Resepsi Pernikahan Ibrahim Putra Irwan Prayitno Kedepankan Protokol Kesehatan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PADANG, murainews.com -- Resepsi pernikahan anak keenam dari Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, M.Sc Datuak Rajo Bandaro Basa dan Hj. Nevi Zuairina, Ibrahim Irwan, ST Bagala Rajo Indo Sutan bersama Nabila Amanda, B.Commun, S.Sos Putri Kedua dari H. Makky Ananda, SH, MM dan Mira Zauti Thahir, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Acara yang digelar selama tiga hari 6-8 November 2020, di rumah Auditorium Gibernuran Jalan Jenderal Sudirman Nomor 48 Padang, Sumatera Barat berjalan lancar.


"Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Karena acara dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 saat ini, kami sengaja membatasi tamu undangan, namun tetap mengikuti protokol kesehatan," kata Irwan Prayitno, Minggu (8/11/2020) didampingi Hefdi Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar.


Adanya pembatasi tamu undangan tersebut, Gubernur Sumbar bersama istri Nevi Zuairina  yang juga Anggota Komisi VI DPR RI menyampaikan permohonan maaf kepada para kolega, para tokoh dan masyarakat, karena situasi pandemi sehingga tidak dapat mengundang untuk langsung hadir di acara tersebut.




"Kami mohon maaf, bagi masyarakat yang tidak mendapatkan undangan tidak berkecil hati dan memohon kiranya untuk turut mendoakan, agar anak kami menjadi keluarga Samara," ucap Gubernur Sumbar.


Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan prosesi akad nikah Ibrahim dan Nabila telah dilaksanakan sebelumnya di Jakarta pada 30 Agustus 2020 yang lalu yang disaksikan oleh  Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, serta nasehat pernikahan oleh  Ary Ginanjar. 


Untuk pelaksanaan rangkaian prosesi pernikahan di Padang diawali dilakukan acara "Batagak Gala" (Jum'at, 6/11) sesuai dengan Adat Minangkabau dalam pernikahan setiap Marapulai (penganten pria) harus memiliki Gala (gelar) sebagai tanda kehormatan dan kedewasaan bagi mempelai pria yang diwariskan menurut garis kekerabatan matrilineal (garis keturunan ibu), dari ninik mamak kepada kemenakan laki-lakinya yang akan dan atau sedang menjadi marapulai. 


"Sesuai kesepakatan keluarga pihak ibu, Ibrahim mendapatkan gelar Rajo Indo Sutan," tuturnya.




Usai pemberian gelar, Irwan Prayitno bersama keluarga bersilahturahmi bersama anak Yatim Dhu’afa (50 orang anak) dan dilanjutkan dengan bersama-sama mengaji membaca dan khataman Al Qur’an masing-masing 3 (tiga) lembar Al Qur’an, hingga acara berlangsung dengan penuh khidmat.


Selanjutnya, acara BABAKO (Sabtu, 7/11), sesuai dengan adat Minangkabau BABAKO, rombongan "induak bako" atau saudara perempuan dari pihak ayah di Minangkabau berjalan sambil membawa persyaratan adat menuju rumah "anak pisang" atau anak dari saudara laki-laki ibu dengan menggunakan Babendi-bendi (lima kereta kuda) berarak-arakan dari Rumah Gadang Taratak Paneh, Korong Gadang, Kecamatan Kuranji menuju ketempat acara, yaitu Auditorium Gubernuran, Padang, Sumatera Barat.


Turun bako ini, pasangan pengantin dijemput kalangan ibu-ibu dari keluarga sesuku Irwan Prayitno yang bagala Datuak Rajo Bandaro Basa yang membawa hantaran. 


"Sampai hari pada acara puncak prosesi Kirab penganten, kita tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat," tegas Irwan.


Semua tamu yang hadir harus mengikuti aturan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selain itu, anak-anak dan lansia dianjurkan tidak mengikuti resepsi pernikahan itu.


"Patugas dari Satpol PP dan panitia memastikan setiap tamu undangan yang datang di cek suhu tubuhnya dengan thermogun, wajib pakai masker, cuci tangan

dan mengatur jarak antar tamu undangan. Ini kita lakukan untuk antisipasi penyebaran virus corona," jelasnyan.


Bahkan di dalam ruangan panitia tidak menyediakan meja, tamu undangan diminta tetap duduk di kursi dengan jarak lebih dari satu meter. Sedangkan untuk makanan para tamu hanya diberikan berupa nasi kotak dibawa pulang.


"Makanya jumlah pengunjung dibatasi, bahkan tamu tidak makan di tempat (makanan dibawa pulang), karena panitia tidak menyediakan meja, tamu hanya diberikan nasi kotak," paparnya


Kemudian, pada kesempatan itu Irwan Prayitno mengucapkan terimakasih kepada semua tamu yang hadir, dan sekaligus minta maaf kalau ada dalam penjamuan yang tidak berkenan. Karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19.


