Irwan Prayitno: Monumen PDRI Bukti Perjuangan Syafruddin Prawiranegara Penyelamat NKRI - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



LIMAPULUH KOTA, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berkunjung ke Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (6/19/2020), untuk melihat langsung proyek nasional, yaitu Monumen Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi. 


Tidak tanggung-tanggung selain Gubernur Irwan Prayitno juga dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Rudi Sumardiyanto, S.H., M.H., Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Arief Gajah Mada, Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso dan beberapa perwira tinggi lainnya hadir dalam kunjungan tersebut.


Sejarah perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia pernah melewati masa krisis ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta serta sejumlah menteri ditangkap Belanda dalam Agresi Militer II pada 22 Desember 1948. Namun keberadaan Republik Indonesia dapat diselamatkan dengan dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).






"Adanya Monumen PDRI ini bisa menjadi salah satu pengingat bahwa PDRI adalah penyelamat bangsa Indonesia," ucap Irwan Prayitno.


Menurut Irwan Prayitno, hadirnya PDRI tujuannya agresi militer Belanda sesungguhnya telah gagal. Sebab, eksistensi Indonesia dapat terus berlangsung, sekalipun ibu kotanya (Yogyakarta) digempur habis-habisan dan pucuk pimpinannya ditangkapi.


"Jadi disinilah  tempat dimana PDRI dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara berjuang menyelamatkan bangsa Indonesia," kata Gubernur Sumbar.


PDRI gerilya selama tiga bulan disini melawan Belanda. Walaupun banyak dibeberapa daerah Sumatera melakukan gerilya tapi hanya Joto Tinggi yang paling lama dan banyak memakan korban. Untuk itu sebabnya dibangunnya monumen Bela Negara PDRI di Koto Tinggi.




Sementara untuk prospek kedepannya, Irwan Prayitno mengharapkan Pekerjaan mega proyek PDRI ini yang melibatkan lima kementerian, yakni Menkopolhukam, Kementerian Pertahanan, Sosial, Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan akan tetap berjalan pada tahun depan.


"Mudah-mudahan kita tetap mendapatkan bantuan dari pusat untuk melanjutkan pembangunan monumen PDRI sampai selesai," harapnya. (nov)

Irwan Prayitno: Monumen PDRI Bukti Perjuangan Syafruddin Prawiranegara Penyelamat NKRI

Tuesday, October 6, 2020 : 7:35:00 PM



LIMAPULUH KOTA, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berkunjung ke Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (6/19/2020), untuk melihat langsung proyek nasional, yaitu Monumen Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi. 


Tidak tanggung-tanggung selain Gubernur Irwan Prayitno juga dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Rudi Sumardiyanto, S.H., M.H., Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Arief Gajah Mada, Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso dan beberapa perwira tinggi lainnya hadir dalam kunjungan tersebut.


Sejarah perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia pernah melewati masa krisis ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta serta sejumlah menteri ditangkap Belanda dalam Agresi Militer II pada 22 Desember 1948. Namun keberadaan Republik Indonesia dapat diselamatkan dengan dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).






"Adanya Monumen PDRI ini bisa menjadi salah satu pengingat bahwa PDRI adalah penyelamat bangsa Indonesia," ucap Irwan Prayitno.


Menurut Irwan Prayitno, hadirnya PDRI tujuannya agresi militer Belanda sesungguhnya telah gagal. Sebab, eksistensi Indonesia dapat terus berlangsung, sekalipun ibu kotanya (Yogyakarta) digempur habis-habisan dan pucuk pimpinannya ditangkapi.


"Jadi disinilah  tempat dimana PDRI dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara berjuang menyelamatkan bangsa Indonesia," kata Gubernur Sumbar.


PDRI gerilya selama tiga bulan disini melawan Belanda. Walaupun banyak dibeberapa daerah Sumatera melakukan gerilya tapi hanya Joto Tinggi yang paling lama dan banyak memakan korban. Untuk itu sebabnya dibangunnya monumen Bela Negara PDRI di Koto Tinggi.




Sementara untuk prospek kedepannya, Irwan Prayitno mengharapkan Pekerjaan mega proyek PDRI ini yang melibatkan lima kementerian, yakni Menkopolhukam, Kementerian Pertahanan, Sosial, Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan akan tetap berjalan pada tahun depan.


"Mudah-mudahan kita tetap mendapatkan bantuan dari pusat untuk melanjutkan pembangunan monumen PDRI sampai selesai," harapnya. (nov)