensi perikanan di Sumbar. Menurutnya, kunjungan ini penting sebagai dasar menentukan langkah dan program apa yang tepat bagi Sumbar ke depan. 

"Bagus sekali di Sumbar sudah ada perusahaan ikan tuna, tapi skalanya saya lihat masih kecil. Industri ini yang akan kita dorong. Dari sisi nelayan, bagaimana alat tangkapnya bisa ditingkatkan sehingga pada akhirnya nilai tukarnya jadi lebih baik dan kesejahteraannya meningkat," kata Sakti, usai meninjau ke PT. Dempo, di kawasan PPS Bungus, Rabu (2/6/2021). 

Menteri Sakti yang pernah menjabat wakil menteri pertahanan ini menambahkan, semua rangkaian kunjungan kerja KKP adalah dalam rangka mewujudkan tiga program besar KKP sampai tahun 2024. 

Diantara program tersebut adalah pengembangan dan peningkatan budidaya yang orientasi ekspor. Menurut Sakti, salah satu potensi budidaya yang bagus di Sumbar adalah potensi kerapu dan ini yang harus dikembangkan. 

Program lainnya adalah budidaya dengan kearifal lokal. Yakni, dengan menciptakan atau mengembangkan kampung-kampung perikanan dengan skala besar. Misal kampung nila atau gurame. Kedua jenis ikan ini kata Sakti, juga berpotensi di Sumbar. 

"Makanya saya harus lihat langsung kondisi realnya.  Yang paling penting juga ialah, harus dilihat apakah masyarakat yang akan kita bantu itu memang punya passion diusaha perikanan atau tidak. Jadi harus tepat sasaran. Potensi lain di Sumbar ini adalah bagaimana membuat subsitusi pakan, ini potensi industri juga. Apalagi orang Sumbar yang lulusan perikanan yang hebat-hebat itu banyak," tutur Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini. 

Selama tiga hari melaksanakan kunjungan kerja di Sumbar, Sakti Wahyu Trenggono akan melakukan peninjauan ke beberapa daerah. Diantaranya meninjau prosesing Tuna di PPS Bungus, meninjau usaha pembenihan gurami di Suliki, melihat budidaya patin terintegrasi di Lubuk Minturun, serta peninjauan budidaya kerapu di Carocok, Pesisir Selatan. (*)

Menteri KKP Ingin Budidaya Perikanan Sumbar Berorientasi Ekspor

Wednesday, June 2, 2021 : 4:47:00 PM


PADANG, murainews.com -- Bersama dengan anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto, anggota DPD RI, Emma Yohana serta jajaran Ditjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono kunjungan kerja selama tiga hari, tanggal 2-4 Juni di Sumatera Barat (Sumbar). 

Kehadiran Sakti Wahyu Trenggono ke Sumatera Barat dikarenakan ingin melihat langsung  kondisi sesungguhnya tentang berbagai potensi perikanan di Sumbar. Menurutnya, kunjungan ini penting sebagai dasar menentukan langkah dan program apa yang tepat bagi Sumbar ke depan. 

"Bagus sekali di Sumbar sudah ada perusahaan ikan tuna, tapi skalanya saya lihat masih kecil. Industri ini yang akan kita dorong. Dari sisi nelayan, bagaimana alat tangkapnya bisa ditingkatkan sehingga pada akhirnya nilai tukarnya jadi lebih baik dan kesejahteraannya meningkat," kata Sakti, usai meninjau ke PT. Dempo, di kawasan PPS Bungus, Rabu (2/6/2021). 

Menteri Sakti yang pernah menjabat wakil menteri pertahanan ini menambahkan, semua rangkaian kunjungan kerja KKP adalah dalam rangka mewujudkan tiga program besar KKP sampai tahun 2024. 

Diantara program tersebut adalah pengembangan dan peningkatan budidaya yang orientasi ekspor. Menurut Sakti, salah satu potensi budidaya yang bagus di Sumbar adalah potensi kerapu dan ini yang harus dikembangkan. 

Program lainnya adalah budidaya dengan kearifal lokal. Yakni, dengan menciptakan atau mengembangkan kampung-kampung perikanan dengan skala besar. Misal kampung nila atau gurame. Kedua jenis ikan ini kata Sakti, juga berpotensi di Sumbar. 

"Makanya saya harus lihat langsung kondisi realnya.  Yang paling penting juga ialah, harus dilihat apakah masyarakat yang akan kita bantu itu memang punya passion diusaha perikanan atau tidak. Jadi harus tepat sasaran. Potensi lain di Sumbar ini adalah bagaimana membuat subsitusi pakan, ini potensi industri juga. Apalagi orang Sumbar yang lulusan perikanan yang hebat-hebat itu banyak," tutur Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini. 

Selama tiga hari melaksanakan kunjungan kerja di Sumbar, Sakti Wahyu Trenggono akan melakukan peninjauan ke beberapa daerah. Diantaranya meninjau prosesing Tuna di PPS Bungus, meninjau usaha pembenihan gurami di Suliki, melihat budidaya patin terintegrasi di Lubuk Minturun, serta peninjauan budidaya kerapu di Carocok, Pesisir Selatan. (*)