Gagal Ikut MTQ tingkat Nasional, Pemprov Telusuri Penyebabnya - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PADANG, murainews.com -- Pengaduan salah seorang juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Sumatera Barat (Sumbar) 2019, Yunia Safitri, kepada Gubernur Irwan Prayitno langsung mendapat respon dari Biro Bina Mental Sumbar.


Pengaduan itu terkait dengan Yunia Safitri yang berasal dari Kabupaten Dharmasraya, tersingkir secara mendadak dari daftar peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVIll tingkat Nasional 2020. Senin (11/10/2020)


Sementara itu, setelah dikonfirmasi dengan Kabiro Bina Mental Pemprov Sumbar Syaifullah, ia sangat terkejut, bahkan baru mengetahui hal tersebut dari pengaduan Yunia Safitri. 


"Saya baru mengetahui hal ini, namun akan kita sikapi mencari jawababnya," ucap Syaifullah.


Menurutnya dari informasi LPTQ, pada tahun 2018 lalu sudah ada kesepakatan bahwa antara LPTQ Sumbar, Kemenag Sumbar, dan Pemprov Sumbar tentang kriteria kafilah utusan dari Sumbar.


"Dalam kesepakatan itu ada 3 (tiga) kriteria untuk ikut Training Center (TC) MTQ Sumbar, yaitu juara 1 MTQ di Padang Pariaman, dan juara 1 MTQ di Kota Solok, selanjutnya yang ketiga adalah putra-putri Sumbar yang potensial," sebutnya.


Tentunya putera-puteri Sumbar yang tidak terjaring lewat even MTQ, seperti anak didik pesantren atau anak yang hafiz quran, baik ia berada di Sumbar maupun berada di luar Sumbar. Asalkan berasal dari Sumbar. Tiga kriteria ini berhak diikutkan TC.


"Ketiga kriteria ini sudah pasti di tes dulu oleh pelatih pusat dan daerah mana yang terbaik itu yang dipakai untuk mewakili Sumbar," ujarnya.


Namun Pemprov Sumbar melalui Biro Bina Mental akan tetap memcari solusinya. Apabila Yunia Safitri berpotensi, maka akan kaji ulang.


"Kalau Yunia memiliki potensi dan ia tersingkir, wajar saja ia komplain," sebutnya lagi.


Selanjutnya ia menjelaskan, LPTQ menunjuk Dani Rahman sebagai utusan Sumbar, namun sampai saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) soal siapa yang akan diutus dari Sumbar. Pihaknya  sekarang dalam proses mencari tahu permasalahan tersebut.


Menurutnya SK utusan dari Sumbar akan ditetapkan dalam minggu ini. Namun kalau memang nantinya sudah sesuai prosedur dan nilai yang lain lebih tinggi, maka pihaknya akan menerima.


"Jadi tunggu proses selanjutnya, sedang ditelusuri sekarang, dilihat nanti bagaimana nilainya, nanti kita cari tahu, kita tunggu saja," tambahnya. (nov)

Gagal Ikut MTQ tingkat Nasional, Pemprov Telusuri Penyebabnya

Monday, October 12, 2020 : 10:02:00 PM



PADANG, murainews.com -- Pengaduan salah seorang juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Sumatera Barat (Sumbar) 2019, Yunia Safitri, kepada Gubernur Irwan Prayitno langsung mendapat respon dari Biro Bina Mental Sumbar.


Pengaduan itu terkait dengan Yunia Safitri yang berasal dari Kabupaten Dharmasraya, tersingkir secara mendadak dari daftar peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVIll tingkat Nasional 2020. Senin (11/10/2020)


Sementara itu, setelah dikonfirmasi dengan Kabiro Bina Mental Pemprov Sumbar Syaifullah, ia sangat terkejut, bahkan baru mengetahui hal tersebut dari pengaduan Yunia Safitri. 


"Saya baru mengetahui hal ini, namun akan kita sikapi mencari jawababnya," ucap Syaifullah.


Menurutnya dari informasi LPTQ, pada tahun 2018 lalu sudah ada kesepakatan bahwa antara LPTQ Sumbar, Kemenag Sumbar, dan Pemprov Sumbar tentang kriteria kafilah utusan dari Sumbar.


"Dalam kesepakatan itu ada 3 (tiga) kriteria untuk ikut Training Center (TC) MTQ Sumbar, yaitu juara 1 MTQ di Padang Pariaman, dan juara 1 MTQ di Kota Solok, selanjutnya yang ketiga adalah putra-putri Sumbar yang potensial," sebutnya.


Tentunya putera-puteri Sumbar yang tidak terjaring lewat even MTQ, seperti anak didik pesantren atau anak yang hafiz quran, baik ia berada di Sumbar maupun berada di luar Sumbar. Asalkan berasal dari Sumbar. Tiga kriteria ini berhak diikutkan TC.


"Ketiga kriteria ini sudah pasti di tes dulu oleh pelatih pusat dan daerah mana yang terbaik itu yang dipakai untuk mewakili Sumbar," ujarnya.


Namun Pemprov Sumbar melalui Biro Bina Mental akan tetap memcari solusinya. Apabila Yunia Safitri berpotensi, maka akan kaji ulang.


"Kalau Yunia memiliki potensi dan ia tersingkir, wajar saja ia komplain," sebutnya lagi.


Selanjutnya ia menjelaskan, LPTQ menunjuk Dani Rahman sebagai utusan Sumbar, namun sampai saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) soal siapa yang akan diutus dari Sumbar. Pihaknya  sekarang dalam proses mencari tahu permasalahan tersebut.


Menurutnya SK utusan dari Sumbar akan ditetapkan dalam minggu ini. Namun kalau memang nantinya sudah sesuai prosedur dan nilai yang lain lebih tinggi, maka pihaknya akan menerima.


"Jadi tunggu proses selanjutnya, sedang ditelusuri sekarang, dilihat nanti bagaimana nilainya, nanti kita cari tahu, kita tunggu saja," tambahnya. (nov)