Irwan Prayitno: Protokol Kesehatan Harus Diterapkan Untuk Mencegah Penularan Covid-19 di TPS - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



TANAH DATAR, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) panitia pengawas pemilihan umum Kelurahan/Desa, kepada pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020, di Hotel Emersia Batu Sangkar Minggu (1/11/2020).


Guna meningkatkan kualitas panitia pengawas pemilihan umum di Kelurahan/Desa sangat penting diberikan pembekalan kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) ditingkat kelurahan dan desa agar bisa meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan pemahaman.


Irwan Pratiyno menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan, meningkatkan efektifitas Pengawasan dan meminimalisir terjadinya pelanggaran pada tahapan Pemilihan ditingkat Kelurahan/Desa dalam menghadapi masa kampanye.




"Agar proses yang dilakukan tetap patuhi protokol kesehatan dan juga diharapkan Panwas Kelurahan/Desa untuk memiliki satu pemahaman dan persepsi yang sama sesuai ketentuan peraturan Perundang-Undangan dalam melakukan pengawasan pada Pilkada Serentak," kata Irwan Prayitno.


Oleh karena itu, Irwan berharap Panwas Kelurahan dan Desa berperan penting dalam pengawasan juga kesuksesan Pilkada 2020.


"Sehingga mampu melaksanakan tugas serta fungsi pengawas pemilu yang berintegritas, profesional dan handal," ucapnya.


Selanjutnya, Irwan juga menyebutkan panwaslu di kelurahan/desa, merupakan jajaran pengawas pemilu yang berhadapan langsung secara praktek dengan proses dinamis pada setiap tahapan pemilihan.


"Dan kali ini, sebanyak 95 orang peserta Panwaslu mengikuti kegiatan Bimtek, yang berasal dari masing-masing kabupaten dan kota mewakili Sumbar, bertujuan agar dapat meningkatkan kapasitas SDM pengawas pemilihan khusus," ujar Irwan.


Gubernur Sumbar meminta nantinya setiap TPS harus terapkan prosedur protokol kesehatan dan diterapkan hingga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Hal ini bukan tanpa sebab, menurutnya, protokol kesehatan di TPS sangat penting diketahui dan dipahami terutama oleh masyarakat karena taruhannya mengarah kepada keselamatan.




Pengawasan akan dilakukan ditingkat kelurahan/desa dalam tahapan pemilihan Gubernur, wakil Gubernur, dan Bupati,wakil bupati serta Walikota dengan Wakil Walikota tahun 2020.


"Pada pandemi Covid-19 seperti saat ini, Panwaslu harus mengikuti aturan protokol kesehatan, demi meminimalisir dan mencegah penularan Covid-19 di TPS," ungkap Irwan.


Sementara itu, pimpinan Bawaslu Provinsi Sumbar, Surya Efitrimen menyampaikan kegiatan bimtek ini berlangsung selama 3 (tiga) hari. Agar para peserta panwaslu bisa paham apa yang dikerjakan yang menghasilkan kepala daerah dipilih oleh masyarakat baik pula dan tetap berjalan dengan aman Covid-19.


"Untuk itu perlu dilakukan kegiatan Bimtek kepada panitian pengawas pemilihan umum kelurahan/desa pada pemilihan serentak tahun 2020," katanya 


Dia juga mengatakan tahapan pengawasan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 yang dihadapi saat ini akan sangat berat, apalagi ditengah pandemi covid-19.


Selanjutnya dalam hal ini perlu peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan pengetahuan serta pemahaman terhadap seluruh proses pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 dimasing-masing daerah nanti, yang dilaksanakan dimasa adaptasi kebiasaan baru. 


"Sehingga dalam melaksanakan tugas agar dapat berpegang terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat," tambahnya. (nov)

Irwan Prayitno: Protokol Kesehatan Harus Diterapkan Untuk Mencegah Penularan Covid-19 di TPS

Monday, November 2, 2020 : 1:03:00 AM



TANAH DATAR, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) panitia pengawas pemilihan umum Kelurahan/Desa, kepada pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020, di Hotel Emersia Batu Sangkar Minggu (1/11/2020).


Guna meningkatkan kualitas panitia pengawas pemilihan umum di Kelurahan/Desa sangat penting diberikan pembekalan kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) ditingkat kelurahan dan desa agar bisa meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan pemahaman.


Irwan Pratiyno menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan, meningkatkan efektifitas Pengawasan dan meminimalisir terjadinya pelanggaran pada tahapan Pemilihan ditingkat Kelurahan/Desa dalam menghadapi masa kampanye.




"Agar proses yang dilakukan tetap patuhi protokol kesehatan dan juga diharapkan Panwas Kelurahan/Desa untuk memiliki satu pemahaman dan persepsi yang sama sesuai ketentuan peraturan Perundang-Undangan dalam melakukan pengawasan pada Pilkada Serentak," kata Irwan Prayitno.


Oleh karena itu, Irwan berharap Panwas Kelurahan dan Desa berperan penting dalam pengawasan juga kesuksesan Pilkada 2020.


"Sehingga mampu melaksanakan tugas serta fungsi pengawas pemilu yang berintegritas, profesional dan handal," ucapnya.


Selanjutnya, Irwan juga menyebutkan panwaslu di kelurahan/desa, merupakan jajaran pengawas pemilu yang berhadapan langsung secara praktek dengan proses dinamis pada setiap tahapan pemilihan.


"Dan kali ini, sebanyak 95 orang peserta Panwaslu mengikuti kegiatan Bimtek, yang berasal dari masing-masing kabupaten dan kota mewakili Sumbar, bertujuan agar dapat meningkatkan kapasitas SDM pengawas pemilihan khusus," ujar Irwan.


Gubernur Sumbar meminta nantinya setiap TPS harus terapkan prosedur protokol kesehatan dan diterapkan hingga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Hal ini bukan tanpa sebab, menurutnya, protokol kesehatan di TPS sangat penting diketahui dan dipahami terutama oleh masyarakat karena taruhannya mengarah kepada keselamatan.




Pengawasan akan dilakukan ditingkat kelurahan/desa dalam tahapan pemilihan Gubernur, wakil Gubernur, dan Bupati,wakil bupati serta Walikota dengan Wakil Walikota tahun 2020.


"Pada pandemi Covid-19 seperti saat ini, Panwaslu harus mengikuti aturan protokol kesehatan, demi meminimalisir dan mencegah penularan Covid-19 di TPS," ungkap Irwan.


Sementara itu, pimpinan Bawaslu Provinsi Sumbar, Surya Efitrimen menyampaikan kegiatan bimtek ini berlangsung selama 3 (tiga) hari. Agar para peserta panwaslu bisa paham apa yang dikerjakan yang menghasilkan kepala daerah dipilih oleh masyarakat baik pula dan tetap berjalan dengan aman Covid-19.


"Untuk itu perlu dilakukan kegiatan Bimtek kepada panitian pengawas pemilihan umum kelurahan/desa pada pemilihan serentak tahun 2020," katanya 


Dia juga mengatakan tahapan pengawasan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 yang dihadapi saat ini akan sangat berat, apalagi ditengah pandemi covid-19.


Selanjutnya dalam hal ini perlu peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan pengetahuan serta pemahaman terhadap seluruh proses pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 dimasing-masing daerah nanti, yang dilaksanakan dimasa adaptasi kebiasaan baru. 


"Sehingga dalam melaksanakan tugas agar dapat berpegang terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat," tambahnya. (nov)