Gubernur Sumbar Serahkan UKG Pengadaan Tanah Jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyerahkan uang Rp8 miliyar sebagai ganti kerugian pengadaan lahan pembangunan jalan tol di seksi Kapalo Hilalang - Sicincin - Lubuk Alung - Padang STA 4+200 ke 36+600 KM di Kabupaten Padang Pariaman.


Penyerahan Uang Ganti Kerugian (UKG) tanah tersebut dilaksanakan secara simbolis di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (3/11/2020).


"Hari ini kita berikan ganti rugi pengadaan 18 bidang tanah untuk pembangunan ruas tol Padang Pariaman - Pekanbaru di Kabupaten Padang Pariaman secara simbolis," kata Irwan Prayitno.




Hal itu disampaikan Irwan Prayitno dalam sambutan yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbar Saiful, S.P, M.H, Satuan Kerja wilayah II kementrian PUPR, Polda Sumbar, Kejaksaan dan 18 orang penerima ganti rugi berasal dari Kabupaten Padang Pariaman.


Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, pembangunan jalan tol di provinsi tersebut merupakan salah satu program strategis nasional, dan menjadi bagian dari trans Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumbar dengan Provinsi Riau. 


"Sebelumnya dalam pengadaan tanah, ada sebagian kecil menolak. Alhamdulillah, bisa kita atasi semuanya," ucapnya.




Untuk itu, pada hari ini diterima secara simbolis oleh dua orang penerima UKG, diataranya Syahrail dan Istrinya Rosima dengan nilai uang Rp 1.716.181.500 luas bidang tanah 8.526 M2 di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai dan M. Nur dan Istri Nurmalis menerima pembayaran UKG Rp. 1.179.540.000 dengan luas bidang 4.925 M2. yang masuk kedalam rekening masing-masing.




Selanjutnya Irwan Prayitno mengatakan Pembayaran uang ganti kerugian sebanyak 18 (delapan belas) penerima, yang punya tanah dengan total Rp8 miliyar dari 1080 sekian bidang saat ini sedang dalam proses pembangunan.


"Jalan tol juga merupakan solusi yang tepat dalam rangka memperlancar akselerasi ke semua sektor, sehingga distribusi pangan dan gerak ekonomi semakin meningkat," imbuhnya.


Selanjutnya, gubernur mengucapkan terimakasih kepada semua pihak BPN, PUPR Kepolisian dan Kejaksaan telah terlibat aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena tanah di Sumbar ini adalah tanah ulayat.


"Terimakasih juga kita ucapkan kepada masyarakat yang hadir yang terkena ganti rugi tanah untuk pembangunan jalan tol, bahwa hal ini dilakukan untuk kesejahteraan kita semua," ujarnya. 


Selain itu ia juga mengatakan bagi masyarakat yang ikhlas melepaskan tanahnya untuk jalan, akan menjadi amal jariah mengalir terus menjadi prestasi dunia akhirat amalan kita menjadi pahala yang terus mengalir karena tanahnya dipergukan untuk transportasi dan kepentingan umum.


"Dibalik mengikhlaskan itu, juga mendapatkan uang ganti kerugian tanah, ini merupakan peluang ibadah untuk kepentingan jalan tol, selain dapat uang juga dapat pahala," terang Irwan.


Lebih lanjut Irwan menyebutkan dengan adanya jalan tol nanti, sawah masyarakat yang berdekatan dengan jalan tol harganya akan menjadi naik dan juga naik manfaatnya.


"Dulu tidak ada jalan sekarang sudah ada, itulah manfaatnya jalan tol yang kita dapat. Tetapi diluar itu semua terkait dengan harga tanah itu sudah terbuka dan prosesnya sudah jelas," sebutnya. (nov)

Gubernur Sumbar Serahkan UKG Pengadaan Tanah Jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru

Tuesday, November 3, 2020 : 9:27:00 PM



PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyerahkan uang Rp8 miliyar sebagai ganti kerugian pengadaan lahan pembangunan jalan tol di seksi Kapalo Hilalang - Sicincin - Lubuk Alung - Padang STA 4+200 ke 36+600 KM di Kabupaten Padang Pariaman.


Penyerahan Uang Ganti Kerugian (UKG) tanah tersebut dilaksanakan secara simbolis di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (3/11/2020).


"Hari ini kita berikan ganti rugi pengadaan 18 bidang tanah untuk pembangunan ruas tol Padang Pariaman - Pekanbaru di Kabupaten Padang Pariaman secara simbolis," kata Irwan Prayitno.




Hal itu disampaikan Irwan Prayitno dalam sambutan yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbar Saiful, S.P, M.H, Satuan Kerja wilayah II kementrian PUPR, Polda Sumbar, Kejaksaan dan 18 orang penerima ganti rugi berasal dari Kabupaten Padang Pariaman.


Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, pembangunan jalan tol di provinsi tersebut merupakan salah satu program strategis nasional, dan menjadi bagian dari trans Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumbar dengan Provinsi Riau. 


"Sebelumnya dalam pengadaan tanah, ada sebagian kecil menolak. Alhamdulillah, bisa kita atasi semuanya," ucapnya.




Untuk itu, pada hari ini diterima secara simbolis oleh dua orang penerima UKG, diataranya Syahrail dan Istrinya Rosima dengan nilai uang Rp 1.716.181.500 luas bidang tanah 8.526 M2 di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai dan M. Nur dan Istri Nurmalis menerima pembayaran UKG Rp. 1.179.540.000 dengan luas bidang 4.925 M2. yang masuk kedalam rekening masing-masing.




Selanjutnya Irwan Prayitno mengatakan Pembayaran uang ganti kerugian sebanyak 18 (delapan belas) penerima, yang punya tanah dengan total Rp8 miliyar dari 1080 sekian bidang saat ini sedang dalam proses pembangunan.


"Jalan tol juga merupakan solusi yang tepat dalam rangka memperlancar akselerasi ke semua sektor, sehingga distribusi pangan dan gerak ekonomi semakin meningkat," imbuhnya.


Selanjutnya, gubernur mengucapkan terimakasih kepada semua pihak BPN, PUPR Kepolisian dan Kejaksaan telah terlibat aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena tanah di Sumbar ini adalah tanah ulayat.


"Terimakasih juga kita ucapkan kepada masyarakat yang hadir yang terkena ganti rugi tanah untuk pembangunan jalan tol, bahwa hal ini dilakukan untuk kesejahteraan kita semua," ujarnya. 


Selain itu ia juga mengatakan bagi masyarakat yang ikhlas melepaskan tanahnya untuk jalan, akan menjadi amal jariah mengalir terus menjadi prestasi dunia akhirat amalan kita menjadi pahala yang terus mengalir karena tanahnya dipergukan untuk transportasi dan kepentingan umum.


"Dibalik mengikhlaskan itu, juga mendapatkan uang ganti kerugian tanah, ini merupakan peluang ibadah untuk kepentingan jalan tol, selain dapat uang juga dapat pahala," terang Irwan.


Lebih lanjut Irwan menyebutkan dengan adanya jalan tol nanti, sawah masyarakat yang berdekatan dengan jalan tol harganya akan menjadi naik dan juga naik manfaatnya.


"Dulu tidak ada jalan sekarang sudah ada, itulah manfaatnya jalan tol yang kita dapat. Tetapi diluar itu semua terkait dengan harga tanah itu sudah terbuka dan prosesnya sudah jelas," sebutnya. (nov)