Tidak Memiliki Riwayat Perjalanan Keluar, Mentawai Alami Penularan Lokal - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



MENTAWAI, murainews.com -- Terjadi kembali penularan lokal kasus positi covid-19, karena orang yang terpapar tidak memiliki riwayat perjalanan keluar. Berdasarkan informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai, jumlah kasus positif corona virus disease 2019 (covid-19) bertambah menjadi 46 orang. Hal ini dikarenakan adanya penambahan terinfeksi covid-19 sejumlah 3 orang. 


Sementara itu, informasi yang diberikan oleh juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar, penambahan pasien 3 orang yang terinfeksi ini merupakan dua petugas kesehatan dan  satu guru, yakni klaster Puskesmas Sarereiket, di Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, klaster Puskesmas Peipei, Kecamatan Siberut Barat Daya dan klaster SMP 2 Siberut Selatan, Lahmuddin mengatakan bahwa pasien positif dari Puskesmas Peipei tidak memiliki riwayat perjalanan keluar, namun tetap terinfeksi covid-19.


"semua pihak harus lebih meningkatkan pemahaman tentang perlunya konsistensi dan kedisiplinan dalam pelaksanaan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, ini demi kita bersama, untuk diri kita sendiri, orang disekitar kita dan dan siapapun yang berinteraksi dengan kita", ujar Lahmuddin dengan tegas.(03/10)




"bersama-sama kita harus saling mengingatkan untuk selalu memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak, karena yang dari Peipei tidak memiliki riwayat perjalanan keluar, artinya terjadi lagi penularan lokal", ujarnya menambahkan. 


Lebih lanjut, juru bicara Lahmuddin juga menyampaikan, semua pihak harus mendukung pelaksanaan swab test agar pihak medis bersama gugus tugas bisa menemukan dan menangani secara cepat adanya penyebaran virus corona sedari dini di Kabupaten Kepulauan Mentawai. 


"semoga wabah covid-19 ini segera berakhir agar kita semua bisa menjalani kehidupan normal kembali tanpa ada rasa ketakutan terhadap covid-19 ini", imbuh Lahmuddin yang juga merupakan Kadis Kesehatan Mentawai. 




Kemudian Lahmuddin sebagai juru bicara juga menjelaskan, saat ini pasien terinfeksi covid-19 yang sembuh sudah 33 orang dan pasien yang masih menjalani isolasi sebanyak 13 orang dari 46 orang yang terinfekai covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Informasi ini berdasarkan akumulasi data sejak bulan Maret 2020 sampai saat ini. Sedangkan terkait covid-19, di Mentawai masih memiliki nihil kematian terhadap yang terpapar covid-19. 


Sebelumnya tim medis yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penangan covid-19 Mentawai melakukan pengambilan sample swab sejumlah 3.249 spesimen. Berdasarkan pemeriksaan sample swab yang dikirimkan ke Laboraturium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dibawah pimpinan Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, ternyata terdapat 3 spesimen yang dinyatakan terinfeksi (positif) covid-19. (JJ)

Tidak Memiliki Riwayat Perjalanan Keluar, Mentawai Alami Penularan Lokal

Sunday, October 4, 2020 : 8:26:00 AM



MENTAWAI, murainews.com -- Terjadi kembali penularan lokal kasus positi covid-19, karena orang yang terpapar tidak memiliki riwayat perjalanan keluar. Berdasarkan informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai, jumlah kasus positif corona virus disease 2019 (covid-19) bertambah menjadi 46 orang. Hal ini dikarenakan adanya penambahan terinfeksi covid-19 sejumlah 3 orang. 


Sementara itu, informasi yang diberikan oleh juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Mentawai, Lahmuddin Siregar, penambahan pasien 3 orang yang terinfeksi ini merupakan dua petugas kesehatan dan  satu guru, yakni klaster Puskesmas Sarereiket, di Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, klaster Puskesmas Peipei, Kecamatan Siberut Barat Daya dan klaster SMP 2 Siberut Selatan, Lahmuddin mengatakan bahwa pasien positif dari Puskesmas Peipei tidak memiliki riwayat perjalanan keluar, namun tetap terinfeksi covid-19.


"semua pihak harus lebih meningkatkan pemahaman tentang perlunya konsistensi dan kedisiplinan dalam pelaksanaan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, ini demi kita bersama, untuk diri kita sendiri, orang disekitar kita dan dan siapapun yang berinteraksi dengan kita", ujar Lahmuddin dengan tegas.(03/10)




"bersama-sama kita harus saling mengingatkan untuk selalu memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak, karena yang dari Peipei tidak memiliki riwayat perjalanan keluar, artinya terjadi lagi penularan lokal", ujarnya menambahkan. 


Lebih lanjut, juru bicara Lahmuddin juga menyampaikan, semua pihak harus mendukung pelaksanaan swab test agar pihak medis bersama gugus tugas bisa menemukan dan menangani secara cepat adanya penyebaran virus corona sedari dini di Kabupaten Kepulauan Mentawai. 


"semoga wabah covid-19 ini segera berakhir agar kita semua bisa menjalani kehidupan normal kembali tanpa ada rasa ketakutan terhadap covid-19 ini", imbuh Lahmuddin yang juga merupakan Kadis Kesehatan Mentawai. 




Kemudian Lahmuddin sebagai juru bicara juga menjelaskan, saat ini pasien terinfeksi covid-19 yang sembuh sudah 33 orang dan pasien yang masih menjalani isolasi sebanyak 13 orang dari 46 orang yang terinfekai covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Informasi ini berdasarkan akumulasi data sejak bulan Maret 2020 sampai saat ini. Sedangkan terkait covid-19, di Mentawai masih memiliki nihil kematian terhadap yang terpapar covid-19. 


Sebelumnya tim medis yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penangan covid-19 Mentawai melakukan pengambilan sample swab sejumlah 3.249 spesimen. Berdasarkan pemeriksaan sample swab yang dikirimkan ke Laboraturium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dibawah pimpinan Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, ternyata terdapat 3 spesimen yang dinyatakan terinfeksi (positif) covid-19. (JJ)