Gubernur Mahyeldi Lepas Jenazah Nurhayati di makamkan Koto Nan Ampek Payakumbuh - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar Mahyeldi lepas jenazah Nurhayati  SMAN 3 Payakumbuh


PADANG, murainews.com -- Kabar duka menyelimuti keluarga besan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di saat momentum Idul Fitri 1442 Hijriah. Nurhayati, Kepala SMAN 3 Payakumbuh yang merupakan Istri dari Agustion Kadis Pendidikan Kota Payakumbuh pada Kamis (13/5/2021) sekitar pukul 23.05 WIB

Dra. Nurhayati meninggal dunia di Rumah Sakit pada usia 55 tahun, setelah dirawat di RS M Djamil Padang, merupakan mertua putra keempat dari Mahyeldi yaitu Muhammad Taufiqur Rahman pasangan Rahmah Agustina.

Mahyeldi mengaku mendapat kabar Nurhayati mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 23.30 WIB dari Rumah Sakit M Djamil Padang. Ia bersama keluarga langsung menuju rumah sakit dan ikut mengantarkan jenazah ke rumah duka di Kota Payakumbuh dan di kuburkan di pemakaman Koto Nan Ampek.


Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Dra. Nurhayati. 

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah buk Nurhayati. Beliau meninggalkan kita tepat pada 1 Syawal 1442 Hijriah atau Idul Fitri 1442 H/Lebaran 2021 Kamis (13/5/2021) setelah menjalani Ramadan. Semoga ini pertanda positif bagi almarhumah, Insya Allah beliau husnul khotimah, Aamiin YRA," kata Mahyeldi saat melepas Almarhumah, Payakumbuh, Jumat (14/5/2021).

Mahyeldi mengatakan, meninggalnya seseorang merupakan janji Allah SWT, sesuai firmannya ‘Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut’ yang artinya ‘Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian’. 

"Atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat dan keluarga besar, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian buk Nurhayati. Almarhumah merupakan sosok seorang guru sejati, sebagai pembimbing dan mengarakan generasi muda menjadi lebih baik dalam menjalankan kehidupan," kata Mahyeldi.


Baginya, Almarhum Nurhayati merupakan sosok seorang pendidik, riwayat pekerjaan beliau dari kepala SMAN 3 Payakumbuh betul-betul matang. Keteladannya yang baik adalah contoh yang baik yang berhubungan dengan sikap, perilaku, tutur kata, mental, maupun yang terkait dengan akhlak yang moral yang patut dijadikan contoh bagi siswa.

Ia menambahkan, mewakili keluarga menyampaikan kepada masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut untuk memaafkan segala kesalahan-kesalahan almarhumah lakukan selama hidup. 

"Semoga almarhumah ditempatkan di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini," tuturnya. (nov)

Gubernur Mahyeldi Lepas Jenazah Nurhayati di makamkan Koto Nan Ampek Payakumbuh

Friday, May 14, 2021 : 5:36:00 PM
Gubernur Sumbar Mahyeldi lepas jenazah Nurhayati  SMAN 3 Payakumbuh


PADANG, murainews.com -- Kabar duka menyelimuti keluarga besan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di saat momentum Idul Fitri 1442 Hijriah. Nurhayati, Kepala SMAN 3 Payakumbuh yang merupakan Istri dari Agustion Kadis Pendidikan Kota Payakumbuh pada Kamis (13/5/2021) sekitar pukul 23.05 WIB

Dra. Nurhayati meninggal dunia di Rumah Sakit pada usia 55 tahun, setelah dirawat di RS M Djamil Padang, merupakan mertua putra keempat dari Mahyeldi yaitu Muhammad Taufiqur Rahman pasangan Rahmah Agustina.

Mahyeldi mengaku mendapat kabar Nurhayati mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 23.30 WIB dari Rumah Sakit M Djamil Padang. Ia bersama keluarga langsung menuju rumah sakit dan ikut mengantarkan jenazah ke rumah duka di Kota Payakumbuh dan di kuburkan di pemakaman Koto Nan Ampek.


Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Dra. Nurhayati. 

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah buk Nurhayati. Beliau meninggalkan kita tepat pada 1 Syawal 1442 Hijriah atau Idul Fitri 1442 H/Lebaran 2021 Kamis (13/5/2021) setelah menjalani Ramadan. Semoga ini pertanda positif bagi almarhumah, Insya Allah beliau husnul khotimah, Aamiin YRA," kata Mahyeldi saat melepas Almarhumah, Payakumbuh, Jumat (14/5/2021).

Mahyeldi mengatakan, meninggalnya seseorang merupakan janji Allah SWT, sesuai firmannya ‘Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut’ yang artinya ‘Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian’. 

"Atas nama pemerintah provinsi Sumatera Barat dan keluarga besar, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian buk Nurhayati. Almarhumah merupakan sosok seorang guru sejati, sebagai pembimbing dan mengarakan generasi muda menjadi lebih baik dalam menjalankan kehidupan," kata Mahyeldi.


Baginya, Almarhum Nurhayati merupakan sosok seorang pendidik, riwayat pekerjaan beliau dari kepala SMAN 3 Payakumbuh betul-betul matang. Keteladannya yang baik adalah contoh yang baik yang berhubungan dengan sikap, perilaku, tutur kata, mental, maupun yang terkait dengan akhlak yang moral yang patut dijadikan contoh bagi siswa.

Ia menambahkan, mewakili keluarga menyampaikan kepada masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut untuk memaafkan segala kesalahan-kesalahan almarhumah lakukan selama hidup. 

"Semoga almarhumah ditempatkan di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini," tuturnya. (nov)