Gempa Megathrust Ancam Sumbar, Sestama BNPB Kunjungi Mentawai - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PADANG, murainews.com -- Melihat skala dari bencana gempa, para ilmuwan terus memprediksi bahwa ada gempa dan tsunami yang lebih besar yang dapat menghantam Kepulauan Mentawai dalam beberapa dekade mendatang.


Sekretariat Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Harmensyah, Dipl. SE, M.M. berencana akan menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai, besok Kamis, (22/10) bersama BPBD Sumbar.


Hal ini disampaikannya, usai melakukan penyerahan bantuan penanganan bencana khusus abrasi pantai di Kota Padang di ruang rapat Istana Gubernuran, Rabu (21/10/2020).


Tujuan keberangkatannya ke kabupaten tersebut, ingin memastikan kesiapsiagaan masyarakat di daerah tersebut, dalam melakukan langkah-langkah mitigasi gempa dan tsunami. Hal ini seiring dengan seringnya terjadi gempa akhir-akhir ini di daerah tersebut.




Harmensyah menjelaskan, Mentawai sering terjadi gempa bumi. Terbukti baru-baru ini, Senin (19/10) terjadi gempa 5,6 SR. Berdasarkan data dihimpun dari BMKG sejak 10 Oktober sampai 19 Oktober 2020 terjadi 10 kali gempa terjadi di area episentrum megathrust di Kepulauan Mentawai, dengan kekuatan di bawah 6,0 SR dan yang paling tinggi magnitudo 5,8 SR.


"Besok kita akan terbang ke Mentawai untuk bertemu dengan Bupati Mentawai. Bersama beliau kita akan cek ke lapangan," ucap Harmensyah.


Sumatera Barat merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Berbagai isu gempa dan tsunami termasuk soal Megathrust Mentawai dan beberapa kali gempa kemarin juga menjadi sorotan perhatian BNPB.


Lebih lanjut ia berharap agar pada kunjungan itu bisa pembahasan berbagai hal tentang persiapan masyarakat terhadap resiko bencana alam dan juga meningkatkan kesiapan pemerintah daerah terhadap upaya penanggulangan bencana.

 

"Adanya gempa beberapa hari terakhir ini, ini menjadi peringatan dan tanda-tanda alam untuk masyarakat. Kita harapkan masyarakat Mentawai saat terjadi gempa, bisa selamatkan diri secara mandiri. Karena itu, ketahanan keluarga yang tangguh bencana itu sangat penting," terangnya.


Tidak hanya masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Harmensyah mengingatkan seluruh masyarakat pesisir di Provinsi Sumatera Barat, baik itu di Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Padangpariaman dan lainnya, juga harus bisa membaca tanda-tanda alam ini.


Untuk itu, Harmensyah minta Pemerintah Sumbar dan pihak terkait untuk memperkuat mitigasi bencana pada infrastruktur utama, karena banyaknya gempa hingga sampai ratusan yang beruntun mengguncang wilayah pesisir Sumbar beberapa hari terakhir.


"Seluruh wilayah Sumbar berpotensi bencana, apalagi, daerah Sumbar berada di patahan lempeng dan cincin api. Ini yang harus kita waspadai, kegiatan mitigasi sangatlah penting bagi masyarakat," tukasnya. (nov)

Gempa Megathrust Ancam Sumbar, Sestama BNPB Kunjungi Mentawai

Wednesday, October 21, 2020 : 10:04:00 PM



PADANG, murainews.com -- Melihat skala dari bencana gempa, para ilmuwan terus memprediksi bahwa ada gempa dan tsunami yang lebih besar yang dapat menghantam Kepulauan Mentawai dalam beberapa dekade mendatang.


Sekretariat Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Harmensyah, Dipl. SE, M.M. berencana akan menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai, besok Kamis, (22/10) bersama BPBD Sumbar.


Hal ini disampaikannya, usai melakukan penyerahan bantuan penanganan bencana khusus abrasi pantai di Kota Padang di ruang rapat Istana Gubernuran, Rabu (21/10/2020).


Tujuan keberangkatannya ke kabupaten tersebut, ingin memastikan kesiapsiagaan masyarakat di daerah tersebut, dalam melakukan langkah-langkah mitigasi gempa dan tsunami. Hal ini seiring dengan seringnya terjadi gempa akhir-akhir ini di daerah tersebut.




Harmensyah menjelaskan, Mentawai sering terjadi gempa bumi. Terbukti baru-baru ini, Senin (19/10) terjadi gempa 5,6 SR. Berdasarkan data dihimpun dari BMKG sejak 10 Oktober sampai 19 Oktober 2020 terjadi 10 kali gempa terjadi di area episentrum megathrust di Kepulauan Mentawai, dengan kekuatan di bawah 6,0 SR dan yang paling tinggi magnitudo 5,8 SR.


"Besok kita akan terbang ke Mentawai untuk bertemu dengan Bupati Mentawai. Bersama beliau kita akan cek ke lapangan," ucap Harmensyah.


Sumatera Barat merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Berbagai isu gempa dan tsunami termasuk soal Megathrust Mentawai dan beberapa kali gempa kemarin juga menjadi sorotan perhatian BNPB.


Lebih lanjut ia berharap agar pada kunjungan itu bisa pembahasan berbagai hal tentang persiapan masyarakat terhadap resiko bencana alam dan juga meningkatkan kesiapan pemerintah daerah terhadap upaya penanggulangan bencana.

 

"Adanya gempa beberapa hari terakhir ini, ini menjadi peringatan dan tanda-tanda alam untuk masyarakat. Kita harapkan masyarakat Mentawai saat terjadi gempa, bisa selamatkan diri secara mandiri. Karena itu, ketahanan keluarga yang tangguh bencana itu sangat penting," terangnya.


Tidak hanya masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Harmensyah mengingatkan seluruh masyarakat pesisir di Provinsi Sumatera Barat, baik itu di Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Padangpariaman dan lainnya, juga harus bisa membaca tanda-tanda alam ini.


Untuk itu, Harmensyah minta Pemerintah Sumbar dan pihak terkait untuk memperkuat mitigasi bencana pada infrastruktur utama, karena banyaknya gempa hingga sampai ratusan yang beruntun mengguncang wilayah pesisir Sumbar beberapa hari terakhir.


"Seluruh wilayah Sumbar berpotensi bencana, apalagi, daerah Sumbar berada di patahan lempeng dan cincin api. Ini yang harus kita waspadai, kegiatan mitigasi sangatlah penting bagi masyarakat," tukasnya. (nov)