Gubernur Sumbar Apresisasi Nagari Kasang Menghasilkan Serai Wangi - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi kunjungi tempat penyulingan Serai Wangi (foto : nov)

PD. PARIAMAN, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, tinjau lahan budidaya Serai Wangi di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman yang dikelola oleh PT. Agro Batang Kasang (ABK) bersama masyarakat, Senin (12/4/2021).

Dalam sambutan Gubernur Mahyeldi merasa senang adanya budi daya tanaman serai wangi.  Termasuk adanya  tempat penyulingan air daun serai wangi yang dapat menjadi barang yang ada nilai ekonomi. Dengan adanya  pengolahan penyulingan daun serai wangi maka akan meningkatkan perekonomian petani di Nagari Kasang. 

"Apalagi minyak serai wangi ini sudah jelas pemasarannya, bahkan minyak serai wangi ini sudah diekspor ke Timur Tengah dan Eropa," ucapnya.


Mahyeldi mengungkapkan tanaman serai  wangi sangat menguntungkan. Hasil sulingan daun serai wangi sudah jelas untuk pemasarannya. Tanaman serai wangi tidak repot pemberdayaannya. Karena tanaman serai merah tidak mudah diserang oleh penyakit. Pupuk untuk tanaman serai mudah didapatkan.  

Hal ini membuktikan dimasa pandemi Covid-19 tidak mengurangi produktivitas dan kreatifitas warga Nagari Kasang, untuk mengolah lahan mereka menjadi produktif. 

Sementara itu, pimpinan PT. Agro Batang Kasang, Kelvin Riady menyebutkan serai wangi ini bisa tumbuh dalam cuaca apapun juga, dan yg diolah menjadi atsiri daun-daunnya yang bisa diambil dalam masa waktu panen enam bulan, dan untuk  panen seterusnya dibutuhkan waktu tiga bulan, dalam jangka waktu maksimal 10 tahun.

Menurut Kelvin Riady, untuk tahun 2020 telah bekerjasama dengan masyarakat Kasang dengan luas pertanian 40 Ha. Hal ini terus akan bertambah, karena di Nagari Kasang masih banyak lahan kosong yang akan ditanami serai wangi.


Kelvin Riady mengatakan, tanaman serai wangi kini sudah menjadi komoditas primadona bagi kalangan petani di daerah itu. Pasalnya, tanaman bernama latin Cymbopogon nardus L ini merupakan salah satu penghasil bahan baku minyak atsiri yang sangat baik. Selain itu, harga jual dari komoditi ini juga sangat menjanjikan. 

"Saat ini kita telah mengirimkan ke berbagai negara, seperti Timur Tengah dan Eropa. Mudah-mudahan ini akan terus berlanjut," ungkapnya.


Menurutnya, serai wangi merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai penghasil minyak atsiri. Tanaman ini mudah dibudidayakan dan tidak menuntut perlakuan khusus, sehingga bagi masyarakat yang berminat mengembangkannya terbuka peluang yang besar.

"Pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan komoditas ini. Serai wangi, kalau dikembangkan tentu akan mendukung peningkatan perekonomian daerah sendiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. (nov)

Gubernur Sumbar Apresisasi Nagari Kasang Menghasilkan Serai Wangi

Monday, April 12, 2021 : 5:58:00 PM

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi kunjungi tempat penyulingan Serai Wangi (foto : nov)

PD. PARIAMAN, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, tinjau lahan budidaya Serai Wangi di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman yang dikelola oleh PT. Agro Batang Kasang (ABK) bersama masyarakat, Senin (12/4/2021).

Dalam sambutan Gubernur Mahyeldi merasa senang adanya budi daya tanaman serai wangi.  Termasuk adanya  tempat penyulingan air daun serai wangi yang dapat menjadi barang yang ada nilai ekonomi. Dengan adanya  pengolahan penyulingan daun serai wangi maka akan meningkatkan perekonomian petani di Nagari Kasang. 

"Apalagi minyak serai wangi ini sudah jelas pemasarannya, bahkan minyak serai wangi ini sudah diekspor ke Timur Tengah dan Eropa," ucapnya.


Mahyeldi mengungkapkan tanaman serai  wangi sangat menguntungkan. Hasil sulingan daun serai wangi sudah jelas untuk pemasarannya. Tanaman serai wangi tidak repot pemberdayaannya. Karena tanaman serai merah tidak mudah diserang oleh penyakit. Pupuk untuk tanaman serai mudah didapatkan.  

Hal ini membuktikan dimasa pandemi Covid-19 tidak mengurangi produktivitas dan kreatifitas warga Nagari Kasang, untuk mengolah lahan mereka menjadi produktif. 

Sementara itu, pimpinan PT. Agro Batang Kasang, Kelvin Riady menyebutkan serai wangi ini bisa tumbuh dalam cuaca apapun juga, dan yg diolah menjadi atsiri daun-daunnya yang bisa diambil dalam masa waktu panen enam bulan, dan untuk  panen seterusnya dibutuhkan waktu tiga bulan, dalam jangka waktu maksimal 10 tahun.

Menurut Kelvin Riady, untuk tahun 2020 telah bekerjasama dengan masyarakat Kasang dengan luas pertanian 40 Ha. Hal ini terus akan bertambah, karena di Nagari Kasang masih banyak lahan kosong yang akan ditanami serai wangi.


Kelvin Riady mengatakan, tanaman serai wangi kini sudah menjadi komoditas primadona bagi kalangan petani di daerah itu. Pasalnya, tanaman bernama latin Cymbopogon nardus L ini merupakan salah satu penghasil bahan baku minyak atsiri yang sangat baik. Selain itu, harga jual dari komoditi ini juga sangat menjanjikan. 

"Saat ini kita telah mengirimkan ke berbagai negara, seperti Timur Tengah dan Eropa. Mudah-mudahan ini akan terus berlanjut," ungkapnya.


Menurutnya, serai wangi merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai penghasil minyak atsiri. Tanaman ini mudah dibudidayakan dan tidak menuntut perlakuan khusus, sehingga bagi masyarakat yang berminat mengembangkannya terbuka peluang yang besar.

"Pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan komoditas ini. Serai wangi, kalau dikembangkan tentu akan mendukung peningkatan perekonomian daerah sendiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. (nov)