Kurang Sarana, Masyarakat Tidak Disiplin Prokes - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



MENTAWAI, murainews.com -- Sejak adanya bencana non alam, penyebaran wabah baru Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), setiap saat masyarakat diingatkan untuk selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes).


Satuan Tugas (satgas) Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan tegas menerapkan prokes 3M, Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun. Namun kedisiplinan pelaksanaan prokes ini terlihat kurang terlaksana dalam beberapa Minggu ini. 


Hal ini bisa dilihat setiap kapal datang dan berangkat di pelabuhan Tuapeijat, Mentawai. Setiap aktifitas kapal datang dan berangkat di pelabuhan Tuapeijat, masyarakat dalam pengawasan Satgas Covid-19 tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan antrian dalam pembelian tiket dan pemeriksaan dokumen. Tapi banyak masyarakat yang tidak mencuci tangan dengan sabun, karena sarana air dan sabun cuci tangan tidak disediakan lagi. Termasuk hand sanitizer dan tissue juga tidak disediakan lagi. Pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan alat thermogun juga sudah lama tidak ada lagi. 


Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai, Novriadi mengatakan bahwa ketersediaan sarana di pelabuhan merupakan tanggungjawab dari OPD setempat, karena merupakan wilayah kerja masing-masingnya. Hal ini disampaikan Novriadi saat konferensi pers di aula Sekretariat Daerah (Setda) Mentawai, Senen 30 November 2020.


"Sejak berakhirnya PSBB di akhir Juni, penegakan protokol kesehatan dan penyiapan sarana di pelabuhan merupakan tanggungjawab OPD setempat," ujar Novriadi menjawab pertanyaan wartawan.(30/11)


"Pelabuhan kapal ASDP adalah tanggungjawab Dinas Perhubungan Mentawai dan pelabuhan kapal Mentawai Vast adalah tanggungjawab pemerintah pusat, jadi mereka yang harus menyediakan," imbuh Novriadi menambahkan keterangannya. 


"Tentang alat ukur suhu thermogun, memang sudah banyak yang rusak, tapi kita akan upayakan kembali supaya ada," paparnya kemudian. 



Sementara itu saat yang sama, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar memaparkan kalau saat ini Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak terdapat atau nol kasus kematian Covid-19. 


"Mentawai saat ini pada skor baik, meningkat dari minggu ke 37 menjadi 2,6 poin dan minggu ke 38 menjadi 2,73 poin, Mentawai tetap di zona kuning," ulas Lahmuddin Siregar.


Lebih lanjut Lahmuddin juga menjelaskan dengan tidak adanya angka kasus kematian di Kabupaten Kepulauan Mentawai, maka Mentawai merupakan satu-satunya daerah di Sumatra Barat yang tidak memiliki kasus kematian akibat Covid-19.


"sangat sulit untuk mempertahankan angka nol kematian kasus Covid-19, karena masih adanya pergerakan orang  yang tinggi, kita hanya bisa melakukan penekanan angka positif Covid-19," ujarnya.


Berdasarkan keterangan yang disampaikan saat konferensi pers, total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 197 orang, dengan rincian sembuh 176 dan dirawat sebanyak 21 orang. (JJ)

Kurang Sarana, Masyarakat Tidak Disiplin Prokes

Tuesday, December 1, 2020 : 9:27:00 AM



MENTAWAI, murainews.com -- Sejak adanya bencana non alam, penyebaran wabah baru Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), setiap saat masyarakat diingatkan untuk selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes).


Satuan Tugas (satgas) Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan tegas menerapkan prokes 3M, Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun. Namun kedisiplinan pelaksanaan prokes ini terlihat kurang terlaksana dalam beberapa Minggu ini. 


Hal ini bisa dilihat setiap kapal datang dan berangkat di pelabuhan Tuapeijat, Mentawai. Setiap aktifitas kapal datang dan berangkat di pelabuhan Tuapeijat, masyarakat dalam pengawasan Satgas Covid-19 tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan antrian dalam pembelian tiket dan pemeriksaan dokumen. Tapi banyak masyarakat yang tidak mencuci tangan dengan sabun, karena sarana air dan sabun cuci tangan tidak disediakan lagi. Termasuk hand sanitizer dan tissue juga tidak disediakan lagi. Pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan alat thermogun juga sudah lama tidak ada lagi. 


Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai, Novriadi mengatakan bahwa ketersediaan sarana di pelabuhan merupakan tanggungjawab dari OPD setempat, karena merupakan wilayah kerja masing-masingnya. Hal ini disampaikan Novriadi saat konferensi pers di aula Sekretariat Daerah (Setda) Mentawai, Senen 30 November 2020.


"Sejak berakhirnya PSBB di akhir Juni, penegakan protokol kesehatan dan penyiapan sarana di pelabuhan merupakan tanggungjawab OPD setempat," ujar Novriadi menjawab pertanyaan wartawan.(30/11)


"Pelabuhan kapal ASDP adalah tanggungjawab Dinas Perhubungan Mentawai dan pelabuhan kapal Mentawai Vast adalah tanggungjawab pemerintah pusat, jadi mereka yang harus menyediakan," imbuh Novriadi menambahkan keterangannya. 


"Tentang alat ukur suhu thermogun, memang sudah banyak yang rusak, tapi kita akan upayakan kembali supaya ada," paparnya kemudian. 



Sementara itu saat yang sama, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar memaparkan kalau saat ini Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak terdapat atau nol kasus kematian Covid-19. 


"Mentawai saat ini pada skor baik, meningkat dari minggu ke 37 menjadi 2,6 poin dan minggu ke 38 menjadi 2,73 poin, Mentawai tetap di zona kuning," ulas Lahmuddin Siregar.


Lebih lanjut Lahmuddin juga menjelaskan dengan tidak adanya angka kasus kematian di Kabupaten Kepulauan Mentawai, maka Mentawai merupakan satu-satunya daerah di Sumatra Barat yang tidak memiliki kasus kematian akibat Covid-19.


"sangat sulit untuk mempertahankan angka nol kematian kasus Covid-19, karena masih adanya pergerakan orang  yang tinggi, kita hanya bisa melakukan penekanan angka positif Covid-19," ujarnya.


Berdasarkan keterangan yang disampaikan saat konferensi pers, total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 197 orang, dengan rincian sembuh 176 dan dirawat sebanyak 21 orang. (JJ)