Bantuan Provinsi Selesai, Mentawai Akomodir KPM Melalui BLTDD - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


MENTAWAI, murainews.com -- Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai berencana akan menganggarkan Bantuan Sosial Tunai (BST) gelombang kedua dengan penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD). Pasalnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah selesai memberikan BST bagi masyarakat yang terkena dampak corona virus disease 2019 (covid-19) atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 


Bantuan tersebut hanya untuk bulan April, Mei dan Juni 2020. Hal ini tertuang pada Pasal 6, ayat 2, dalam Peraturan Gubernur No. 24 tahun 2020, bantuan tunai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan untuk jangka waktu selama 3 (tiga) bulan, terhitung mulai bulan April, Mei dan Juni tahun 2020. 


Sedangkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos tetap berlanjut pada gelombang ke-2 tahun 2020 yang berlandaskan pada Keputusan Direktur Jenderal Fakir Miskin, No. 22 tahun 2020 atas perubahan Keputusan No. 18 tahun 2020. Penyaluran BST gelombang I pada tahap 1, 2 dan 3 sudah selesai dilksanakan di bulan April, Mei dan Juni sebesar Rp 600.000 per-bulan dan per-keluarga. Sementara itu pada tahap 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 dilaksanakan paling lambat sampai Desember 2020.


Saat konferensi pers, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A), Nicholaus Sorot Ogok mengatakan bahwa penyaluran bantuan gelombang pertama sudah selesai dan dilanjutkan dengan gelombang kedua. Akan tetapi besarannya hanya Rp 300.000 per-bulan dan per-keluarga. 


"untuk gelombang kedua dan tahap-tahap berikutnya, nominal bantuan akan diberikan senilai tiga ratus ribu per-bulannya pada tahap empat sampai tahap sembilan", kata Nicholaus menyampaikan.(13/08)


"bantuan bagi masyarakat yang terkena  dampak yang bersumber dari provinsi sumbar tidak lagi berlanjut, atau tidak diperpanjang dan hanya sampai tiga bulan", ujar Nicholaus. 


"meski ada revisi pergub, tetapi bukan perpanjangan pemberian bantuan, tapi tentang aturan mekanisme penyaluran bantuan", ungkapnya menambahkan keterangannya. 


Nicholaus juga mengatakan, dengan tidak adanya gelombang kedua atau perpanjangan bantuan dari Provinsi, maka 3.905 keluarga penerima bantuan yang terdampak covid-19 di Mentawai tidak mendapatkan bantuan lagi. 


"untuk persoalan 3.905 keluarga ini akan kita bicarakan bersama dinas  dpmdp2kb mentawai, apakah bisa diakomodir melalui dana desa nantinya", ungkap Nicholaus menambahkan penjelasannya di Aula Sekretariat Daerah.


Penyaluran bantuan untuk bulan Juli dan Agustus akan diberikan paling lambat akhir Agustus. Sedangkan bulan September dan Oktober akan diberikan pada bulan Oktober. Selanjutnya bantuan bulan November dan Desember, akan diberikan selambatnya pada awal Desember. 


Penyaluran bantuan ini akan menggunakan jasa bantuan pihak PT POS Indonesia. Sementara itu menurut data yang ada, penerima bantuan gelombang kedua di 10 Kecamatan dan 43 desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang tercatat yakni 6.367 total penerima bantuan dari Kemensos, dan 3.905 dari Provinsi Sumbar. (JJ) 

Bantuan Provinsi Selesai, Mentawai Akomodir KPM Melalui BLTDD

Friday, August 14, 2020 : 8:51:00 AM


MENTAWAI, murainews.com -- Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai berencana akan menganggarkan Bantuan Sosial Tunai (BST) gelombang kedua dengan penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD). Pasalnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah selesai memberikan BST bagi masyarakat yang terkena dampak corona virus disease 2019 (covid-19) atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 


Bantuan tersebut hanya untuk bulan April, Mei dan Juni 2020. Hal ini tertuang pada Pasal 6, ayat 2, dalam Peraturan Gubernur No. 24 tahun 2020, bantuan tunai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan untuk jangka waktu selama 3 (tiga) bulan, terhitung mulai bulan April, Mei dan Juni tahun 2020. 


Sedangkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos tetap berlanjut pada gelombang ke-2 tahun 2020 yang berlandaskan pada Keputusan Direktur Jenderal Fakir Miskin, No. 22 tahun 2020 atas perubahan Keputusan No. 18 tahun 2020. Penyaluran BST gelombang I pada tahap 1, 2 dan 3 sudah selesai dilksanakan di bulan April, Mei dan Juni sebesar Rp 600.000 per-bulan dan per-keluarga. Sementara itu pada tahap 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 dilaksanakan paling lambat sampai Desember 2020.


Saat konferensi pers, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A), Nicholaus Sorot Ogok mengatakan bahwa penyaluran bantuan gelombang pertama sudah selesai dan dilanjutkan dengan gelombang kedua. Akan tetapi besarannya hanya Rp 300.000 per-bulan dan per-keluarga. 


"untuk gelombang kedua dan tahap-tahap berikutnya, nominal bantuan akan diberikan senilai tiga ratus ribu per-bulannya pada tahap empat sampai tahap sembilan", kata Nicholaus menyampaikan.(13/08)


"bantuan bagi masyarakat yang terkena  dampak yang bersumber dari provinsi sumbar tidak lagi berlanjut, atau tidak diperpanjang dan hanya sampai tiga bulan", ujar Nicholaus. 


"meski ada revisi pergub, tetapi bukan perpanjangan pemberian bantuan, tapi tentang aturan mekanisme penyaluran bantuan", ungkapnya menambahkan keterangannya. 


Nicholaus juga mengatakan, dengan tidak adanya gelombang kedua atau perpanjangan bantuan dari Provinsi, maka 3.905 keluarga penerima bantuan yang terdampak covid-19 di Mentawai tidak mendapatkan bantuan lagi. 


"untuk persoalan 3.905 keluarga ini akan kita bicarakan bersama dinas  dpmdp2kb mentawai, apakah bisa diakomodir melalui dana desa nantinya", ungkap Nicholaus menambahkan penjelasannya di Aula Sekretariat Daerah.


Penyaluran bantuan untuk bulan Juli dan Agustus akan diberikan paling lambat akhir Agustus. Sedangkan bulan September dan Oktober akan diberikan pada bulan Oktober. Selanjutnya bantuan bulan November dan Desember, akan diberikan selambatnya pada awal Desember. 


Penyaluran bantuan ini akan menggunakan jasa bantuan pihak PT POS Indonesia. Sementara itu menurut data yang ada, penerima bantuan gelombang kedua di 10 Kecamatan dan 43 desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang tercatat yakni 6.367 total penerima bantuan dari Kemensos, dan 3.905 dari Provinsi Sumbar. (JJ)