Tingkatkan Kinerja Dan Kualitas, PUPR Mentawai Percepat Pembangunan Gedung BKD - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


MENTAWAI, murainews.com --Pembangunan gedung baru Badan Keuangan Daerah (BKD) merupakan upaya pembenahan infrastruktur dalam memenuhi kelengkapan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kinerja dan kualitas.


Menurut Elfi, BKD berjuang mendapatkan Dana Insentif Derah (DID) guna mendukung pembangunan fisik gedung barunya. Hal ini disebabkan setiap yang bekerja di gedung lama merasa kurang nyaman dalam pelayanan keuangan daerah.

"Gedung BKD lama sudah tidak layak lagi karena hanya maksimal untuk tiga bidang, sementara struktur organisasi badan keuangan daerah sudah ada enam bidang dan ditambah ruang sekretariat, ruang pimpinan serta sarana pendukung lainnya," ungkap Ir. Elfi, MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai di ruang kerjanya.(29/06)

Dalam pengelolaan pelaksanaan pekerjaan fisik diserahkan kepada Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai pada bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi.



Kedepannya Elfi menyampaikan akan lakukan inventarisasi kelayakan infrastruktur gedung negara, karena berdasarkan data awal yang dihimpun Bidang Cipta Karya, terungkap hampir sebagian besar sarana perkantoran pemerintah yang masih jauh dari kelayakan. Selain masih adanya perkantoran yang semi permanen dan mengontrak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi DPUPR, Martauli, SE menjelaskan, sebelum pengerjaan kita butuh penetapan status lahannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi DPUPR yang hanya sebatas melaksanakan pembangunan.


Langkah awal DPUPR dengan menyurati BKD untuk menentukan lahan lewat suratnya nomor 600/32/DPUPR tertanggal 21 Januari 2019 tentang permohonan penetapan lokasi bangunan. Kemudian BKD menyurati Bupati dengan nomor 900/63/BKD pada 29 Januari 2019 tentang penentuan lokasi pembangunan gedung BKD dengan kebutuhan lahan seluas 2 hektar.

Kemudian, melalui Bagian Pemerintahan di Sekretariat Daerah, Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui keputusannya dengan nomor 67 tahun 2019 mengeluarkan surat penetapan lokasi pembangunan gedung BKD di tanah milik pemerintah darerah Mentawai yang berada di Desa Goiso Oinan. Penetapan lokasi inilah yang menjadi dasar dimulainya sebuah perencanaan.

"perencanaan kita lakukan pada tahun yang sama dengan pembangunan fisik," ujar Martauli.(29/06)



Setelah lakukan analisa dan pengitungan kebutuhan ruangan, sirkulasi, serta aksebilitas selesai, konsep perancangan dari perencanaan selesai. Namun karena besarnya anggaran yang dibutuhkan, sehingga dilakukanlah pentahapan terhadap pembangunannya.

Terdiri atas tahap satu yang meliputi struktur dan bangunan primer. Kemudian tahap kedua yang meliputi lanjutan finishing bangunan dan pengerjaan turap dinding penahan bangunan. Kemudian tapan ketiga nantinya akan masuk kepada pembangunan lanskap kawasan, seperti parkir, jaringan jalan dan kebutuhan sarana dan prasarana lainnya.

"kita bertekad, pada akhir tahun ini bisa selesai dan bisa kita serah terimakan untuk segera difungsikan oleh bkd," kata Martauli menambahkan keterangannya.

Martauli, SE juga mengatakan bahwa pekerjaan tahap pertama telah selesai sesuai dengan kontrak. Selanjutnya kita fokus kepada finishing bangunan dan pembangunan dinding penahan tanah yang merupakan bagian pendukung pekerjaan lansekap.

Sebelumnya, ditempat terpisah, hal senada juga disampaikan Rifki Eriawan, ST selaku PPK lanjutan pembangunan gedung BKD menyebutkan, "lingkup pekerjaan pada tahun anggaran yang menjadi tahap kedua pembangunan terdiri atas lanjutan pembangunan gedung (finishing) dan pembangunan dinding penahan bangunan gedung," sebut Rifki menyampaikan.(22/06)

"kita optimis pekerjaan tahap kedua ini bisa diselesaikan tepat waktu" pungkas Rifki yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Mentawai.

Menurut Rifki, dengan adanya bencana wabah covid-19 ini memang berdampak pada kegiatan pembangunan ini. Terutama dalam upaya pendistribusian bahan dan material serta tenaga kerja konstruksi. Namun hal tersebut cepat terselesaikan.
Saat ini aktifitas pekerjaan sudah berlangsung normal kembali, bahkan tingkat penyelesaian bobot pekerjaan lebih cepat.

