Afrijon Usulkan Lanjutan Pembangunan Pengamanan Dan Penanggulangan Abrasi Pantai Desa Sikabaluan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


MENTAWAI, murainews.com -- Daerah pemukiman penduduk Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini sangat membutuhkan lanjutan pembangunan penanggulangan terhadap bahaya abrasi pantai. 

Sebelumnya Desa Muara Sikabaluan sering mengalami kerusakan oleh abrasi pantai yang diakibatkan gelombang laut yang tinggi.

"Tahun 2019 pernah terjadi kerusakan pada rumah masyarakat sebanyak 10 unit dan lapangan volly milik desa, ini kerusakan yang paling parah yang pernah terjadi di Desa Sikabaluan, kejadiannya pada bulan Mei 2019," ungkap Kepala Desa Sikabaluan ini mengenang kejadian tersebut.(31/03/2021).

"Meskipun sepanjang kejadian abrasi pantai di Desa Sikabaluan, belum pernah menelan korban jiwa, namun tetap membutuhkan penanganan secara cepat," tegas Afrijon menambahkan. 



Sampai saat ini masih terjadi kerusakan pada rumah penduduk, tempat pemakaman, tanaman dan lain-lainnya di daerah kawasan pesisir pantai. Akibat abrasi pantai ini, penduduk desa sering mengalami kerugian dan setiap saat merasa khawatir jika abrasi pantai terjadi kembali. 

Pasca kejadian abrasi pantai pada tahun 2019 di Desa Sikabaluan, pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai V telah melaksanakan pembangunan pengamanan abrasi pantai sepanjang 250 meter, dan pembangunan pengamanan tersebut kembali dilanjutkan pada tahun 2020 dengan panjang 250 meter. Hal ini disampaikan Kepala Desa Muara Sikabaluan, Afrijon, S.Ag saat wawancara.

Lebih lanjut, Kepala Desa Muara Sikabaluan ini juga menginginkan adanya lanjutan kembali pekerjaan pembangunan pengamanan dan penanggulan abrasi pantai secara keseluruhan di desanya. Keinginan ini disampaikan Kepala Desa Muara Sikabaluan melalui usulan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kabupaten Kepulauan Mentawai di Aula Bappeda, Rabu (31/03/2021).

Dalam Musrenbang Kabupaten yang bertemakan, "Pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat yang terintegrasi," Afrijon berharap pemerintah kembali menganggarkan lanjutan pembangunan pembangunan penanggulangan abrasi pantai. 

Hal ini disebabkan karena masih terdapat Tempat Pemakaman Umum (TPU) masyarakat Dusun Muara dan Dusun Nang, serta masih adanya pemukiman masyarakat di kawasan pesisir pantai yang belum memiliki penahan untuk penanggulangan abrasi pantai. 

Sementara itu, sejak adanya pembangunan penahan abrasi pantai ini, Desa Sikabaluan sudah berkurang terjadinya pengikisan akibat gelombang laut yang tinggi setiap tahunnya. 

Lebih lanjut, dalam Musrenbang Afrijon juga mengusulkan pembangunan jaringan air bersih di Desa Muara Sikabaluan yang bersumber dari air terjun Singunung, Sirilanggai. (JJ)

Afrijon Usulkan Lanjutan Pembangunan Pengamanan Dan Penanggulangan Abrasi Pantai Desa Sikabaluan

Wednesday, March 31, 2021 : 6:33:00 PM


MENTAWAI, murainews.com -- Daerah pemukiman penduduk Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini sangat membutuhkan lanjutan pembangunan penanggulangan terhadap bahaya abrasi pantai. 

Sebelumnya Desa Muara Sikabaluan sering mengalami kerusakan oleh abrasi pantai yang diakibatkan gelombang laut yang tinggi.

"Tahun 2019 pernah terjadi kerusakan pada rumah masyarakat sebanyak 10 unit dan lapangan volly milik desa, ini kerusakan yang paling parah yang pernah terjadi di Desa Sikabaluan, kejadiannya pada bulan Mei 2019," ungkap Kepala Desa Sikabaluan ini mengenang kejadian tersebut.(31/03/2021).

"Meskipun sepanjang kejadian abrasi pantai di Desa Sikabaluan, belum pernah menelan korban jiwa, namun tetap membutuhkan penanganan secara cepat," tegas Afrijon menambahkan. 



Sampai saat ini masih terjadi kerusakan pada rumah penduduk, tempat pemakaman, tanaman dan lain-lainnya di daerah kawasan pesisir pantai. Akibat abrasi pantai ini, penduduk desa sering mengalami kerugian dan setiap saat merasa khawatir jika abrasi pantai terjadi kembali. 

Pasca kejadian abrasi pantai pada tahun 2019 di Desa Sikabaluan, pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai V telah melaksanakan pembangunan pengamanan abrasi pantai sepanjang 250 meter, dan pembangunan pengamanan tersebut kembali dilanjutkan pada tahun 2020 dengan panjang 250 meter. Hal ini disampaikan Kepala Desa Muara Sikabaluan, Afrijon, S.Ag saat wawancara.

Lebih lanjut, Kepala Desa Muara Sikabaluan ini juga menginginkan adanya lanjutan kembali pekerjaan pembangunan pengamanan dan penanggulan abrasi pantai secara keseluruhan di desanya. Keinginan ini disampaikan Kepala Desa Muara Sikabaluan melalui usulan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kabupaten Kepulauan Mentawai di Aula Bappeda, Rabu (31/03/2021).

Dalam Musrenbang Kabupaten yang bertemakan, "Pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat yang terintegrasi," Afrijon berharap pemerintah kembali menganggarkan lanjutan pembangunan pembangunan penanggulangan abrasi pantai. 

Hal ini disebabkan karena masih terdapat Tempat Pemakaman Umum (TPU) masyarakat Dusun Muara dan Dusun Nang, serta masih adanya pemukiman masyarakat di kawasan pesisir pantai yang belum memiliki penahan untuk penanggulangan abrasi pantai. 

Sementara itu, sejak adanya pembangunan penahan abrasi pantai ini, Desa Sikabaluan sudah berkurang terjadinya pengikisan akibat gelombang laut yang tinggi setiap tahunnya. 

Lebih lanjut, dalam Musrenbang Afrijon juga mengusulkan pembangunan jaringan air bersih di Desa Muara Sikabaluan yang bersumber dari air terjun Singunung, Sirilanggai. (JJ)