Peduli Bencana, Nasrul Abit Gerak Cepat Kunjungi Korban Longsor di Solok - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



SOLOK, murainews.com -- Kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok dihantam longsor, Kamis sore (3/9/2020). Akibatnya ada empat rumah warga setempat dihantam longsor dan sejumlah sawah yang terkena air bah.


Saat dikunjungi Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi Kawasan Payo terkena longsor dan sekaligus memberikan bantuan pada masyarakat setempat yang terkena musibah longsor.


Kedatangan Wagub Sumbar di lokasi bencana didampingi Wakil Walikota Solok Reinier Datuak Intan Batuah, Kepala Dinas Sosial Sumbar Jumaidi, BPBD dan OPD lainnya.


Dalam kunjungan itu, Nasrul Abit bertemu langsung dengan para korban yang rumahnya terbawa longsor. Dia sangat prihatin dengan kondisi masyarakat disana yang terkena musibah. Ia berharap masyarakat bisa tabah dan sabar menghadapi musibah ini.




"Bagaimanapun ini adalah bencana, kita harus bisa ikhlas dan tabah menerimanya. Kita bersama-sama akan carikan solusinya, karena pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.


Longsor dan air bah ini dipicu curah hujan yang cukup tinggi. Akibat kawasan hutan di sekitar pemukiman warga telah gundul, hingga tidak mampu lagi menahan debit air.


Sekitar 70 Kepala Keluarga (KK) sekitar 300 jiwa memutuskan untuk tetap bertahan di lokasi pengungsian, pasca adanya ancaman tanah longsor di kawasan Payo. Warga memilih mengungsi di SDN 14 Payo dan mushalla terdekat sejak Jumat (4/9/2020) pagi. 




"Karena belum ada jamin keamanannya, biarlah mereka disini terlebih dahulu. Nanti semua tanggungjawab makananya kita yang tanggung," kata Nasrul Abit.


Nasrul Abit berharap, yang terpenting masyarakat aman dulu. Kalaupun ada permasalahan bisa dikordinasikan pada BPBD Kota Solok dan BPBD Provinsi.


"Kita akan lihat perkembangan situasinya dulu, kalau memang sudah dipastikan aman, warga bisa kembali ke rumahnya," harapnya.


Selanjutnya Nasrul Abit mengimbau, kalau seandainya terjadi hujan deras, warga yang tinggal di atas bukit perlu waspada. Jika ada batu besar disekitar tempat tinggal warga, segera laporkan pada pemerintah setempat, bagaimana caranya untuk memindahkan batu besar tersebut.


Berdasarkan data yang diterima dari Pemkot Solok, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun ada 70 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 300 warga harus mengungsi. Empat rumah hancur, dan sejumlah sawah terkena air bah.


Empat rumah yang dihantam longsir adalah rumah Hendra Noperdi (36) di RT 02/RW 06, Zainal (45) di Batu Patah, Randah (27) di Batu Patah, dan Zal Madi (31) di Batu Patah.


"Masyarakat masih mengungsi, karena masih trauma dan ketakutan dengan cuaca yang cukup ekstrem,” ujarnya Reinier.


Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Solok Reinier Datuak Intan Batuah mengimbau, agar warga berhenti membangun rumah di atas tanah tebing karena membahayakan penghuni rumah. Ia juga meminta aparat desa harus mengontrol dan tegas kepada warga yang melanggar. 


Selain itu, Wakil Walikota Soloj mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar atas bantuan dan perhatiannya.


"Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Solok, menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas bantuan yang sudah di berikan Pemprov Sumbar. Bantuan ini akan kami salurkan langsung ke warga yang terdampak longsor dan banjir," ungkapnya. (nov)

Peduli Bencana, Nasrul Abit Gerak Cepat Kunjungi Korban Longsor di Solok

Friday, September 4, 2020 : 9:34:00 PM



SOLOK, murainews.com -- Kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok dihantam longsor, Kamis sore (3/9/2020). Akibatnya ada empat rumah warga setempat dihantam longsor dan sejumlah sawah yang terkena air bah.


Saat dikunjungi Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi Kawasan Payo terkena longsor dan sekaligus memberikan bantuan pada masyarakat setempat yang terkena musibah longsor.


Kedatangan Wagub Sumbar di lokasi bencana didampingi Wakil Walikota Solok Reinier Datuak Intan Batuah, Kepala Dinas Sosial Sumbar Jumaidi, BPBD dan OPD lainnya.


Dalam kunjungan itu, Nasrul Abit bertemu langsung dengan para korban yang rumahnya terbawa longsor. Dia sangat prihatin dengan kondisi masyarakat disana yang terkena musibah. Ia berharap masyarakat bisa tabah dan sabar menghadapi musibah ini.




"Bagaimanapun ini adalah bencana, kita harus bisa ikhlas dan tabah menerimanya. Kita bersama-sama akan carikan solusinya, karena pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.


Longsor dan air bah ini dipicu curah hujan yang cukup tinggi. Akibat kawasan hutan di sekitar pemukiman warga telah gundul, hingga tidak mampu lagi menahan debit air.


Sekitar 70 Kepala Keluarga (KK) sekitar 300 jiwa memutuskan untuk tetap bertahan di lokasi pengungsian, pasca adanya ancaman tanah longsor di kawasan Payo. Warga memilih mengungsi di SDN 14 Payo dan mushalla terdekat sejak Jumat (4/9/2020) pagi. 




"Karena belum ada jamin keamanannya, biarlah mereka disini terlebih dahulu. Nanti semua tanggungjawab makananya kita yang tanggung," kata Nasrul Abit.


Nasrul Abit berharap, yang terpenting masyarakat aman dulu. Kalaupun ada permasalahan bisa dikordinasikan pada BPBD Kota Solok dan BPBD Provinsi.


"Kita akan lihat perkembangan situasinya dulu, kalau memang sudah dipastikan aman, warga bisa kembali ke rumahnya," harapnya.


Selanjutnya Nasrul Abit mengimbau, kalau seandainya terjadi hujan deras, warga yang tinggal di atas bukit perlu waspada. Jika ada batu besar disekitar tempat tinggal warga, segera laporkan pada pemerintah setempat, bagaimana caranya untuk memindahkan batu besar tersebut.


Berdasarkan data yang diterima dari Pemkot Solok, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun ada 70 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 300 warga harus mengungsi. Empat rumah hancur, dan sejumlah sawah terkena air bah.


Empat rumah yang dihantam longsir adalah rumah Hendra Noperdi (36) di RT 02/RW 06, Zainal (45) di Batu Patah, Randah (27) di Batu Patah, dan Zal Madi (31) di Batu Patah.


"Masyarakat masih mengungsi, karena masih trauma dan ketakutan dengan cuaca yang cukup ekstrem,” ujarnya Reinier.


Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Solok Reinier Datuak Intan Batuah mengimbau, agar warga berhenti membangun rumah di atas tanah tebing karena membahayakan penghuni rumah. Ia juga meminta aparat desa harus mengontrol dan tegas kepada warga yang melanggar. 


Selain itu, Wakil Walikota Soloj mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar atas bantuan dan perhatiannya.


"Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Solok, menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas bantuan yang sudah di berikan Pemprov Sumbar. Bantuan ini akan kami salurkan langsung ke warga yang terdampak longsor dan banjir," ungkapnya. (nov)