Irwan Prayitno : FESyar Bisa Tumbuhkan Ekonomi Syariah di Sumbar Semakin Tinggi - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness



PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar Wahyu Purnama menghadiri Seremoni Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera tahun 2020 di Aula Kantor BI Sumbar, Senin (14/9/2020).


Acara yang mengangkat tema "Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah Sebagai Pendorong Ekonomi Regional" yang diselenggarakan secara virtual. Dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Pimpinan Departemen Kantor Pusat BI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia se Indonesia, Ketua MUI Sumbar, Kepala OJK Sumbar, Kanwil Kementerian Agama Sumbar dan undangan virtual lainnya.


Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sangat mendukung penyelenggaraan FESyar untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional di tengah hambatan wabah pandemi Covid-19. Penduduk Sumbar yang mayoritas muslim memiliki potensi besar untuk pemanfaatan ekonomi dan keuangan syariah dunia.


"Saya menyambut baik dimana pada tahun ini BI perwakilan Sumbar menjadi tuang rumah dalam penyelenggaraan FESyar. Diharapkan dapat membangkitkan spirit positif dan optimisme bagi pelaku usaha pada pandemi Covid-19 saat ini," kata Irwan Prayitno.


Irwan Prayitno menyampaikan, ekonomi dan keuangan syariah merupakan satu kesatuan dengan falsafah Minangkabau yakni "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) yang sesuai dengan Al-quran.




Sebagaimana diketahui, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah Sumbar, tentunya tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai instansi dan lembaga, serta koordinasi antara pusat dan daerah.


"Dapat kami sampaikan, di Sumbar kami telah menetapakan dibeberapa sektor ekonomi syariah untuk menjadi prioritas untuk dikembangkan seperti kuliner dan pariwisata halal," ucapnya.


Adapun regulasi yang telah diikeluarkan Peraturan Daerah Sumbar nomor 1 tahun 2020 tentang penyelenggaraan pariwisata halal. Peraturan ini sangat didukung masyarakat Sumbar dalam menunjang dan meningkatkan pariwisata halal dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan wisata, baik terhadap makanan, kesediaan tempat ibadah, kebersihan dan penyelenggaraan traveller dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam.




Dengan demikian wisata halal dapat dinikmati oleh semua wisatawan baik muslim maupun non muslim, karena penerapannya bersifat universal pada proses makanan halal yaitu sanitasi dan higienitas.


"Namun ditengah pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan sektor ekonomi masyarakat ada penurunan, ini sangat berdampak sekali bagi pelaku usaha," ungkap Irwan Prayitno.


Adaptasi merupakan kunci bagi pelaku usaha syariah agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Pelaku usaha syariah perlu melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan transaksi serta aspek higienis dari produk yang dihasilkan.


Menurutnya wisata halal itu artinya bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim untuk bisa beribadah di tempat-tempat wisata atau pusat kuliner yang telah tersertifikasi.


"Kita yakin, dalam pengembangan ekonomi syariah dapat kita tingkatkan bersama. Yang terpenting bagaimana kita bisa beradaptasi dalam menghadapi Covid-19, agar pelaku pelaku usaha syariah agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19," sebut Gubernur dengan semangat.


Selanjutnya Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera tahun 2020 memgusung "Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah Sebagai Pendorong Ekonomi Regional" diresmikan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono.


Doni menyebutkan, FESyar salah satu kegiatan yang dapat menggerakan aktivitas usaha dan ekonomi, walaupun untuk tahun ini dilakukan secara virtual. Kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menggairahkan geliat perekonomi syariah baik ditingkat pusat maupun daerah.


FESyar Regional Sumatera ini juga merupakan rangkaian kegiatan menuju Indonesia shari'a Economic Fastival (ISEF) tahun 2020. Sesuatu Festival Ekonomi Syariah berskala nasional.


"Insya Allah akan diselenggarakan secara virtual juga pada akhir bulan Oktober 2020," sebutnya.


