Pj. Gubernur Sumbar Buka Pelatihan Fungsional Ka SMA/SMK/SLB - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com -- Pj. Gubernur Sumatera Barat Dr. Hamdani, MM, M.Si, AK membuka secara resmi Pelatihan fungsional peningkatan kompetensi Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di gedung Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumbar, Selasa (23/2/2021)

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala BPSDM Sumbar, Dr. Jefrinal Arifin, SH, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, SE. MSi, pejabat struktural dan wiydaiswara BPSDM Provinsi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya Pj Gubernur Hamdani mengatakan untuk melahirkan manusia cerdas, dibutuhkan pendidikan yang bermutu. Seiring dengan perkembangan zaman dan sesuai dengan era revolusi 4.0 dan masuknya generasi Z yang merupakan generasi digital, untuk itu para guru harus mengenal dunia digital.


"Pendidikan bermutu akan menentukan kualitas bangsa Indonesia, para guru perlu pelatihan agar lebih baik dan profesional dalam bidangnya," kata Hamdani.

Dahulu pendidilan lebih banyak berproses secara tradisional dan konvensional, akan tetapi dengan kemajuan teknologi digital, terjadi pengeseran-pengeseran dalam dunia pendidikan. Salah satunya pendidikan era revolusi 4.0 dengan menggunakan perangkat teknologi digital.

"Saya inginkan saudara-saudara disini bisa mengutamakan 4C dalam bentuk pembelajaran, yaitu Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative," ungkapnya.

Pendidikan yang mengedepankan kreatif, pemikiran kritis, komunikatif dan kolaboratif. Artinya proses pendidikan mengutamakan pemikiran tingkat tinggi pada kemampuan bepikir secara logis positif, menganalisis setiap fenomena- fenomena yang ada, selalu bertindak berdasarkan rasionalitas atau logika.


Selanjutnya, pendidikan literasi, untuk menjadikan pendidikan bermutu sesuai tuntutan pendidikan. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran.

"Di dalam pengelolaan pendidikan di sekolah  harus dipandang sebagai aset. Karena itu harus ada terobosan untuk menciptakan guru yang profesional melalui peningkatan dan pengembangan kompetensi. Ini lah yang menjadi tanggung jawab BPSDM," ujar Hamdani.

Adapun tugas bagi BPSDM diantaranya meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan aparatur, meningkatkan pengkajian, penelitian dan pengembangan SDM aparatur, meningkatkan koordinasi rencana dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. 


Sebelumnya Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Barat Dr. Jefrinal Arifin, SH, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan diklat ini adalah untuk mewujudkan kepala sekolah yang profesional dalam mengelola sekolah serta untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam mengelola manajerial pendidikan di sekolah. 


Diklat ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari kepala sekolah SMA/SMK/SLB di lingkungan pemerintah Provinsi Sumbar, yang terdiri dari 20 orang pria dan 10 orang wanita berasal dari Kabupaten Solok, Dharmasraya, Pasaman Barat, Kota Solok dan Sawahlunto.

"Lama pelatihan 121 jam pelajaran atau dari tanggal 22 Februari s.d 17 Maret 2021 dengan sistem In class dan On class," ujar Jefrinal. (nov)

Pj. Gubernur Sumbar Buka Pelatihan Fungsional Ka SMA/SMK/SLB

Tuesday, February 23, 2021 : 3:27:00 PM


PADANG, murainews.com -- Pj. Gubernur Sumatera Barat Dr. Hamdani, MM, M.Si, AK membuka secara resmi Pelatihan fungsional peningkatan kompetensi Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di gedung Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumbar, Selasa (23/2/2021)

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala BPSDM Sumbar, Dr. Jefrinal Arifin, SH, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri, SE. MSi, pejabat struktural dan wiydaiswara BPSDM Provinsi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya Pj Gubernur Hamdani mengatakan untuk melahirkan manusia cerdas, dibutuhkan pendidikan yang bermutu. Seiring dengan perkembangan zaman dan sesuai dengan era revolusi 4.0 dan masuknya generasi Z yang merupakan generasi digital, untuk itu para guru harus mengenal dunia digital.


"Pendidikan bermutu akan menentukan kualitas bangsa Indonesia, para guru perlu pelatihan agar lebih baik dan profesional dalam bidangnya," kata Hamdani.

Dahulu pendidilan lebih banyak berproses secara tradisional dan konvensional, akan tetapi dengan kemajuan teknologi digital, terjadi pengeseran-pengeseran dalam dunia pendidikan. Salah satunya pendidikan era revolusi 4.0 dengan menggunakan perangkat teknologi digital.

"Saya inginkan saudara-saudara disini bisa mengutamakan 4C dalam bentuk pembelajaran, yaitu Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative," ungkapnya.

Pendidikan yang mengedepankan kreatif, pemikiran kritis, komunikatif dan kolaboratif. Artinya proses pendidikan mengutamakan pemikiran tingkat tinggi pada kemampuan bepikir secara logis positif, menganalisis setiap fenomena- fenomena yang ada, selalu bertindak berdasarkan rasionalitas atau logika.


Selanjutnya, pendidikan literasi, untuk menjadikan pendidikan bermutu sesuai tuntutan pendidikan. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran.

"Di dalam pengelolaan pendidikan di sekolah  harus dipandang sebagai aset. Karena itu harus ada terobosan untuk menciptakan guru yang profesional melalui peningkatan dan pengembangan kompetensi. Ini lah yang menjadi tanggung jawab BPSDM," ujar Hamdani.

Adapun tugas bagi BPSDM diantaranya meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan aparatur, meningkatkan pengkajian, penelitian dan pengembangan SDM aparatur, meningkatkan koordinasi rencana dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. 


Sebelumnya Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Barat Dr. Jefrinal Arifin, SH, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan diklat ini adalah untuk mewujudkan kepala sekolah yang profesional dalam mengelola sekolah serta untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam mengelola manajerial pendidikan di sekolah. 


Diklat ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari kepala sekolah SMA/SMK/SLB di lingkungan pemerintah Provinsi Sumbar, yang terdiri dari 20 orang pria dan 10 orang wanita berasal dari Kabupaten Solok, Dharmasraya, Pasaman Barat, Kota Solok dan Sawahlunto.

"Lama pelatihan 121 jam pelajaran atau dari tanggal 22 Februari s.d 17 Maret 2021 dengan sistem In class dan On class," ujar Jefrinal. (nov)