Sosialisasikan Perda AKB, Ribuan Masker dan Handsanitizer Dibagikan - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PADANG, murainews.com -- Penegakan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sumatera Barat pada masa pandemi saat ini, menjadi keharusan yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat.


Hadirnya Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Provinsi Sumbar melakukan sosialisasi, dengan membagikan masker serta hand sanitizer di Danau Cimpago Pantai Padang, Senin (14/9/2020).


Sebanyak 18 ribu masker, 15 ribu masker HandSeal dan 10 ribu hand sanitizer dibagikan pada masyarakat yang melintas di sepanjang jalan Pantai Padang.


Kepala Biro Humas Setda Sumbar Hefdi, SH, M.Si yang ikut mensosialisasikan Perda tersebut mengatakan, masyarakat harus tahu ada Perda baru tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan Covid-19 yang memiliki sanksi administratif, sanksi pidana dan kurungan penjara kalau tidak pakai masker.




"Kita imbau semua lapisan masyarakat dapat patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan covid-19 dan pola hidup sehat sehingga masyarakat tidak terpapar Covid-19," ujarnya. 


Dia berharap masyarakat bisa memahami Perda ini, saat Perda di implementasikan, sanksi tidak sampai terjadi karena semua masyarakat telah disiplin.


"Jadi kalau kita terus disiplin protokol kesehatan, maka tidak ada sanksi denda, tidak ada sanksi pidana dan kurungan penjara. Masyarakat sehat perekonomian pun jalan," sebut Hefdi.




"Kita terus memberikan informasi dan upaya penyadaran betapa berbahayanya penyakit menular, seperti Covid-19," ucapnya.


Selain Perda telah di sahkan, kini Pemprov Sumbar gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pimpin langsung sosialisasi Perda tersebut dengan membagikan, masker serta hand sanitizer di Danau Cimpago Pantai Padang, Senin (14/9/2020) sore.


"Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19. Saling mengingatkan dengan mendisiplinkan diri," tukas Hefdi.


Penerapannya di lapangan pun akan dilakukan oleh pihak Kepolisia, TNI dan Satpol PP. Bagi pelanggar mulai dari teguran lisan, tertulis hingga sanksi sosial berupa kerja sosial membersihkan fasilits umum. Bahkan sampai dengan sanksi pidana berupa kurungan.


Adapun sanksi pidana dan denda akan dikenakan bagi pelanggar yang berstatus positif Covid-19 yang tidak mau di isolasi dan masih nekat berinteraksi di tempat umum. Sudah dipastikan kena sanksi


"Untuk itu, marilah kita bersama-sama patuhi Perda ini. Bagi yang tidak patuh sanksi berat berupa pidana kurungan hingga denda siap menanti," kata Hefdi mengingatkan.


Sosialisasi Perda ini diikuti beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sumbar, antara lain, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Biro Humas, Biro Pembangunan Kerjasama Rantau dan lainnya. (nov)

Sosialisasikan Perda AKB, Ribuan Masker dan Handsanitizer Dibagikan

Tuesday, September 15, 2020 : 12:02:00 AM



PADANG, murainews.com -- Penegakan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sumatera Barat pada masa pandemi saat ini, menjadi keharusan yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat.


Hadirnya Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Provinsi Sumbar melakukan sosialisasi, dengan membagikan masker serta hand sanitizer di Danau Cimpago Pantai Padang, Senin (14/9/2020).


Sebanyak 18 ribu masker, 15 ribu masker HandSeal dan 10 ribu hand sanitizer dibagikan pada masyarakat yang melintas di sepanjang jalan Pantai Padang.


Kepala Biro Humas Setda Sumbar Hefdi, SH, M.Si yang ikut mensosialisasikan Perda tersebut mengatakan, masyarakat harus tahu ada Perda baru tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan Covid-19 yang memiliki sanksi administratif, sanksi pidana dan kurungan penjara kalau tidak pakai masker.




"Kita imbau semua lapisan masyarakat dapat patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan covid-19 dan pola hidup sehat sehingga masyarakat tidak terpapar Covid-19," ujarnya. 


Dia berharap masyarakat bisa memahami Perda ini, saat Perda di implementasikan, sanksi tidak sampai terjadi karena semua masyarakat telah disiplin.


"Jadi kalau kita terus disiplin protokol kesehatan, maka tidak ada sanksi denda, tidak ada sanksi pidana dan kurungan penjara. Masyarakat sehat perekonomian pun jalan," sebut Hefdi.




"Kita terus memberikan informasi dan upaya penyadaran betapa berbahayanya penyakit menular, seperti Covid-19," ucapnya.


Selain Perda telah di sahkan, kini Pemprov Sumbar gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pimpin langsung sosialisasi Perda tersebut dengan membagikan, masker serta hand sanitizer di Danau Cimpago Pantai Padang, Senin (14/9/2020) sore.


"Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19. Saling mengingatkan dengan mendisiplinkan diri," tukas Hefdi.


Penerapannya di lapangan pun akan dilakukan oleh pihak Kepolisia, TNI dan Satpol PP. Bagi pelanggar mulai dari teguran lisan, tertulis hingga sanksi sosial berupa kerja sosial membersihkan fasilits umum. Bahkan sampai dengan sanksi pidana berupa kurungan.


Adapun sanksi pidana dan denda akan dikenakan bagi pelanggar yang berstatus positif Covid-19 yang tidak mau di isolasi dan masih nekat berinteraksi di tempat umum. Sudah dipastikan kena sanksi


"Untuk itu, marilah kita bersama-sama patuhi Perda ini. Bagi yang tidak patuh sanksi berat berupa pidana kurungan hingga denda siap menanti," kata Hefdi mengingatkan.


Sosialisasi Perda ini diikuti beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sumbar, antara lain, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Biro Humas, Biro Pembangunan Kerjasama Rantau dan lainnya. (nov)