"Kami sekeluarga minta maaf pada semua tamu yang ikut hadir dalam repsesi pernikahan anak kami, atas penyambutan yang tidak semestinya. Semua ini agar kita terhindar dari terpaparnya Covid-19," ungkap Irwan Prayitno. (nov)

Resepsi Pernikahan Ibrahim Putra Irwan Prayitno Kedepankan Protokol Kesehatan

Sunday, November 8, 2020 : 5:41:00 PM



PADANG, murainews.com -- Resepsi pernikahan anak keenam dari Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, M.Sc Datuak Rajo Bandaro Basa dan Hj. Nevi Zuairina, Ibrahim Irwan, ST Bagala Rajo Indo Sutan bersama Nabila Amanda, B.Commun, S.Sos Putri Kedua dari H. Makky Ananda, SH, MM dan Mira Zauti Thahir, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Acara yang digelar selama tiga hari 6-8 November 2020, di rumah Auditorium Gibernuran Jalan Jenderal Sudirman Nomor 48 Padang, Sumatera Barat berjalan lancar.


"Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Karena acara dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 saat ini, kami sengaja membatasi tamu undangan, namun tetap mengikuti protokol kesehatan," kata Irwan Prayitno, Minggu (8/11/2020) didampingi Hefdi Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar.


Adanya pembatasi tamu undangan tersebut, Gubernur Sumbar bersama istri Nevi Zuairina  yang juga Anggota Komisi VI DPR RI menyampaikan permohonan maaf kepada para kolega, para tokoh dan masyarakat, karena situasi pandemi sehingga tidak dapat mengundang untuk langsung hadir di acara tersebut.




"Kami mohon maaf, bagi masyarakat yang tidak mendapatkan undangan tidak berkecil hati dan memohon kiranya untuk turut mendoakan, agar anak kami menjadi keluarga Samara," ucap Gubernur Sumbar.


Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan prosesi akad nikah Ibrahim dan Nabila telah dilaksanakan sebelumnya di Jakarta pada 30 Agustus 2020 yang lalu yang disaksikan oleh  Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, serta nasehat pernikahan oleh  Ary Ginanjar. 


Untuk pelaksanaan rangkaian prosesi pernikahan di Padang diawali dilakukan acara "Batagak Gala" (Jum'at, 6/11) sesuai dengan Adat Minangkabau dalam pernikahan setiap Marapulai (penganten pria) harus memiliki Gala (gelar) sebagai tanda kehormatan dan kedewasaan bagi mempelai pria yang diwariskan menurut garis kekerabatan matrilineal (garis keturunan ibu), dari ninik mamak kepada kemenakan laki-lakinya yang akan dan atau sedang menjadi marapulai. 


"Sesuai kesepakatan keluarga pihak ibu, Ibrahim mendapatkan gelar Rajo Indo Sutan," tuturnya.




Usai pemberian gelar, Irwan Prayitno bersama keluarga bersilahturahmi bersama anak Yatim Dhu’afa (50 orang anak) dan dilanjutkan dengan bersama-sama mengaji membaca dan khataman Al Qur’an masing-masing 3 (tiga) lembar Al Qur’an, hingga acara berlangsung dengan penuh khidmat.


Selanjutnya, acara BABAKO (Sabtu, 7/11), sesuai dengan adat Minangkabau BABAKO, rombongan "induak bako" atau saudara perempuan dari pihak ayah di Minangkabau berjalan sambil membawa persyaratan adat menuju rumah "anak pisang" atau anak dari saudara laki-laki ibu dengan menggunakan Babendi-bendi (lima kereta kuda) berarak-arakan dari Rumah Gadang Taratak Paneh, Korong Gadang, Kecamatan Kuranji menuju ketempat acara, yaitu Auditorium Gubernuran, Padang, Sumatera Barat.


Turun bako ini, pasangan pengantin dijemput kalangan ibu-ibu dari keluarga sesuku Irwan Prayitno yang bagala Datuak Rajo Bandaro Basa yang membawa hantaran. 


"Sampai hari pada acara puncak prosesi Kirab penganten, kita tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat," tegas Irwan.


Semua tamu yang hadir harus mengikuti aturan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selain itu, anak-anak dan lansia dianjurkan tidak mengikuti resepsi pernikahan itu.


"Patugas dari Satpol PP dan panitia memastikan setiap tamu undangan yang datang di cek suhu tubuhnya dengan thermogun, wajib pakai masker, cuci tangan

dan mengatur jarak antar tamu undangan. Ini kita lakukan untuk antisipasi penyebaran virus corona," jelasnyan.


Bahkan di dalam ruangan panitia tidak menyediakan meja, tamu undangan diminta tetap duduk di kursi dengan jarak lebih dari satu meter. Sedangkan untuk makanan para tamu hanya diberikan berupa nasi kotak dibawa pulang.


"Makanya jumlah pengunjung dibatasi, bahkan tamu tidak makan di tempat (makanan dibawa pulang), karena panitia tidak menyediakan meja, tamu hanya diberikan nasi kotak," paparnya


Kemudian, pada kesempatan itu Irwan Prayitno mengucapkan terimakasih kepada semua tamu yang hadir, dan sekaligus minta maaf kalau ada dalam penjamuan yang tidak berkenan. Karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19.


"Kami sekeluarga minta maaf pada semua tamu yang ikut hadir dalam repsesi pernikahan anak kami, atas penyambutan yang tidak semestinya. Semua ini agar kita terhindar dari terpaparnya Covid-19," ungkap Irwan Prayitno. (nov)