Irwan Prayitno Harapkan Indeks Inklusi Keuangan Terus Meningkat di Sumbar - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menghadiri Acara Puncak Kegiatan Inklusi Keuangan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 secara virtual di kediamannya, Senin (2/11/2020).


Kegiatan Inklusi Keuangan merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan/atau layanan jasa keuangan serta mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan. 


Diawal sambutan Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan apresiasi kepada OJK dan Bank Indonesia yang selalu memberikan dukungan dan dorongan kepada Pemprov dan kepada masyarakat Sumbar dalam kegiatan inklusi keuangan. Khususnya memberi dukungan kepada mahasiswa dan pelajar di Sumbar. 


Irwan Prayitno juga mengucapkan terima kasih dalam rangkaian kegiatan hari Puncak ini juga OJK bersama perbankan, baik bank pemerintah dan swasta dan juga BPR melakukan dukungan kepada penanganan Covid-19 melalui bantuannya ke laboratorium FK Unand. 




"Ini patut kita apresiasi karena Covid-19 melanda kita dan membutuhkan banyak dukungan termasuk juga tidak hanya Rumah Sakit karantina tapi juga tempat laboratorium yang melakukan testing," kata Irwan Prayitno.


Terkait dengan hari puncak inklusi keuangan di Sumbar ada beberapa target yang menabung bagi masyarakat dan khususnya menabung bagi para pelajar dan mahasiswa ini sudah dikeluarkan edaran Gubernur. Untuk menguatkan kepada semua stakeholder dalam rangka sosialisasi untuk inklusi keuangan ini di kalangan pelajar dan mahasiswa khususnya untuk menabung 


Untuk itu setiap stakeholder dan perbankan yang ada di Sumbar untuk ikut mensosialisasikan untuk memprospek sekolah-sekolah, kampus-kampus agar para mahasiswa dan pelajar bisa menabung 


Tentu juga tidak kalah pentingnya memprospek pemerintah daerah agar juga uangnya ditabung kan disimpan di perbankan dan juga digunakan sebagai sarana media untuk jasa pelayanan pengiriman penyimpanan uang yang ada di lingkup pemerintahan ini menjadikan perhatian bagi kita semuanya dan untuk rakyat yang utama adalah kepada para pelajar.


"Kita memberi kesempatan kepada pihak perbankan untuk melakukan kampanye budaya menabung di sekolah-sekolah  dan di kampus-kampus," tutur Irwan Prayitno.


Mengkampanyekan budaya menabung di berbagai sektor industry jasa keuangan akan membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Mendorong pembukaan rekening, pemberian kredit/pembiayaan serta pengunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan.


Pada kesempatan itu, Irwan Prayitno berpesan kepada masyarakat Sumbar agar tetap mengikuti protokol kesehatan, karena saat ini peningkatan angka positif masih terjadi di Sumbar. Bahkan penambahan itu membentuk klaster-klaster baru.


"Ini tidak bosan-bosannya kami mengimbau masyarakat untuk terus menggunakan masker apabila keluar rumah, cuci tangan dan jaga jarak disetiap keramaian," ucapnya.


Kejadian ini banyak terjadi diperkantoran baik di instansi pemerintah, pusat pelayanan, maupun diperbankan, terbukti terjadi penambahan terbaru yang merupakan salah satu komunitas. Banyak pegawai pergi ke kantor  menggunakan masker, se sampai di kantor tidak lagi menggunakan masker.


Mereka berbicara bersama teman di kantor tanpa memakai masker. Satu terkena Covid-19 bisa menularkan pada banyak orang di kantor. 


"Untuk tidak sampai kita tertular Covid-19, gunakan masker terus, maka kita terhindar dari virus corona," imbau Irwan.


Jadi masyarakat tetap produktif, tetap bekerja, tetap aktif keluar rumah untuk mencari penghidupan. Tapi harus aman dari Covid-19, tentunya harus ikuti protokol kesehatan.


Selain itu pemprov Sumbar punya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang bisa memberikan sanksi administratif dan pidana kepada masyarakat tidak ikut protokol kesehatan. Baik dikurung, bahkan sampai denda Rp250 ribu bagi pelanggar yang melakukan lebih satu kali.

