Teknisi Telkom Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Baterai Tower - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
(Ilustrasi)


PADANG, murainews.com -- Seorang teknisi Tower Telkomsel meninggal dunia akibat tersengat atau kesetrum Arus Listrik PLN di Jalan Ujung Tanah RT. 003/RW. 009, Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Senin (20/7).

Diketahui korban bernama Arif warga Mentawai yang tinggal di Mess Teknisi Tower Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Pria berusia 23 tahun itu meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan tergantung.

Kapolsek Lubuk Begalung, AKP Andi Parningotan Lorena mengatakan, berdasarkan keterangan dua rekan kerjanya Ari Riza Mahendra (20 tahun) dan Depri Revaldi (26 tahun), mereka bersama korban mendapat perintah dari kantor untuk mengganti baterai Tower Telkomsel di Tower Upi YPTK yang berada di Jalan Ujung Tanah, Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Lalu, sekira pukul 11.00 WIB mereka tiba di TKP untuk mengganti batrai tower tersebut. Saat itu, Ari dan korban naik keatas tower sementara Revaldi menunggu dibawah untuk menjaga peralatan.

Sekira pukul 12.00 WIB baterai telah selesai diganti dan korban hendak mengambil foto gembok pintu laci batrai yang terpasang di atas tower tersebut. Pada saat korban memotong gembok pintu laci batrai toleransi tersebut tanpa disadari oleh korban tangan sebelah kirinya menyentuh kabel listrik tegangan tinggi yang ada disamping posisi korban berdiri, sehingga tubuh korban tersengat atau tersetrum dan langsung tegang dan bergetar dan dari tangan korban keluar percikan api.

“Beberapa menit kemudian tubuh korban lemah terkulai, namun tergantung karena tubuh korban terpasang tali pengaman,” ujarnya.

Menurutnya, kecelakaan kerja tersebut diduga akibat kelalaian dari teknisi saat akan mengambil dokumentasi setelah selesai melakukan pekerjaan.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, melihat tubuh korban sudah terkulai rekannya langsung turun kebawah tower menggunakan tali pengaman. Setelah dibawah baru ia melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Kota Padang.

“Lalu, kami mengamankan dengan memasang Polisi Line di sekeliling TKP. Kemudian melaporkan ke SPKT Polresta Padang dan seluruh stekholder seperti PLN,” ujarnya.

Tak begitu lama, sekitar pukul 13.30 WIB tim Basarnas, PMI dan tim identifikasi Polresta Padang tiba di TKP dan melakukan evakuasi tubuh korban dari atas tower ke bawah. Selanjutnya, tubuh korban diturunkan dari atas tower dan langsung dimasukkan kedalam kantong Jenazah.

“Pukul 14.00 WIB dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Padang dengan menggunakan mobil ambulans milik PMI Padang dengan No Pol BA 1606 OP untuk dilakukan Visum,” pungkasnya. (nov)

Teknisi Telkom Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Baterai Tower

Monday, July 20, 2020 : 7:56:00 PM
(Ilustrasi)


PADANG, murainews.com -- Seorang teknisi Tower Telkomsel meninggal dunia akibat tersengat atau kesetrum Arus Listrik PLN di Jalan Ujung Tanah RT. 003/RW. 009, Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Senin (20/7).

Diketahui korban bernama Arif warga Mentawai yang tinggal di Mess Teknisi Tower Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Pria berusia 23 tahun itu meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan tergantung.

Kapolsek Lubuk Begalung, AKP Andi Parningotan Lorena mengatakan, berdasarkan keterangan dua rekan kerjanya Ari Riza Mahendra (20 tahun) dan Depri Revaldi (26 tahun), mereka bersama korban mendapat perintah dari kantor untuk mengganti baterai Tower Telkomsel di Tower Upi YPTK yang berada di Jalan Ujung Tanah, Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Lalu, sekira pukul 11.00 WIB mereka tiba di TKP untuk mengganti batrai tower tersebut. Saat itu, Ari dan korban naik keatas tower sementara Revaldi menunggu dibawah untuk menjaga peralatan.

Sekira pukul 12.00 WIB baterai telah selesai diganti dan korban hendak mengambil foto gembok pintu laci batrai yang terpasang di atas tower tersebut. Pada saat korban memotong gembok pintu laci batrai toleransi tersebut tanpa disadari oleh korban tangan sebelah kirinya menyentuh kabel listrik tegangan tinggi yang ada disamping posisi korban berdiri, sehingga tubuh korban tersengat atau tersetrum dan langsung tegang dan bergetar dan dari tangan korban keluar percikan api.

“Beberapa menit kemudian tubuh korban lemah terkulai, namun tergantung karena tubuh korban terpasang tali pengaman,” ujarnya.

Menurutnya, kecelakaan kerja tersebut diduga akibat kelalaian dari teknisi saat akan mengambil dokumentasi setelah selesai melakukan pekerjaan.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, melihat tubuh korban sudah terkulai rekannya langsung turun kebawah tower menggunakan tali pengaman. Setelah dibawah baru ia melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Kota Padang.

“Lalu, kami mengamankan dengan memasang Polisi Line di sekeliling TKP. Kemudian melaporkan ke SPKT Polresta Padang dan seluruh stekholder seperti PLN,” ujarnya.

Tak begitu lama, sekitar pukul 13.30 WIB tim Basarnas, PMI dan tim identifikasi Polresta Padang tiba di TKP dan melakukan evakuasi tubuh korban dari atas tower ke bawah. Selanjutnya, tubuh korban diturunkan dari atas tower dan langsung dimasukkan kedalam kantong Jenazah.

“Pukul 14.00 WIB dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Padang dengan menggunakan mobil ambulans milik PMI Padang dengan No Pol BA 1606 OP untuk dilakukan Visum,” pungkasnya. (nov)