Langgar Aturan 68 PKL Diberikan Surat Peringatan Oleh Satpol PP Padang - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


PADANG, murainews.com --  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang telah memberikan surat peringatan, sebanyak 68 surat panggilan dan peringatan sudah dilayangkan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan trotoar dan badan jalan untuk berjualan di Kota Padang.

Hal itu dilakukan petugas Satpol PP Kota Padang dari tanggal 1 hingga 5 Agustus 2020, sebagai langkah awal tindakan secara persuasif kepada warga yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang.

“Bagi pelanggar Perda tindakan utama tetap tindakan yang persuasif dan humanis kepada masyarakat, jika tidak juga diindahkan kita lanjutkan teguran tulisan, jika masih kita dapati berjualan di badan jalan dan trotoar, tentu akan diberikan tindakan tegas untuk menegakkan aturan,” ujar Kasat Pol PP Kota Padang Alfiadi, Rabu (5/8/2020).

Dikatakannya, tindakan tegas yang diberikan petugas, berupa membawa barang dagangannya ke Mako Satpol PP Kota Padang dan dilanjutkan ke Pengadilan untuk disidangkan.


"Kita akan tipiringkan barang dagangannya, jika masih main kucing-kucingan, ini semua kita lakukan demi menjaga Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat Kota Padang,” katanya.

68 surat peringatan tersebut, diantaranya 56 surat panggilan dan peringatan selama Juli. Surat itu dilayangkan kepada PKL yang berada di M. Thamrin, Khatib Sulaiman, S Parman, Rasuna Said, Sawahan, Tunggul Hitam, Sisingamaraja, Simp Haru.

Alfiadi mengatakan, silahkan berusaha atau berdagang akan tetapi masyarakat kiranya juga harus mematuhi aturan yang ada, agar semua masyarakat juga mendapatkan hak nya.


"Kami tidak melarang berdagang, akan tetapi PKL harus mematuhi aturan yang ada, ada tempat-tempat yang sudah di tata dan diperbolehkan untuk itu, misalnya waktu berdagang yang tidak dibolehkan saat orang-orang sibuk, waktu pagi sampai sore hari dan itupun tidak sampai trotoar ditutup habis untuk berdagang, jangan pula hak pejalan kaki hilang dan mereka harus turun kejalan raya untuk jalan, jangan juga sampai rumput atau tanaman hancur, berdagang pun jangan di badan jalan yang membuat pandangan pengendara terhalang, karena itu dapat membahayakan lalu lintas serta mengakibatkan terjadinya penyempitan jalan dan kemacetan,” sambungnya.

Lebih lanjut Alfiadi mengatakan, agar tidak sampai kepada langkah persidangan dirinya sangat berharap warga Kota Padang agar proaktif untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

"Harapan kita bersama,Kota Padang ini bisa terlihat bersih, indah dan tertata, tentu semua itu tidak terlepas dari perannya warga Kota Padang. Satpol PP hadir sebagai pelayan masyarakat melakukan penataan, mengatur serta menertibkan yang tidak tertib,” pungkasnya. (nov)

Langgar Aturan 68 PKL Diberikan Surat Peringatan Oleh Satpol PP Padang

Wednesday, August 5, 2020 : 7:24:00 PM


PADANG, murainews.com --  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang telah memberikan surat peringatan, sebanyak 68 surat panggilan dan peringatan sudah dilayangkan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan trotoar dan badan jalan untuk berjualan di Kota Padang.

Hal itu dilakukan petugas Satpol PP Kota Padang dari tanggal 1 hingga 5 Agustus 2020, sebagai langkah awal tindakan secara persuasif kepada warga yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang.

“Bagi pelanggar Perda tindakan utama tetap tindakan yang persuasif dan humanis kepada masyarakat, jika tidak juga diindahkan kita lanjutkan teguran tulisan, jika masih kita dapati berjualan di badan jalan dan trotoar, tentu akan diberikan tindakan tegas untuk menegakkan aturan,” ujar Kasat Pol PP Kota Padang Alfiadi, Rabu (5/8/2020).

Dikatakannya, tindakan tegas yang diberikan petugas, berupa membawa barang dagangannya ke Mako Satpol PP Kota Padang dan dilanjutkan ke Pengadilan untuk disidangkan.


"Kita akan tipiringkan barang dagangannya, jika masih main kucing-kucingan, ini semua kita lakukan demi menjaga Ketertiban Umum dan Ketentraman masyarakat Kota Padang,” katanya.

68 surat peringatan tersebut, diantaranya 56 surat panggilan dan peringatan selama Juli. Surat itu dilayangkan kepada PKL yang berada di M. Thamrin, Khatib Sulaiman, S Parman, Rasuna Said, Sawahan, Tunggul Hitam, Sisingamaraja, Simp Haru.

Alfiadi mengatakan, silahkan berusaha atau berdagang akan tetapi masyarakat kiranya juga harus mematuhi aturan yang ada, agar semua masyarakat juga mendapatkan hak nya.


"Kami tidak melarang berdagang, akan tetapi PKL harus mematuhi aturan yang ada, ada tempat-tempat yang sudah di tata dan diperbolehkan untuk itu, misalnya waktu berdagang yang tidak dibolehkan saat orang-orang sibuk, waktu pagi sampai sore hari dan itupun tidak sampai trotoar ditutup habis untuk berdagang, jangan pula hak pejalan kaki hilang dan mereka harus turun kejalan raya untuk jalan, jangan juga sampai rumput atau tanaman hancur, berdagang pun jangan di badan jalan yang membuat pandangan pengendara terhalang, karena itu dapat membahayakan lalu lintas serta mengakibatkan terjadinya penyempitan jalan dan kemacetan,” sambungnya.

Lebih lanjut Alfiadi mengatakan, agar tidak sampai kepada langkah persidangan dirinya sangat berharap warga Kota Padang agar proaktif untuk mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

"Harapan kita bersama,Kota Padang ini bisa terlihat bersih, indah dan tertata, tentu semua itu tidak terlepas dari perannya warga Kota Padang. Satpol PP hadir sebagai pelayan masyarakat melakukan penataan, mengatur serta menertibkan yang tidak tertib,” pungkasnya. (nov)