 

"Jadi pesan kami kepada masyarakat, untuk ikut protokol kesehatan agar kita tetap sehat dan tetap produktif," ujarnya. (nov)

Irwan Prayitno Harapkan Indeks Inklusi Keuangan Terus Meningkat di Sumbar

Monday, November 2, 2020 : 8:17:00 PM



PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menghadiri Acara Puncak Kegiatan Inklusi Keuangan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 secara virtual di kediamannya, Senin (2/11/2020).


Kegiatan Inklusi Keuangan merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan/atau layanan jasa keuangan serta mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan. 


Diawal sambutan Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan apresiasi kepada OJK dan Bank Indonesia yang selalu memberikan dukungan dan dorongan kepada Pemprov dan kepada masyarakat Sumbar dalam kegiatan inklusi keuangan. Khususnya memberi dukungan kepada mahasiswa dan pelajar di Sumbar. 


Irwan Prayitno juga mengucapkan terima kasih dalam rangkaian kegiatan hari Puncak ini juga OJK bersama perbankan, baik bank pemerintah dan swasta dan juga BPR melakukan dukungan kepada penanganan Covid-19 melalui bantuannya ke laboratorium FK Unand. 




"Ini patut kita apresiasi karena Covid-19 melanda kita dan membutuhkan banyak dukungan termasuk juga tidak hanya Rumah Sakit karantina tapi juga tempat laboratorium yang melakukan testing," kata Irwan Prayitno.


Terkait dengan hari puncak inklusi keuangan di Sumbar ada beberapa target yang menabung bagi masyarakat dan khususnya menabung bagi para pelajar dan mahasiswa ini sudah dikeluarkan edaran Gubernur. Untuk menguatkan kepada semua stakeholder dalam rangka sosialisasi untuk inklusi keuangan ini di kalangan pelajar dan mahasiswa khususnya untuk menabung 


Untuk itu setiap stakeholder dan perbankan yang ada di Sumbar untuk ikut mensosialisasikan untuk memprospek sekolah-sekolah, kampus-kampus agar para mahasiswa dan pelajar bisa menabung 


Tentu juga tidak kalah pentingnya memprospek pemerintah daerah agar juga uangnya ditabung kan disimpan di perbankan dan juga digunakan sebagai sarana media untuk jasa pelayanan pengiriman penyimpanan uang yang ada di lingkup pemerintahan ini menjadikan perhatian bagi kita semuanya dan untuk rakyat yang utama adalah kepada para pelajar.


"Kita memberi kesempatan kepada pihak perbankan untuk melakukan kampanye budaya menabung di sekolah-sekolah  dan di kampus-kampus," tutur Irwan Prayitno.


Mengkampanyekan budaya menabung di berbagai sektor industry jasa keuangan akan membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Mendorong pembukaan rekening, pemberian kredit/pembiayaan serta pengunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan.


Pada kesempatan itu, Irwan Prayitno berpesan kepada masyarakat Sumbar agar tetap mengikuti protokol kesehatan, karena saat ini peningkatan angka positif masih terjadi di Sumbar. Bahkan penambahan itu membentuk klaster-klaster baru.


"Ini tidak bosan-bosannya kami mengimbau masyarakat untuk terus menggunakan masker apabila keluar rumah, cuci tangan dan jaga jarak disetiap keramaian," ucapnya.


Kejadian ini banyak terjadi diperkantoran baik di instansi pemerintah, pusat pelayanan, maupun diperbankan, terbukti terjadi penambahan terbaru yang merupakan salah satu komunitas. Banyak pegawai pergi ke kantor  menggunakan masker, se sampai di kantor tidak lagi menggunakan masker.


Mereka berbicara bersama teman di kantor tanpa memakai masker. Satu terkena Covid-19 bisa menularkan pada banyak orang di kantor. 


"Untuk tidak sampai kita tertular Covid-19, gunakan masker terus, maka kita terhindar dari virus corona," imbau Irwan.


Jadi masyarakat tetap produktif, tetap bekerja, tetap aktif keluar rumah untuk mencari penghidupan. Tapi harus aman dari Covid-19, tentunya harus ikuti protokol kesehatan.


Selain itu pemprov Sumbar punya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang bisa memberikan sanksi administratif dan pidana kepada masyarakat tidak ikut protokol kesehatan. Baik dikurung, bahkan sampai denda Rp250 ribu bagi pelanggar yang melakukan lebih satu kali.

 

"Jadi pesan kami kepada masyarakat, untuk ikut protokol kesehatan agar kita tetap sehat dan tetap produktif," ujarnya. (nov)