Usai Cuti Kampanye Nasrul Abit Kunjungi Pasar Ekonomi Kreatif - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PAYAKUMBUH, murainews.com -- Tanpa menunda waktu, setelah cuti pada masa kampanye, yakni selama 71 hari (26 September - 5 Desember 2020). Pada hari pertama Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit kembali menjalankan tugas, mengunjungi Pasar Ekononi Kreatif di Kota Payakumbuh, Minggu (6/12/2020).


Pasar Ekononi Kreatif 2020 ini bertajuk "Agam Jua Art and Culture Cafe" yang telah dibuka sejak 14 November dan ditutup 13 Desember 2020 nanti. Acara tersebut menampilkan berbagai kreatif, seperti seni tari, budaya, film, kriya dan mengembangkan ekonomi kreatif, UMKM, dan Koperasi melalui pengembangan sentra-sentra ekonomi kreatif berbasis sumberdaya dan keunggulan lokal.


"Kegiatan ini sangat positif yang dilakukan bagi kalangan milenial, sudah sembilan bulan kita hadapi pandemi Covid-19, hampir semua UMKM kita terdampak Covid-19. Untuk itu, kita sangat berterima kasih kepada dukungan dari DPRD Sumbar yang telah menganggarkan kegiatan ini melalui Dinas Pariwisata," ucap Nasrul Abit.




Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini sektor ekonomi kreatif diharapkan dapat memberikan alternatif yang baik dalam memberikan solusi untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan sektor ekonomi kreatif mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan dapat dilakukan oleh masyarakat dari berbagai lapisan.


Para milinial telah menuangkan Ide dan gagasan kreativitas tersebut dapat dituangkan untuk melahirkan produk dan jasa yang bernilai ekonomis bagi para pelaku ekonomi kreatif.


"Sehingga UMKM kita bergairah kembali, ada 17 kegiatan ekonomi kreatif disini. Tentunya ke depan perlu kita lakukan kembali, tidak hanya di Payakumbuh saja, kita harapkan ada di setiap kabupaten kota di Sumbar," ungkapnya.


Nasrul Abit menyambut baik dan optimis bahwa pasar kreatif dan seni Payakumbuh akan menjadi pasar yang dikenal masyarakat sebagai pasar yang diminati untuk membeli produk dan jasa ekonomi kreatif.




"Dulunya Payakumbuh dikenal dengan kota Galamai sekarang ditambah menjadi kota Rendang. Jadi sekarang orang sudah mengenal Payakumbuh produksi rendang yang sudah banyak ekspor ke luar negeri," tuturnya.


Keberadaan pasar ekonomi kreatif ini sesuatu di luar kebiasaan, untuk itu Wagub Sumbar ingin seluruh bupati/walikota se-Sumbar bisa membangun ekonomi kreatif di daerah masing-masing dengan cara menggandeng dan memberikan akses sebesar-besarnya kepada generasi muda.


Selain itu Wagub Nasrul Abit juga berharap kepada semua stakeholder ekonomi kreatif, memberikan dukungan agar pengembangan ekonomi kreatif Provinsi Sumbar semakin berkembang, menggerakkan perekonomian sehingga menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.


"Padahal, industri kreatif yang banyak digerakkan anak muda, terbukti berhasil menyumbang peningkatan ekonomi sangat besar di Sumbar," imbuhnya.




Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumbar Supardi sangat mendorong adanya pasar ekonomi kreatif ini yang ada di nagari-nagari di wilayah Payakumbuh, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.


"Dengan ini maka ekonomi masyarakat dapat terangkat karena di sini penjualnya adalah masyarakat sekitar. Tinggal bagaimana kita mengatur dibuat banyak kegiatan, untuk menarik para wisatawan berkunjung ke Sumbar. Apakah mereka menampilkan kreasi menari, menyanyi dan menampilkan keunikan-keunikan di daerahnya masing-masing," kata Supardi.


Selanjutnya ia berharap agar keberadaan Pasar Kreatif dan Seni Payakumbuh ini dapat dimaksimalkan. Bukan suatu hal yang mustahil bila suatu saat lokasi ini akan menjadi salah satu destinasi wisata Provinsi Sumbar.


