Tinjau Banjir Bandang di Tapan, Gubernur Sumbar Serahkan Bantuan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar mengunjungi lokasi banjir Ranah Ampek Hulu Tapan. (foto : nov)


TAPAN, murainews.com -- Menindaklanjuti kunjungan tokoh masyarakat Tapan yang didampingi Anggota DPRD Sumbar Dapil Pesisir Selatan Muklasin di Istana Gubernur, (27/5) yang lalu. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuktikan kepeduliaan terhadap warga Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan yang terkena bencana banjir dengan mengunjungi daerah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur Sumbar mengatakan akan segera melakukan penanganan tanggap darurat terhadap bencana banjir Tapan. 

"Kita akan segera mulai kerjakan dalam bentuk pemasangan karung pasir dan bronjong di sepanjang aliran batang sako, yang penting masyarakat terlindungi dari luapan air sungai selama ini," kata Mahyeldi di Kantor Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Sabtu (29/5/2021) sore. 


Diketahui bencana banjir di Tapan, terjadi banjir besar pada hari Selasa dan Minggu (11 dan 16 Mei 2021) telah mengakibatkan rumah terendam air setinggi 0,5 meter -2,5 meter dua kecamatan, Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan yang terdampak pada 11 nagari dikedua kecamatan tersebut.

Akibatnya masyarakat masyarakat mengalami kerugian diantaranya, tanaman padi sawah 1.275 ha, tanaman palawija 303 ha, rumah roboh dan hanyut 5 unit, jembatan rusak dan putus 2 unit, fasilitas pendidikan 7 unit, sarana ibadah 5 unit, kantor pemerintahan 3 unit dan rumah masyarakat terendam 866 unit.

Di hadapan para warga, Gubernur Mahyeldi akan menyiapkan langkah antisipasi dan penanggulangan, BPBD Sumbar telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa terdampak serta menyiapkan bantuan logistik untuk diberikan kepada warga terdampak banjir.

"Kejadian ini di luar dugaan kita semua. Karena bencana tentunya datangnya tiba tiba. Untuk itu kita harus antisipasi, agar tidak ada lagi banjir yang akan melanda daerah ini," ucapnya.


"Maka dari itu kami datang membawa anggota DPRD untuk bisa merasakan langsung apa yang menimpa masyarakat Tapan ini," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan berupa logistik tanggap darurat senilai lebih kurang 109 juta rupiah dari Dinas Sosial, family kits, perlengkapan bayi, selimut, paket makanan lauk pauk, dan di masa Pandemi ini masker sebanyak 22 ribu pieces juga menjadi bagian dalam bantuan yang diberikan dari BPBD. 

Selain masker, kebutuhan kesehatan lain seperti MP-ASI 10 kardus, PMT Ibu Hamil 4 kardus, dan obat-obatan lainnya juga diberikan dari Dinas Kesehatan, Baronjong dan Geo Bag dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi untuk pembuatan tanggul sementara, serta dana sebesar Rp250 Juta dari BNPB Pusat untuk kebutuhan dasar masyarakat Tapan. 


"Mudah2an dengan tahap pertama ini bisa mengurangi resiko yang terjadi. Untuk jangka panjangnya, insyaaAllah kita sudah usulkan dukungan dana dari pusat dengan total dukungan Rp1,2 Triliun. Nah, menjelang itu akan ada anggaran dari Provinsi sebesar Rp15 Miliar. Ini semua kita lakukan bertahap," tambah Mahyeldi. 

Diakhir sambutannya, Mahyeldi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kejadian bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba, memasuki ujung musim penghujan.

Sementara itu, salah satu tokoh Masyarakat, Rusman Amir Nagari Binjai Kecamatan Ampek Hulu Tapan mengatakan, bahwa masyarakat sangat bahagia menyambut kedatangan Mahyeldi dan berterima kasih untuk segala bantuan yang diberikan kepada mereka. 

"Kami sangat senang atas kunjungan Pak Gubernur beserta rombongan untuk membantu kami disini. Alhamdulillah, apalagi kami dengar akan turun dana dari pusat. Kami sudah letih dengan musibah banjir ini, Pak," sebut Rusman.

Rusman menceritakan bagaimana daerahnya tidak pernah dilanda bencana banjir. Namun belakangan ini setiap hujan warga setempat sering merasa cemas akan terjadi banjir. Karena akhir akhir ini air hujan bisa menghantam masuk sudah semakin tinggi, bahkan hingga 3 meter.

