Gubernur Sumbar Hadiri Alek Nagari Malewakan Gala Datuak Intan Batuah Dari Suku Jambak Kabupaten Agam - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


AGAM, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Asharullah Datuak Marajo hadiri acara alek nagari malewakan gala mengangkat penghulu Datuak Intan Batuah dari suku Jambak di Jorong Sungai Janiah Nagari Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam, Minggu (30/5/2021).

Alek nagari batagak gala ini ditandai dengan proses pemasangan keris secara simbolis kepada Gusri Arif Datuak Panghulu dari Gubernur Sumbar.

Mahyeldi Datuak Marajo mengatakan, pemangku panghulu diharapkan bisa menjadi tokoh dan panutan untuk kemenakan di suku masing-masing maupun dalam nagari. Serta bisa membimbing kemenakan sesuai adat yang berlaku. 


"Kalau kita lihat banyak generasi muda kurang memahami adat. Saya berharap adat tetap akan menjadi tolak ukur bersikap anak muda," kata Mahyeldi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang merumuskan kurikulum islami untuk sekolah dasar. Menerapkan pendidikan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK). Serta kurikulum bernuansa internasional dengan mengoptimalkan kemampuan bahasa inggris setiap siswa agar bisa melanjutkan ke jenjang sekolah tinggi. 

Mahyeldi Datuak Marajo mengingatkan, bahwa amanah menjadi Panghulu itu tidaklah gampang. Pasalnya menjadi pemuka adat yang akan membimbing anak dan kemenakan di nagari. Segala tindak tanduk maupun sikap penghulu akan dicontoh oleh orang di kampung.


"Seorang Panghulu harus menjaga sikap dan berprilakulah sebagai pemimpin yang mengayomi nagari. Jangan sampai Nagari rusak dikarenakan kita sendiri. Gusri Arif harus bisa menjadi pedoman bagi anak dan kemenakan di nagari, Anda akand segani hingga akhir hayat," sebutnya.

Selain itu Mahyeldi Datuak Marajo melihat rangkaian dan prosesi adat batagak penghulu yang dilakukan oleh Panitia maupun KAN Tabek Panjang mengaku kagum dan terkejut karena dalam acara ini masih memakai tata cara dan adat istiadat yang lama. 


"Seperti inilah yang kita inginkan bersama, keaslian adat Minangkabau. Mulai dari penyambutan sampai acara melewakan Datuak penuh dengan petatah petitih asli dari adat Kabupaten Agam," ucapnya.

Diakhir sambutannya Gubernur Sumbar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan alek batagak gala ini dan ucapan selamat kepada Panghulu Datuak Intan Batuah yang di nobatkan pada hari itu.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, kami ucapkan selamat kepada Datuak Intan Batuah yang telah dinobatkan sebagai Penghulu di suku Jambak," tutupnya. (nov)

Gubernur Sumbar Hadiri Alek Nagari Malewakan Gala Datuak Intan Batuah Dari Suku Jambak Kabupaten Agam

Sunday, May 30, 2021 : 4:10:00 PM


AGAM, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Asharullah Datuak Marajo hadiri acara alek nagari malewakan gala mengangkat penghulu Datuak Intan Batuah dari suku Jambak di Jorong Sungai Janiah Nagari Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam, Minggu (30/5/2021).

Alek nagari batagak gala ini ditandai dengan proses pemasangan keris secara simbolis kepada Gusri Arif Datuak Panghulu dari Gubernur Sumbar.

Mahyeldi Datuak Marajo mengatakan, pemangku panghulu diharapkan bisa menjadi tokoh dan panutan untuk kemenakan di suku masing-masing maupun dalam nagari. Serta bisa membimbing kemenakan sesuai adat yang berlaku. 


"Kalau kita lihat banyak generasi muda kurang memahami adat. Saya berharap adat tetap akan menjadi tolak ukur bersikap anak muda," kata Mahyeldi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedang merumuskan kurikulum islami untuk sekolah dasar. Menerapkan pendidikan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK). Serta kurikulum bernuansa internasional dengan mengoptimalkan kemampuan bahasa inggris setiap siswa agar bisa melanjutkan ke jenjang sekolah tinggi. 

Mahyeldi Datuak Marajo mengingatkan, bahwa amanah menjadi Panghulu itu tidaklah gampang. Pasalnya menjadi pemuka adat yang akan membimbing anak dan kemenakan di nagari. Segala tindak tanduk maupun sikap penghulu akan dicontoh oleh orang di kampung.


"Seorang Panghulu harus menjaga sikap dan berprilakulah sebagai pemimpin yang mengayomi nagari. Jangan sampai Nagari rusak dikarenakan kita sendiri. Gusri Arif harus bisa menjadi pedoman bagi anak dan kemenakan di nagari, Anda akand segani hingga akhir hayat," sebutnya.

Selain itu Mahyeldi Datuak Marajo melihat rangkaian dan prosesi adat batagak penghulu yang dilakukan oleh Panitia maupun KAN Tabek Panjang mengaku kagum dan terkejut karena dalam acara ini masih memakai tata cara dan adat istiadat yang lama. 


"Seperti inilah yang kita inginkan bersama, keaslian adat Minangkabau. Mulai dari penyambutan sampai acara melewakan Datuak penuh dengan petatah petitih asli dari adat Kabupaten Agam," ucapnya.

Diakhir sambutannya Gubernur Sumbar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan alek batagak gala ini dan ucapan selamat kepada Panghulu Datuak Intan Batuah yang di nobatkan pada hari itu.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, kami ucapkan selamat kepada Datuak Intan Batuah yang telah dinobatkan sebagai Penghulu di suku Jambak," tutupnya. (nov)