Tamu Tak Diundang Membawa Berkah, Gubernur Sumbar Bedah Rumah Syafei - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Gubernur Sumbar Mahyeldi kunjungi rumah Syafei untuk dilakukan bedah rumah (foto : nov)


PASAMAN, murainews.com -- Syafei (46) tak henti-hentinya mengucap syukur ketika Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan rombongan berkunjung ke rumahnya, di Kampung Padang Paraman Daerah, Nagari Air Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Senin (26/4/2021).

Pasalnya dalam kunjungan mendadak itu, tanpa sepengetahuannya, Syafei saat maka  sahur bersama keluarga ditemui oleh rombongan Gubernur Sumbar akan melakukan perbaikan rumah (bedah rumah) yang sudah lama dihuninya bersama istri dan tujuh orang anaknya beserta mertua perempuannya. 

Rasa tidak percaya, ditengah kegelapan pukul 03.15 WIB dini hari, ia dikunjungi tamu tak diundang, yaitu orang nomor satu di Sumbar. Sambil mengendong anaknya yang masih kecil ia mempersilahkan Gubernur Sumbar yang akrab dipanggil "Buya" untuk masuk ke rumahnya.

"Saya sempat kaget, ada yang ketuk pintu di pagi buta ini. Alhamdulillah, ternyata Buya," ucap Syafei sambil mempersilahkan Gubernur Sumbar masuk ke rumahnya.


Melihat rumah yang dihuni Syafei, Gubernur Sumbar sangat prihatin. Rumah tua semi permanen itu, memiliki tiga ruangan yang diskat memakai triplek terlihat yang sudah lapuk. Belum lagi lantai sudah banyak berlobang, akibat banyaknya cor semen pecah termakan usia.

"Baa kaba Syafei?, bara urang yang tinggal di siko ?," tanya Gubernur Mahyeldi.

"Alhamdulillah sehat Buya, kami tingga di rumah ko ada 11 orang. Saya basamo istri dan tujuah urang anak, ditambah ibu mertua jo etek," jawab Syafei.


Kemudian Gubernur Sumbar menyampaikan tujuannya untuk berkunjung ke rumah keluarga Syafei, yaitu ingin memperbaiki rumah, karena masuk dalam program bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah Provinsi Sumatera Barat (pemprov Sumbar).

"Ambo datang kamari, alah mangaduah Syafei jo Amak sadang sahur. Untuk itu kami minta maaf," ucap Buya Mahyeldi.

"Indak Buya, seharusnyo kami yang malu samo Buya. Rumah kami buruak lah banyak yang lapuak. Kursi indak ado tapaso Buya duduak dilantai," sebutnya

"Kami datang kami ko, ingin perbaiki rumah ko. Lai buliah ?," ujar Buya.


Spontan se isi rumah kaget, terharu dan bersyukur. Tanpa disadari mereka menangis tersedu-sedu mengucapkan Alhamdulillah dan berterima kasih kepada Gubernur Sumbar.

"IsyaAllah dengan adanya bantuan ini, Syafei bisa memperbaiki rumah, lebih permanen dan layak huni," harap Mahyeldi.


Keluarga Syafei mengaku tak menyangka, ada kunjungan Gubernur Sumbar tersebut yang bertujuan untuk menyerahkan bantuan perbaikan rumah senilai Rp25 juta, bahkan ia sendiri merasa tidak pernah mengajukan bedah rumah ke Pemprov Sumbar. 

“Alhamdulillah, saya sangat terharu dapat kunjungan dari orang nomor satu di Sumbar.  Saya betul-betul kaget dan bahagia mendapat bantuan ini. Rumah saya memang jelek dan sudah banyak yang rusak karena tidak mampu memperbaiki," kata Syafei.

Keterbatasan ekonomi menjadikan Syafei yang memiliki pekerjaan serabut ini tidak mampu memperbaiki rumah yang sudah rusak di berbagai bagian. Bahkan, ia harus menanggung biaya kebutuhan hidup dan pendidikan empat anaknya yang duduk di bangku sekolah dan tiga anak yang masih kecil. Dengan adanya bantuan ini, Syafei merasa lega dan bahagia karena bebannya teringankan.

"Saya sangat bersyukur, dengan kehadiran Gubernur Sumbar ini, sebentar lagi rumah kami akan diperbaiki. Alhamdulillah Saya bersyukur, kalau sudah diperbaiki nanti anak-anak saya bisa lebih nyaman berada di rumah ini," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berharap, adanya program RTLH ini tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, melainkan juga warga desa yang ikut bergotong royong membantu proses perbaikan. Ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat guna mengurangi kemiskinan di desa tersebut.