Selanjutnya, Mahyeldi bersama rombongan melihat langsung pada titik-titik yang terdampak parah banjir bandang tersebut. (nov)

Tinjau Banjir Bandang di Tapan, Gubernur Sumbar Serahkan Bantuan

Sunday, May 30, 2021 : 1:19:00 AM
Gubernur Sumbar mengunjungi lokasi banjir Ranah Ampek Hulu Tapan. (foto : nov)


TAPAN, murainews.com -- Menindaklanjuti kunjungan tokoh masyarakat Tapan yang didampingi Anggota DPRD Sumbar Dapil Pesisir Selatan Muklasin di Istana Gubernur, (27/5) yang lalu. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuktikan kepeduliaan terhadap warga Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan yang terkena bencana banjir dengan mengunjungi daerah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur Sumbar mengatakan akan segera melakukan penanganan tanggap darurat terhadap bencana banjir Tapan. 

"Kita akan segera mulai kerjakan dalam bentuk pemasangan karung pasir dan bronjong di sepanjang aliran batang sako, yang penting masyarakat terlindungi dari luapan air sungai selama ini," kata Mahyeldi di Kantor Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Sabtu (29/5/2021) sore. 


Diketahui bencana banjir di Tapan, terjadi banjir besar pada hari Selasa dan Minggu (11 dan 16 Mei 2021) telah mengakibatkan rumah terendam air setinggi 0,5 meter -2,5 meter dua kecamatan, Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan yang terdampak pada 11 nagari dikedua kecamatan tersebut.

Akibatnya masyarakat masyarakat mengalami kerugian diantaranya, tanaman padi sawah 1.275 ha, tanaman palawija 303 ha, rumah roboh dan hanyut 5 unit, jembatan rusak dan putus 2 unit, fasilitas pendidikan 7 unit, sarana ibadah 5 unit, kantor pemerintahan 3 unit dan rumah masyarakat terendam 866 unit.

Di hadapan para warga, Gubernur Mahyeldi akan menyiapkan langkah antisipasi dan penanggulangan, BPBD Sumbar telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa terdampak serta menyiapkan bantuan logistik untuk diberikan kepada warga terdampak banjir.

"Kejadian ini di luar dugaan kita semua. Karena bencana tentunya datangnya tiba tiba. Untuk itu kita harus antisipasi, agar tidak ada lagi banjir yang akan melanda daerah ini," ucapnya.


"Maka dari itu kami datang membawa anggota DPRD untuk bisa merasakan langsung apa yang menimpa masyarakat Tapan ini," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan berupa logistik tanggap darurat senilai lebih kurang 109 juta rupiah dari Dinas Sosial, family kits, perlengkapan bayi, selimut, paket makanan lauk pauk, dan di masa Pandemi ini masker sebanyak 22 ribu pieces juga menjadi bagian dalam bantuan yang diberikan dari BPBD. 

Selain masker, kebutuhan kesehatan lain seperti MP-ASI 10 kardus, PMT Ibu Hamil 4 kardus, dan obat-obatan lainnya juga diberikan dari Dinas Kesehatan, Baronjong dan Geo Bag dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi untuk pembuatan tanggul sementara, serta dana sebesar Rp250 Juta dari BNPB Pusat untuk kebutuhan dasar masyarakat Tapan. 


"Mudah2an dengan tahap pertama ini bisa mengurangi resiko yang terjadi. Untuk jangka panjangnya, insyaaAllah kita sudah usulkan dukungan dana dari pusat dengan total dukungan Rp1,2 Triliun. Nah, menjelang itu akan ada anggaran dari Provinsi sebesar Rp15 Miliar. Ini semua kita lakukan bertahap," tambah Mahyeldi. 

Diakhir sambutannya, Mahyeldi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kejadian bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba, memasuki ujung musim penghujan.

Sementara itu, salah satu tokoh Masyarakat, Rusman Amir Nagari Binjai Kecamatan Ampek Hulu Tapan mengatakan, bahwa masyarakat sangat bahagia menyambut kedatangan Mahyeldi dan berterima kasih untuk segala bantuan yang diberikan kepada mereka. 

"Kami sangat senang atas kunjungan Pak Gubernur beserta rombongan untuk membantu kami disini. Alhamdulillah, apalagi kami dengar akan turun dana dari pusat. Kami sudah letih dengan musibah banjir ini, Pak," sebut Rusman.

Rusman menceritakan bagaimana daerahnya tidak pernah dilanda bencana banjir. Namun belakangan ini setiap hujan warga setempat sering merasa cemas akan terjadi banjir. Karena akhir akhir ini air hujan bisa menghantam masuk sudah semakin tinggi, bahkan hingga 3 meter.

Selanjutnya, Mahyeldi bersama rombongan melihat langsung pada titik-titik yang terdampak parah banjir bandang tersebut. (nov)