Gubernur Mahyeldi: Jadi Orang Sukses Hasus Memiliki Istiqomah, Kompak dan Bersatu di Jalan Kebaikan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah jadi Khotib Sholat Jum'at di Masjid Istiqomah Jorong Gunung, Nagari Tanjuang Alam Kecamatan Tanjuang Baru, Tanah Datar

TANAH DATAR, murainews.com -- Seperti biasa, dalam setiap kunjungan kerja ke daerah Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah selalu menyempatkan diri membagi ilmu dan kebaikan dengan menjadi Khotib Sholat Jum'at di Masjid Istiqomah Jorong Gunung, Nagari Tanjuang Alam Kecamatan Tanjuang Baru, Kabupaten Tanah Datar, Jum'at (22/3/2019).

Isi khotbanya tetap mengajak jemaah untuk selalu beriman kepada Allah, Istiqomah, kompak dan bersatu di jalan kebaikan. Allah menjanjikan akan menolong bagi orang - orang yang beriman yang berbekalkan Iman. 

"Karena itulah ciri - ciri jadi orang yang sukses, jadilah orang yang menang di jalan Allah dan janganlah jadi umat yang kalah oleh kezaliman," ucap Gubernur Sumbar.

Kekompakan dan persatuan. Itulah kata kunci untuk keberhasilan mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Rasulullah SAW bersabda, "Kalian wajib berjamaah. Sebab, serigala itu hanya akan memangsa kambing yang sendirian." Demikian juga kita kaum Muslimin. Apabila kompak dan bersatu, pastilah musuh-musuh agama akan segan untuk menyerang dan menerkam kita. Baik itu musuh dari kalangan jin maupun manusia (lihat QS. an-Naas: 6).


Gubernur Mahyeldi yang biasa disebut Buya itu menyebutkan bahwa sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin yang zalim.

"Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, kecuali Allah haramkan masuk surga” (HR. Bukhari-Muslim).

"Jadi siapa saja pemimpin yang menipu dan menzolimi rakyatnya, maka tempatnya di neraka," ucap Buya Mahyeldi.

Segala bentuk kebaikan, harus dilakukan dengan pemimpin yang istiqomah. Istiqomah juga berarti lurus tanpa menyimpang dengan meninggalkan seluruh bentuk larangan. Orang-orang yang istiqomah juga akan mendapat ganjaran kebaikan yang luar biasa dari Allah SWT. (nov)

Gubernur Mahyeldi: Jadi Orang Sukses Hasus Memiliki Istiqomah, Kompak dan Bersatu di Jalan Kebaikan

Friday, March 26, 2021 : 2:02:00 PM

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah jadi Khotib Sholat Jum'at di Masjid Istiqomah Jorong Gunung, Nagari Tanjuang Alam Kecamatan Tanjuang Baru, Tanah Datar

TANAH DATAR, murainews.com -- Seperti biasa, dalam setiap kunjungan kerja ke daerah Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah selalu menyempatkan diri membagi ilmu dan kebaikan dengan menjadi Khotib Sholat Jum'at di Masjid Istiqomah Jorong Gunung, Nagari Tanjuang Alam Kecamatan Tanjuang Baru, Kabupaten Tanah Datar, Jum'at (22/3/2019).

Isi khotbanya tetap mengajak jemaah untuk selalu beriman kepada Allah, Istiqomah, kompak dan bersatu di jalan kebaikan. Allah menjanjikan akan menolong bagi orang - orang yang beriman yang berbekalkan Iman. 

"Karena itulah ciri - ciri jadi orang yang sukses, jadilah orang yang menang di jalan Allah dan janganlah jadi umat yang kalah oleh kezaliman," ucap Gubernur Sumbar.

Kekompakan dan persatuan. Itulah kata kunci untuk keberhasilan mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Rasulullah SAW bersabda, "Kalian wajib berjamaah. Sebab, serigala itu hanya akan memangsa kambing yang sendirian." Demikian juga kita kaum Muslimin. Apabila kompak dan bersatu, pastilah musuh-musuh agama akan segan untuk menyerang dan menerkam kita. Baik itu musuh dari kalangan jin maupun manusia (lihat QS. an-Naas: 6).


Gubernur Mahyeldi yang biasa disebut Buya itu menyebutkan bahwa sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin yang zalim.

"Tidaklah seorang hamba yang diserahi Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, kecuali Allah haramkan masuk surga” (HR. Bukhari-Muslim).

"Jadi siapa saja pemimpin yang menipu dan menzolimi rakyatnya, maka tempatnya di neraka," ucap Buya Mahyeldi.

Segala bentuk kebaikan, harus dilakukan dengan pemimpin yang istiqomah. Istiqomah juga berarti lurus tanpa menyimpang dengan meninggalkan seluruh bentuk larangan. Orang-orang yang istiqomah juga akan mendapat ganjaran kebaikan yang luar biasa dari Allah SWT. (nov)