Rifki juga mangatakan, keberhasilan ini tidak terlepas dari pengelolaan manajemen proyek dilapangan, termasuk pengawasan ketat dari konsultan pengawas sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah.(JJ)

Tingkatkan Kinerja Dan Kualitas, PUPR Mentawai Percepat Pembangunan Gedung BKD

Sunday, July 5, 2020 : 2:19:00 PM


MENTAWAI, murainews.com --Pembangunan gedung baru Badan Keuangan Daerah (BKD) merupakan upaya pembenahan infrastruktur dalam memenuhi kelengkapan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kinerja dan kualitas.


Menurut Elfi, BKD berjuang mendapatkan Dana Insentif Derah (DID) guna mendukung pembangunan fisik gedung barunya. Hal ini disebabkan setiap yang bekerja di gedung lama merasa kurang nyaman dalam pelayanan keuangan daerah.

"Gedung BKD lama sudah tidak layak lagi karena hanya maksimal untuk tiga bidang, sementara struktur organisasi badan keuangan daerah sudah ada enam bidang dan ditambah ruang sekretariat, ruang pimpinan serta sarana pendukung lainnya," ungkap Ir. Elfi, MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Mentawai di ruang kerjanya.(29/06)

Dalam pengelolaan pelaksanaan pekerjaan fisik diserahkan kepada Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai pada bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi.



Kedepannya Elfi menyampaikan akan lakukan inventarisasi kelayakan infrastruktur gedung negara, karena berdasarkan data awal yang dihimpun Bidang Cipta Karya, terungkap hampir sebagian besar sarana perkantoran pemerintah yang masih jauh dari kelayakan. Selain masih adanya perkantoran yang semi permanen dan mengontrak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi DPUPR, Martauli, SE menjelaskan, sebelum pengerjaan kita butuh penetapan status lahannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi DPUPR yang hanya sebatas melaksanakan pembangunan.


Langkah awal DPUPR dengan menyurati BKD untuk menentukan lahan lewat suratnya nomor 600/32/DPUPR tertanggal 21 Januari 2019 tentang permohonan penetapan lokasi bangunan. Kemudian BKD menyurati Bupati dengan nomor 900/63/BKD pada 29 Januari 2019 tentang penentuan lokasi pembangunan gedung BKD dengan kebutuhan lahan seluas 2 hektar.

Kemudian, melalui Bagian Pemerintahan di Sekretariat Daerah, Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui keputusannya dengan nomor 67 tahun 2019 mengeluarkan surat penetapan lokasi pembangunan gedung BKD di tanah milik pemerintah darerah Mentawai yang berada di Desa Goiso Oinan. Penetapan lokasi inilah yang menjadi dasar dimulainya sebuah perencanaan.

"perencanaan kita lakukan pada tahun yang sama dengan pembangunan fisik," ujar Martauli.(29/06)



Setelah lakukan analisa dan pengitungan kebutuhan ruangan, sirkulasi, serta aksebilitas selesai, konsep perancangan dari perencanaan selesai. Namun karena besarnya anggaran yang dibutuhkan, sehingga dilakukanlah pentahapan terhadap pembangunannya.

Terdiri atas tahap satu yang meliputi struktur dan bangunan primer. Kemudian tahap kedua yang meliputi lanjutan finishing bangunan dan pengerjaan turap dinding penahan bangunan. Kemudian tapan ketiga nantinya akan masuk kepada pembangunan lanskap kawasan, seperti parkir, jaringan jalan dan kebutuhan sarana dan prasarana lainnya.

"kita bertekad, pada akhir tahun ini bisa selesai dan bisa kita serah terimakan untuk segera difungsikan oleh bkd," kata Martauli menambahkan keterangannya.

Martauli, SE juga mengatakan bahwa pekerjaan tahap pertama telah selesai sesuai dengan kontrak. Selanjutnya kita fokus kepada finishing bangunan dan pembangunan dinding penahan tanah yang merupakan bagian pendukung pekerjaan lansekap.

Sebelumnya, ditempat terpisah, hal senada juga disampaikan Rifki Eriawan, ST selaku PPK lanjutan pembangunan gedung BKD menyebutkan, "lingkup pekerjaan pada tahun anggaran yang menjadi tahap kedua pembangunan terdiri atas lanjutan pembangunan gedung (finishing) dan pembangunan dinding penahan bangunan gedung," sebut Rifki menyampaikan.(22/06)

"kita optimis pekerjaan tahap kedua ini bisa diselesaikan tepat waktu" pungkas Rifki yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPUPR Mentawai.

Menurut Rifki, dengan adanya bencana wabah covid-19 ini memang berdampak pada kegiatan pembangunan ini. Terutama dalam upaya pendistribusian bahan dan material serta tenaga kerja konstruksi. Namun hal tersebut cepat terselesaikan.
Saat ini aktifitas pekerjaan sudah berlangsung normal kembali, bahkan tingkat penyelesaian bobot pekerjaan lebih cepat.

Rifki juga mangatakan, keberhasilan ini tidak terlepas dari pengelolaan manajemen proyek dilapangan, termasuk pengawasan ketat dari konsultan pengawas sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah.(JJ)