Sembari membuka kegiatan FESyar itu, Doni berharap pelaksanaan FESyar bisa pertumbuhan ekonomi syariah di Sumatera akan semakin tinggi yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan Sumatera khususnya. (nov)

Irwan Prayitno : FESyar Bisa Tumbuhkan Ekonomi Syariah di Sumbar Semakin Tinggi

Monday, September 14, 2020 : 3:57:00 PM



PADANG, murainews.com -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar Wahyu Purnama menghadiri Seremoni Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera tahun 2020 di Aula Kantor BI Sumbar, Senin (14/9/2020).


Acara yang mengangkat tema "Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah Sebagai Pendorong Ekonomi Regional" yang diselenggarakan secara virtual. Dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Pimpinan Departemen Kantor Pusat BI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia se Indonesia, Ketua MUI Sumbar, Kepala OJK Sumbar, Kanwil Kementerian Agama Sumbar dan undangan virtual lainnya.


Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sangat mendukung penyelenggaraan FESyar untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional di tengah hambatan wabah pandemi Covid-19. Penduduk Sumbar yang mayoritas muslim memiliki potensi besar untuk pemanfaatan ekonomi dan keuangan syariah dunia.


"Saya menyambut baik dimana pada tahun ini BI perwakilan Sumbar menjadi tuang rumah dalam penyelenggaraan FESyar. Diharapkan dapat membangkitkan spirit positif dan optimisme bagi pelaku usaha pada pandemi Covid-19 saat ini," kata Irwan Prayitno.


Irwan Prayitno menyampaikan, ekonomi dan keuangan syariah merupakan satu kesatuan dengan falsafah Minangkabau yakni "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) yang sesuai dengan Al-quran.




Sebagaimana diketahui, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah Sumbar, tentunya tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai instansi dan lembaga, serta koordinasi antara pusat dan daerah.


"Dapat kami sampaikan, di Sumbar kami telah menetapakan dibeberapa sektor ekonomi syariah untuk menjadi prioritas untuk dikembangkan seperti kuliner dan pariwisata halal," ucapnya.


Adapun regulasi yang telah diikeluarkan Peraturan Daerah Sumbar nomor 1 tahun 2020 tentang penyelenggaraan pariwisata halal. Peraturan ini sangat didukung masyarakat Sumbar dalam menunjang dan meningkatkan pariwisata halal dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan wisata, baik terhadap makanan, kesediaan tempat ibadah, kebersihan dan penyelenggaraan traveller dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Islam.




Dengan demikian wisata halal dapat dinikmati oleh semua wisatawan baik muslim maupun non muslim, karena penerapannya bersifat universal pada proses makanan halal yaitu sanitasi dan higienitas.


"Namun ditengah pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan sektor ekonomi masyarakat ada penurunan, ini sangat berdampak sekali bagi pelaku usaha," ungkap Irwan Prayitno.


Adaptasi merupakan kunci bagi pelaku usaha syariah agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Pelaku usaha syariah perlu melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan transaksi serta aspek higienis dari produk yang dihasilkan.


Menurutnya wisata halal itu artinya bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim untuk bisa beribadah di tempat-tempat wisata atau pusat kuliner yang telah tersertifikasi.


"Kita yakin, dalam pengembangan ekonomi syariah dapat kita tingkatkan bersama. Yang terpenting bagaimana kita bisa beradaptasi dalam menghadapi Covid-19, agar pelaku pelaku usaha syariah agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19," sebut Gubernur dengan semangat.


Selanjutnya Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera tahun 2020 memgusung "Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah Sebagai Pendorong Ekonomi Regional" diresmikan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono.


Doni menyebutkan, FESyar salah satu kegiatan yang dapat menggerakan aktivitas usaha dan ekonomi, walaupun untuk tahun ini dilakukan secara virtual. Kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menggairahkan geliat perekonomi syariah baik ditingkat pusat maupun daerah.


FESyar Regional Sumatera ini juga merupakan rangkaian kegiatan menuju Indonesia shari'a Economic Fastival (ISEF) tahun 2020. Sesuatu Festival Ekonomi Syariah berskala nasional.


"Insya Allah akan diselenggarakan secara virtual juga pada akhir bulan Oktober 2020," sebutnya.


Sembari membuka kegiatan FESyar itu, Doni berharap pelaksanaan FESyar bisa pertumbuhan ekonomi syariah di Sumatera akan semakin tinggi yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan Sumatera khususnya. (nov)