"Tentu saja semua itu akan terwujud apabila Pasar Kreatif dan Seni ini dapat dikelola dengan baik, menjadi kota Pariwisata, namun tak lupa menerapkan Protokol Kesehatan," tambahnya. (nov)

Usai Cuti Kampanye Nasrul Abit Kunjungi Pasar Ekonomi Kreatif

Sunday, December 6, 2020 : 10:51:00 PM



PAYAKUMBUH, murainews.com -- Tanpa menunda waktu, setelah cuti pada masa kampanye, yakni selama 71 hari (26 September - 5 Desember 2020). Pada hari pertama Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit kembali menjalankan tugas, mengunjungi Pasar Ekononi Kreatif di Kota Payakumbuh, Minggu (6/12/2020).


Pasar Ekononi Kreatif 2020 ini bertajuk "Agam Jua Art and Culture Cafe" yang telah dibuka sejak 14 November dan ditutup 13 Desember 2020 nanti. Acara tersebut menampilkan berbagai kreatif, seperti seni tari, budaya, film, kriya dan mengembangkan ekonomi kreatif, UMKM, dan Koperasi melalui pengembangan sentra-sentra ekonomi kreatif berbasis sumberdaya dan keunggulan lokal.


"Kegiatan ini sangat positif yang dilakukan bagi kalangan milenial, sudah sembilan bulan kita hadapi pandemi Covid-19, hampir semua UMKM kita terdampak Covid-19. Untuk itu, kita sangat berterima kasih kepada dukungan dari DPRD Sumbar yang telah menganggarkan kegiatan ini melalui Dinas Pariwisata," ucap Nasrul Abit.




Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini sektor ekonomi kreatif diharapkan dapat memberikan alternatif yang baik dalam memberikan solusi untuk kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan sektor ekonomi kreatif mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan dapat dilakukan oleh masyarakat dari berbagai lapisan.


Para milinial telah menuangkan Ide dan gagasan kreativitas tersebut dapat dituangkan untuk melahirkan produk dan jasa yang bernilai ekonomis bagi para pelaku ekonomi kreatif.


"Sehingga UMKM kita bergairah kembali, ada 17 kegiatan ekonomi kreatif disini. Tentunya ke depan perlu kita lakukan kembali, tidak hanya di Payakumbuh saja, kita harapkan ada di setiap kabupaten kota di Sumbar," ungkapnya.


Nasrul Abit menyambut baik dan optimis bahwa pasar kreatif dan seni Payakumbuh akan menjadi pasar yang dikenal masyarakat sebagai pasar yang diminati untuk membeli produk dan jasa ekonomi kreatif.




"Dulunya Payakumbuh dikenal dengan kota Galamai sekarang ditambah menjadi kota Rendang. Jadi sekarang orang sudah mengenal Payakumbuh produksi rendang yang sudah banyak ekspor ke luar negeri," tuturnya.


Keberadaan pasar ekonomi kreatif ini sesuatu di luar kebiasaan, untuk itu Wagub Sumbar ingin seluruh bupati/walikota se-Sumbar bisa membangun ekonomi kreatif di daerah masing-masing dengan cara menggandeng dan memberikan akses sebesar-besarnya kepada generasi muda.


Selain itu Wagub Nasrul Abit juga berharap kepada semua stakeholder ekonomi kreatif, memberikan dukungan agar pengembangan ekonomi kreatif Provinsi Sumbar semakin berkembang, menggerakkan perekonomian sehingga menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.


"Padahal, industri kreatif yang banyak digerakkan anak muda, terbukti berhasil menyumbang peningkatan ekonomi sangat besar di Sumbar," imbuhnya.




Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumbar Supardi sangat mendorong adanya pasar ekonomi kreatif ini yang ada di nagari-nagari di wilayah Payakumbuh, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.


"Dengan ini maka ekonomi masyarakat dapat terangkat karena di sini penjualnya adalah masyarakat sekitar. Tinggal bagaimana kita mengatur dibuat banyak kegiatan, untuk menarik para wisatawan berkunjung ke Sumbar. Apakah mereka menampilkan kreasi menari, menyanyi dan menampilkan keunikan-keunikan di daerahnya masing-masing," kata Supardi.


Selanjutnya ia berharap agar keberadaan Pasar Kreatif dan Seni Payakumbuh ini dapat dimaksimalkan. Bukan suatu hal yang mustahil bila suatu saat lokasi ini akan menjadi salah satu destinasi wisata Provinsi Sumbar.


"Tentu saja semua itu akan terwujud apabila Pasar Kreatif dan Seni ini dapat dikelola dengan baik, menjadi kota Pariwisata, namun tak lupa menerapkan Protokol Kesehatan," tambahnya. (nov)