Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Tidak Abaikan protokol kesehatan, Insya Allah terbebas dari Covid-19 - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



BUKITTINGGI, murainews.com -- Yayasan Mande Sumatera Barat mengelar Workshop Managerial dan Kemandirian dengan tema Meningkatkan Pelayanan dan Etos Kerja di Masa Pandemi Covid-19 di Balai Sidang Bung Hatta Bukittinggi, Senin (19/10/2020).


Workshop Managerial dan Kemandirian itu dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan dihadiri juga Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Nevi Zuairina. 


Dalam sambutan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan Virus Corona atau Covid-19 menjadi bencana yang menggangu kesehatan di dunia. Bahkan telah menggangu berbagai aspek kehidupan manusia perekonomian dan kesehatan manusia di dunia merupakan dampak utama yang cukup jelas dengan Covid-19. 


Termasuk bangsa Indonesia, yang telah berhasil memporak porandakan tatanan kehidupan manusia dari berbagai aspek, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan tidak terkecuali aspek pendidikan, yang membuat manusia didunia ketakutan akan ketularan penyakit ini. 




"Walaupun saat ini kita masih dalam keadaan pandemi Covid-19, kita masih bisa bekerja dan berproduktif, asalkan kita harus mengikuti protokol kesehatan," ungkap Irwan Prayitno.


Gubernur Sumbar menjelaskan, semenjak Maret tanggal 26 adanya Covid-19 di Sumbar, walaupun setelah itu ada PSBB, ia tidak pernah berhenti bekerja, tidak pernah dirumah, terus mengadakan kegiatan. Bahwakan melakukan kunjungan kerja di berbagai daerah, termasuk luar provinsi.


"Namun, saya tetap laksanakan protokol kesehatan. Sampai saat ini saya sudah di swab sebanyak 24 kali. Alhamdulillah negatif semua. Intinya kita jangan sampai lalai dan abaikan protokol kesehatan. Insya Allah kita terbebas dari serangan Covid-19," sebutnya.


Di Sumbar, pada pandemi ini masyarakat diperbolehkan beraktivitas diluar. Supaya masyarakat bisa mandiri dengan kondisi apapun. Perekonomian bangkit kembali, jika tidak bergerak perlahan roda perekonomian, maka ada peluang Indonesia mengalami krisis ekonomi atau resesi ekonomi.




"Kita jangan sampai larut, jangan pesimis dan jangan menyerah. Kita sebagai orang yang Muslim yang beriman, tahu betul pandemi ini takdirnya yang harus kita terima, jangan kita ratapi, kecewa dan marah. Kita akan rugi sendiri," ujar Irwan Prayitno.


Irwan Prayitno mengajak masyarakat untuk melawan hadapi Covid-19 dengan melakukan aktivitas seperti biasa, namun tetap patuhi protokol kesehatan. 


Meski demikian, ia mengingatkan warganya agar tetap waspada dan mematuhi protokol covid. Sebab, sebut dia, virus Corona masih menjadi ancaman.


Di Sumatera Barat sudah ada Perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, didalamnya ada sanksi Pidana, tujuannya agar masyarakat patuh mengikuti protokol kesehatan. 


Irwan mengatakan, penerapan sanksi ini bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan. Jika terkena razia pelanggaran protokol kesehatan dapat langsung diputuskan hukumannya. 


"Semua ini demi terhidar dari paparan Covid-19 bagi masyarakat Sumbar. Adanya Perda ini diharapkan ada efek jera bagi masyarakat keluar rumah tanpa memakai masker," ucap Irwan Prayitno. (nov)

Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Tidak Abaikan protokol kesehatan, Insya Allah terbebas dari Covid-19

Monday, October 19, 2020 : 10:05:00 PM



BUKITTINGGI, murainews.com -- Yayasan Mande Sumatera Barat mengelar Workshop Managerial dan Kemandirian dengan tema Meningkatkan Pelayanan dan Etos Kerja di Masa Pandemi Covid-19 di Balai Sidang Bung Hatta Bukittinggi, Senin (19/10/2020).


Workshop Managerial dan Kemandirian itu dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan dihadiri juga Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Nevi Zuairina. 


Dalam sambutan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan Virus Corona atau Covid-19 menjadi bencana yang menggangu kesehatan di dunia. Bahkan telah menggangu berbagai aspek kehidupan manusia perekonomian dan kesehatan manusia di dunia merupakan dampak utama yang cukup jelas dengan Covid-19. 


Termasuk bangsa Indonesia, yang telah berhasil memporak porandakan tatanan kehidupan manusia dari berbagai aspek, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan tidak terkecuali aspek pendidikan, yang membuat manusia didunia ketakutan akan ketularan penyakit ini. 




"Walaupun saat ini kita masih dalam keadaan pandemi Covid-19, kita masih bisa bekerja dan berproduktif, asalkan kita harus mengikuti protokol kesehatan," ungkap Irwan Prayitno.


Gubernur Sumbar menjelaskan, semenjak Maret tanggal 26 adanya Covid-19 di Sumbar, walaupun setelah itu ada PSBB, ia tidak pernah berhenti bekerja, tidak pernah dirumah, terus mengadakan kegiatan. Bahwakan melakukan kunjungan kerja di berbagai daerah, termasuk luar provinsi.


"Namun, saya tetap laksanakan protokol kesehatan. Sampai saat ini saya sudah di swab sebanyak 24 kali. Alhamdulillah negatif semua. Intinya kita jangan sampai lalai dan abaikan protokol kesehatan. Insya Allah kita terbebas dari serangan Covid-19," sebutnya.


Di Sumbar, pada pandemi ini masyarakat diperbolehkan beraktivitas diluar. Supaya masyarakat bisa mandiri dengan kondisi apapun. Perekonomian bangkit kembali, jika tidak bergerak perlahan roda perekonomian, maka ada peluang Indonesia mengalami krisis ekonomi atau resesi ekonomi.




"Kita jangan sampai larut, jangan pesimis dan jangan menyerah. Kita sebagai orang yang Muslim yang beriman, tahu betul pandemi ini takdirnya yang harus kita terima, jangan kita ratapi, kecewa dan marah. Kita akan rugi sendiri," ujar Irwan Prayitno.


Irwan Prayitno mengajak masyarakat untuk melawan hadapi Covid-19 dengan melakukan aktivitas seperti biasa, namun tetap patuhi protokol kesehatan. 


Meski demikian, ia mengingatkan warganya agar tetap waspada dan mematuhi protokol covid. Sebab, sebut dia, virus Corona masih menjadi ancaman.


Di Sumatera Barat sudah ada Perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, didalamnya ada sanksi Pidana, tujuannya agar masyarakat patuh mengikuti protokol kesehatan. 


Irwan mengatakan, penerapan sanksi ini bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan. Jika terkena razia pelanggaran protokol kesehatan dapat langsung diputuskan hukumannya. 


"Semua ini demi terhidar dari paparan Covid-19 bagi masyarakat Sumbar. Adanya Perda ini diharapkan ada efek jera bagi masyarakat keluar rumah tanpa memakai masker," ucap Irwan Prayitno. (nov)