Pasien Positif Covid-19 Mentawai Bertambah Kembali - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



MENTAWAI, murainews.com -- Pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kepulauan Mentawai hari ini bertambah kembali dengan 1 orang pasien. 


Sebagai juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan bahwa hari ini ada penambahan 1 orang pasien positif covid-19 dari petugas kesehatan RSUD Mentawai dan saat ini sudah dikarantina. Sehari sebelumnya, Minggu, 20 September juga terdapat 3 orang pasien positif covid-19. 


"jadi total terkonfirmasi positif covid-19 sampai hari ini di mentawai sebanyak 33 orang, dan ini sudah termasuk 3 orang kemaren dan 1 orang hari ini", ungkap Lahmuddin menyampaikan saat konferensi pers di kantor Bupati Mentawai.(21/09)


"sebelumnya sebanyak 8 orang sudah dinyatakan sembuh, dan yang terbaru juga sembuh sebanyak 18 orang", ujarnya menambahkan keterangan. 


Sementara itu, tim gugus tugas setempat telah mencatat rekapitulasi pemeriksaan swab test di Mentawai ter-update 21 September 2020 menyatakan jumlah sample swab sebanyak 3.221 orang dengan total keseluruhan sample swab yang dikirim sebanyak 5.044 sample. 4.681 sample dengan hasil negatif, 40 sample positif dan hasil inconclusive dari 9 sample. Saat ini masih menunggu hasil sample swab yang dikirim sebanyak 314 sample. 


Data terakhir didapatkan dari laporan sementara hasil pemeriksaan sample specimen covid-19 dari Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku juru bicara percepatan penanganan covid-19 Provinsi Sumatera Barat.


Laporan sementara Senen, 21 September 2020, sampai pukul 09.00 WIB, berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirimkan oleh penanggungjawab Laboraturium Dr. dr. Andani Eka Putra, M. Sc, bahwa dari 3.069 spesimen yang diperiksa di laboraturium Fakultas Kedokteran UNAND mendapatkan hasil sementara 177 orang terkonfirmasi positif dan sembuh 45 orang. 


Dengan rincian sebagai berikut, Kota Padang 101 orang, Kabupaten Agam 2 orang, Kota Padang Panjang 1 orang, Kabupaten Solok 2 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 10 orang, Kota Sawahlunto 1 orang, Kota Solok 5 orang, Kabupaten Kepulauan Mentawai 1 orang, Kota Bukittinggi 50 orang dan Kota Pariaman 4 orang. 


Saat konferensi pers, Kasat Pol PP, Dul Sumarno menegaskan juga, sebagai pelaksana dan penegak perda, sehubungan dengan adanya penambahan pasien positif covid-19, Kabupaten Kepulauan Mentawai akan lebih meningkatkan upaya kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru (Perda AKB) Provinsi Sumatera Barat yang baru berjalan. Dalam perda ini, siapapun yang melanggar akan dikenakan sanksi seperti yang ada dalam Perda AKB Provinsi Sumbar.


"kita akan lebih meningkatkan kedisiplinan petugas pengawasan dari Sat Pol PP dalam upaya penanganan covid-19, namun kita tidak akan langsung mberikan sanksi pidana terhadap pelanggar perda akb provinsi" papar Dul Sumarno.


"saat ini kita masih lebih mengarahkan pada pemberian sanksi sosial, seperti membersihkan halaman dan jalan", tuturnya. 


Lebih lanjut, juru bicara bidang hukum, Serieli BW menyampaikan bahwa tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan dicabut SK-nya dan kemudian akan dibentuk baru dengan nama Satuan Tugas Penanganan Covid-19. (JJ)

Pasien Positif Covid-19 Mentawai Bertambah Kembali

Monday, September 21, 2020 : 10:37:00 PM



MENTAWAI, murainews.com -- Pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kepulauan Mentawai hari ini bertambah kembali dengan 1 orang pasien. 


Sebagai juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan bahwa hari ini ada penambahan 1 orang pasien positif covid-19 dari petugas kesehatan RSUD Mentawai dan saat ini sudah dikarantina. Sehari sebelumnya, Minggu, 20 September juga terdapat 3 orang pasien positif covid-19. 


"jadi total terkonfirmasi positif covid-19 sampai hari ini di mentawai sebanyak 33 orang, dan ini sudah termasuk 3 orang kemaren dan 1 orang hari ini", ungkap Lahmuddin menyampaikan saat konferensi pers di kantor Bupati Mentawai.(21/09)


"sebelumnya sebanyak 8 orang sudah dinyatakan sembuh, dan yang terbaru juga sembuh sebanyak 18 orang", ujarnya menambahkan keterangan. 


Sementara itu, tim gugus tugas setempat telah mencatat rekapitulasi pemeriksaan swab test di Mentawai ter-update 21 September 2020 menyatakan jumlah sample swab sebanyak 3.221 orang dengan total keseluruhan sample swab yang dikirim sebanyak 5.044 sample. 4.681 sample dengan hasil negatif, 40 sample positif dan hasil inconclusive dari 9 sample. Saat ini masih menunggu hasil sample swab yang dikirim sebanyak 314 sample. 


Data terakhir didapatkan dari laporan sementara hasil pemeriksaan sample specimen covid-19 dari Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku juru bicara percepatan penanganan covid-19 Provinsi Sumatera Barat.


Laporan sementara Senen, 21 September 2020, sampai pukul 09.00 WIB, berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirimkan oleh penanggungjawab Laboraturium Dr. dr. Andani Eka Putra, M. Sc, bahwa dari 3.069 spesimen yang diperiksa di laboraturium Fakultas Kedokteran UNAND mendapatkan hasil sementara 177 orang terkonfirmasi positif dan sembuh 45 orang. 


Dengan rincian sebagai berikut, Kota Padang 101 orang, Kabupaten Agam 2 orang, Kota Padang Panjang 1 orang, Kabupaten Solok 2 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 10 orang, Kota Sawahlunto 1 orang, Kota Solok 5 orang, Kabupaten Kepulauan Mentawai 1 orang, Kota Bukittinggi 50 orang dan Kota Pariaman 4 orang. 


Saat konferensi pers, Kasat Pol PP, Dul Sumarno menegaskan juga, sebagai pelaksana dan penegak perda, sehubungan dengan adanya penambahan pasien positif covid-19, Kabupaten Kepulauan Mentawai akan lebih meningkatkan upaya kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan Daerah Adaptasi Kebiasaan Baru (Perda AKB) Provinsi Sumatera Barat yang baru berjalan. Dalam perda ini, siapapun yang melanggar akan dikenakan sanksi seperti yang ada dalam Perda AKB Provinsi Sumbar.


"kita akan lebih meningkatkan kedisiplinan petugas pengawasan dari Sat Pol PP dalam upaya penanganan covid-19, namun kita tidak akan langsung mberikan sanksi pidana terhadap pelanggar perda akb provinsi" papar Dul Sumarno.


"saat ini kita masih lebih mengarahkan pada pemberian sanksi sosial, seperti membersihkan halaman dan jalan", tuturnya. 


Lebih lanjut, juru bicara bidang hukum, Serieli BW menyampaikan bahwa tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan dicabut SK-nya dan kemudian akan dibentuk baru dengan nama Satuan Tugas Penanganan Covid-19. (JJ)