"Bantuan Rp25 juta ini tidak lebih untuk keperluan pembelian bahan bagunan, seperti semen, papan, kayu dan lainnya. Untuk penggerjaannya dilakukan oleh masyarakat melalui koordinasi perangkat Walinagari," ungkapnya. (nov)

Tamu Tak Diundang Membawa Berkah, Gubernur Sumbar Bedah Rumah Syafei

Monday, April 26, 2021 : 9:31:00 PM
Gubernur Sumbar Mahyeldi kunjungi rumah Syafei untuk dilakukan bedah rumah (foto : nov)


PASAMAN, murainews.com -- Syafei (46) tak henti-hentinya mengucap syukur ketika Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan rombongan berkunjung ke rumahnya, di Kampung Padang Paraman Daerah, Nagari Air Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Senin (26/4/2021).

Pasalnya dalam kunjungan mendadak itu, tanpa sepengetahuannya, Syafei saat maka  sahur bersama keluarga ditemui oleh rombongan Gubernur Sumbar akan melakukan perbaikan rumah (bedah rumah) yang sudah lama dihuninya bersama istri dan tujuh orang anaknya beserta mertua perempuannya. 

Rasa tidak percaya, ditengah kegelapan pukul 03.15 WIB dini hari, ia dikunjungi tamu tak diundang, yaitu orang nomor satu di Sumbar. Sambil mengendong anaknya yang masih kecil ia mempersilahkan Gubernur Sumbar yang akrab dipanggil "Buya" untuk masuk ke rumahnya.

"Saya sempat kaget, ada yang ketuk pintu di pagi buta ini. Alhamdulillah, ternyata Buya," ucap Syafei sambil mempersilahkan Gubernur Sumbar masuk ke rumahnya.


Melihat rumah yang dihuni Syafei, Gubernur Sumbar sangat prihatin. Rumah tua semi permanen itu, memiliki tiga ruangan yang diskat memakai triplek terlihat yang sudah lapuk. Belum lagi lantai sudah banyak berlobang, akibat banyaknya cor semen pecah termakan usia.

"Baa kaba Syafei?, bara urang yang tinggal di siko ?," tanya Gubernur Mahyeldi.

"Alhamdulillah sehat Buya, kami tingga di rumah ko ada 11 orang. Saya basamo istri dan tujuah urang anak, ditambah ibu mertua jo etek," jawab Syafei.


Kemudian Gubernur Sumbar menyampaikan tujuannya untuk berkunjung ke rumah keluarga Syafei, yaitu ingin memperbaiki rumah, karena masuk dalam program bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah Provinsi Sumatera Barat (pemprov Sumbar).

"Ambo datang kamari, alah mangaduah Syafei jo Amak sadang sahur. Untuk itu kami minta maaf," ucap Buya Mahyeldi.

"Indak Buya, seharusnyo kami yang malu samo Buya. Rumah kami buruak lah banyak yang lapuak. Kursi indak ado tapaso Buya duduak dilantai," sebutnya

"Kami datang kami ko, ingin perbaiki rumah ko. Lai buliah ?," ujar Buya.


Spontan se isi rumah kaget, terharu dan bersyukur. Tanpa disadari mereka menangis tersedu-sedu mengucapkan Alhamdulillah dan berterima kasih kepada Gubernur Sumbar.

"IsyaAllah dengan adanya bantuan ini, Syafei bisa memperbaiki rumah, lebih permanen dan layak huni," harap Mahyeldi.


Keluarga Syafei mengaku tak menyangka, ada kunjungan Gubernur Sumbar tersebut yang bertujuan untuk menyerahkan bantuan perbaikan rumah senilai Rp25 juta, bahkan ia sendiri merasa tidak pernah mengajukan bedah rumah ke Pemprov Sumbar. 

“Alhamdulillah, saya sangat terharu dapat kunjungan dari orang nomor satu di Sumbar.  Saya betul-betul kaget dan bahagia mendapat bantuan ini. Rumah saya memang jelek dan sudah banyak yang rusak karena tidak mampu memperbaiki," kata Syafei.

Keterbatasan ekonomi menjadikan Syafei yang memiliki pekerjaan serabut ini tidak mampu memperbaiki rumah yang sudah rusak di berbagai bagian. Bahkan, ia harus menanggung biaya kebutuhan hidup dan pendidikan empat anaknya yang duduk di bangku sekolah dan tiga anak yang masih kecil. Dengan adanya bantuan ini, Syafei merasa lega dan bahagia karena bebannya teringankan.

"Saya sangat bersyukur, dengan kehadiran Gubernur Sumbar ini, sebentar lagi rumah kami akan diperbaiki. Alhamdulillah Saya bersyukur, kalau sudah diperbaiki nanti anak-anak saya bisa lebih nyaman berada di rumah ini," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berharap, adanya program RTLH ini tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, melainkan juga warga desa yang ikut bergotong royong membantu proses perbaikan. Ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat guna mengurangi kemiskinan di desa tersebut.

"Bantuan Rp25 juta ini tidak lebih untuk keperluan pembelian bahan bagunan, seperti semen, papan, kayu dan lainnya. Untuk penggerjaannya dilakukan oleh masyarakat melalui koordinasi perangkat Walinagari," ungkapnya. (nov)