Pemkab Mentawai Persiapkan Hotel Tempat Karantina Tambahan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



MENTAWAI, murainews.com -- Mentawai semakin giat melakukan pengambilan sample swab, terutama pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hal ini merupakan upaya pendeteksian penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) di Mentawai. 


Berdasarkan pemeriksaan tim Laboraturium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universtas Andalas dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc dengan semakin meningkatnya pengiriman sample swab dari Mentawai, ditemukan orang yang yang terinfeksi covid-19, meskipun masih dalam persentase kecil dan bahkan lebih seringnya tidak terdapat yang memiliki hasil positif. 


Berdasarkan informasi Satuan Tugas Covid-19 Mentawai, tercatat 55 orang pasien terkonfirmasi covid-19 yang sudah sembuh. Sedangkan pasien terinfeksi covid-19 yang masih dirawat sebanyak 21 orang pasien.


10 orang dirawat di RSUD Mentawai, di tempat fasilitas khusus sebanyak 4 orang pasien, isolasi mandiri 1 orang, isolasi di Provinsi Aceh 1 orang, puskesmas Sioban 1 orang, puskesmas Sikakap 3 orang dan puskesmas Malakopak 1 orang. 


Juru bicara satgas penanganan covid-19 Mentawai, Serieli BW mengatakan bahwa jika terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai akan mempersiapkan tempat karantina tambahan pada hotel-hotel yang berada di Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. 


"kami sudah melakukan survey dan pendekatan kepada pemilik hotel, dan mereka menyatakan kesediannya untuk hal ini," ucap Jubir Serieli BW.(19/10)




"mengenai makan pasien merupakan tanggungjawab dinas sosial, pihak hotel hanya menyediakan tempat saja," imbuh Serieli BW kemudian. 


Sementara itu Lahmuddin Siregar yang juga merupakan juru bicara menjelaskan bahwa tidak ada hal khusus terkait persyaratan hotel yang bisa dijadikan tempat karantina pasien covid-19.


"meskipun lokasi hotel dekat dengan pemukiman, penyebaran covid-19 ini bukan secara airbone, tapi melalui percikan air liur dan ingus dari pasien, maka dari itu disiplinlah selalu untuk memakai masker,' ungkap Lahmuddin yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan 


"namun satuan tugas penanganan covid-19 mentawai tetap memastikan tentang keamanan lingkungan pada hotel tersebut," kata Lahmuddin.


"hotel harus memiliki halaman yang mencukupi untuk melakukan olah raga bagi pasien, satgas juga akan menyiapkan penyemprotan disenfektan, sarana cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer dan masker, serta selalu menjalankan protokol kesehatan," ulasnya menambahkan keterangannya. 


Saat yang sama, Kasat Pol PP Mentawai, Dul Sumarno menyebutkan bahwa mulai Senen (12/10/2020) satgas gabungan Sat Pol PP, TNI dan Polri setiap hari melakukan kontrol dan razia untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, terutama disiplin masyarakat dalam penggunaan masker. 


Kasat Pol PP Mentawai menyampaikan jika terdapat masyarakat yang melanggar Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru (Perda AKB) selain dicatat identitas dan masuk dalam daftar pelanggar, akan dikenakan sanksi sosial, seperti memungut sampah, push up, menyanyikan lagu kebangsaan dan lain-lain. 


"satgas belum mengarah dan memberlakukan sanksi denda, sampai saat ini kami hanya memberikan sanksi sosial," ujar Dul Sumarno. 


"tercatat sampai saat ini rata-rata 10 orang yang melanggar perda akb ini," ulas Dul Sumarno kemudian. 


Lebih lanjut Kasat Pol PP juga mengatakan sampai saat ini terdapat lebih kurang 70 orang yang melanggar Perda AKB di Tuapejat, lebih banyak tidak disiplin memakai masker. (JJ)

Pemkab Mentawai Persiapkan Hotel Tempat Karantina Tambahan

Monday, October 19, 2020 : 11:50:00 PM



MENTAWAI, murainews.com -- Mentawai semakin giat melakukan pengambilan sample swab, terutama pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hal ini merupakan upaya pendeteksian penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) di Mentawai. 


Berdasarkan pemeriksaan tim Laboraturium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universtas Andalas dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc dengan semakin meningkatnya pengiriman sample swab dari Mentawai, ditemukan orang yang yang terinfeksi covid-19, meskipun masih dalam persentase kecil dan bahkan lebih seringnya tidak terdapat yang memiliki hasil positif. 


Berdasarkan informasi Satuan Tugas Covid-19 Mentawai, tercatat 55 orang pasien terkonfirmasi covid-19 yang sudah sembuh. Sedangkan pasien terinfeksi covid-19 yang masih dirawat sebanyak 21 orang pasien.


10 orang dirawat di RSUD Mentawai, di tempat fasilitas khusus sebanyak 4 orang pasien, isolasi mandiri 1 orang, isolasi di Provinsi Aceh 1 orang, puskesmas Sioban 1 orang, puskesmas Sikakap 3 orang dan puskesmas Malakopak 1 orang. 


Juru bicara satgas penanganan covid-19 Mentawai, Serieli BW mengatakan bahwa jika terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai akan mempersiapkan tempat karantina tambahan pada hotel-hotel yang berada di Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. 


"kami sudah melakukan survey dan pendekatan kepada pemilik hotel, dan mereka menyatakan kesediannya untuk hal ini," ucap Jubir Serieli BW.(19/10)




"mengenai makan pasien merupakan tanggungjawab dinas sosial, pihak hotel hanya menyediakan tempat saja," imbuh Serieli BW kemudian. 


Sementara itu Lahmuddin Siregar yang juga merupakan juru bicara menjelaskan bahwa tidak ada hal khusus terkait persyaratan hotel yang bisa dijadikan tempat karantina pasien covid-19.


"meskipun lokasi hotel dekat dengan pemukiman, penyebaran covid-19 ini bukan secara airbone, tapi melalui percikan air liur dan ingus dari pasien, maka dari itu disiplinlah selalu untuk memakai masker,' ungkap Lahmuddin yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan 


"namun satuan tugas penanganan covid-19 mentawai tetap memastikan tentang keamanan lingkungan pada hotel tersebut," kata Lahmuddin.


"hotel harus memiliki halaman yang mencukupi untuk melakukan olah raga bagi pasien, satgas juga akan menyiapkan penyemprotan disenfektan, sarana cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer dan masker, serta selalu menjalankan protokol kesehatan," ulasnya menambahkan keterangannya. 


Saat yang sama, Kasat Pol PP Mentawai, Dul Sumarno menyebutkan bahwa mulai Senen (12/10/2020) satgas gabungan Sat Pol PP, TNI dan Polri setiap hari melakukan kontrol dan razia untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, terutama disiplin masyarakat dalam penggunaan masker. 


Kasat Pol PP Mentawai menyampaikan jika terdapat masyarakat yang melanggar Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru (Perda AKB) selain dicatat identitas dan masuk dalam daftar pelanggar, akan dikenakan sanksi sosial, seperti memungut sampah, push up, menyanyikan lagu kebangsaan dan lain-lain. 


"satgas belum mengarah dan memberlakukan sanksi denda, sampai saat ini kami hanya memberikan sanksi sosial," ujar Dul Sumarno. 


"tercatat sampai saat ini rata-rata 10 orang yang melanggar perda akb ini," ulas Dul Sumarno kemudian. 


Lebih lanjut Kasat Pol PP juga mengatakan sampai saat ini terdapat lebih kurang 70 orang yang melanggar Perda AKB di Tuapejat, lebih banyak tidak disiplin memakai masker. (JJ)