Tanpa Perlawanan, Polisi Ringkus Residivis - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


MENTAWAI, murainews.com -- Satuan Reskrim Polres Kabupaten Kepulauan Mentawai ringkus residivis pencurian dan pemberatan, Selasa, 14 Juli 2020 tanpa perlawanan.

Kapolres Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, kronologis pencurian ini terjadi di Dusun Kampung, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara pada hari Kamis, 2 Juli 2020 berkisar pukul 05.00 WIB disaat penghuni rumah masih istirahat tidur.

Tersangka mengambil sebuah handphone (HP) untuk dimiliki dengan niat menjualnya. Lalu uang hasil menjual HP tersebut akan digunakan untuk biaya berobat anaknya yang sedang sakit. Keterangan ini langsung disampaikan Kapolres Mentawai yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Irmon SH, MH, pada konferensi pers, Selasa 21 Juli 2020.

Awalnya, tersangka dengan inisial HM (25), pekerjaan nelayan dengan sengaja mendatangi rumah pelapor saat penghuninya masih istirahat tidur. Kemudian HM mendapatkan kesempatan untuk melakukan aksi pencuriannya.
Tersangka HM lalu mengambil sebuah HP merk OPPO A39 warna gold beserta charger yang berwarna putih.

Bangun tidur, pelapor yang mengetahui HP milik anaknya Yunazar hilang dicuri, langsung membuat laporan kejadian pencurian tersebut di Polres Mentawai pada hari yang sama.

Mendapatkan laporan, Reskrim Polres Mentawai dibawah pimpinan Iptu Irmon, SH, MH, seketika itu juga menindaklanjuti laporan dengan melakukan penyelidikan dan mendapatkan hasil yang memgarah kepada tersangka.

Lebih lanjut, personil Sat Reskrim melakukan penangkapan, Selasa, 14 Juli 2020 terhadap tersangka pukul 17.00 WIB, di KM 8, Dusun Karya Bakti, Kecamatan Sipora Utara.

"saat itu, tersangka hendak berusaha membuka kode sandi pada hp, agar bisa menjualnya", ujar Kapolres Dody menyampaikan keterangannya.(21/07)

"HP tersebut diperbaiki di bengkel elektronik milik Irfan di km 8", imbuhnya menambahkan.

"pada saat itu juga dilakukan penangkapan terhadap tersangka yang sedang menanyakan hp yang mau diperbaiki, kemudian tersangka bersama barang bukti dibawa ke Polres", ulas Kapolres Dody.

Setelah dilakukan interogasi dan pemeriksaan, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya, karena butuh biaya untuk berobat anak tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka HM terancam pasal 363 ayat (1) ke 3e jo pasal 486 KUHP, "pencurian diwaktu malam hari dalam sebuah rumah atau perkarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang adanya disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh orang yang berhak".
Pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun.

Tersangka HM yang merupakan residivis, sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara dalam perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan di jalan raya Tuapejat KM 0, tepatnya di Toko Dani Mart.
Akibat perbuatannya, tersangka HM di vonis 1 tahun, 4 bulan, yang terhitung tanggal 20 April 2018 sampai bulan Juli 2019 di Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air,  Padang.

Kemudian tersangka HM kembali melakukan perbuatan yang sama. Tersangka terancam pasal 486 KUHP,  "hukuman dapat ditambah dengan sepertiga, bila yang bersalah ketika melakukan kejahatan belum lewat lima tahun sejak dia menjalani seluruhnya atau sebagian dari pidana penjara yang dijatuhkan kepadanya.

Saat ini, tersangka HM ditahan di Mako Polres Mentawai untuk menjalani proses hukum selanjutnya.(JJ)

Tanpa Perlawanan, Polisi Ringkus Residivis

Wednesday, July 22, 2020 : 1:36:00 AM


MENTAWAI, murainews.com -- Satuan Reskrim Polres Kabupaten Kepulauan Mentawai ringkus residivis pencurian dan pemberatan, Selasa, 14 Juli 2020 tanpa perlawanan.

Kapolres Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, kronologis pencurian ini terjadi di Dusun Kampung, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara pada hari Kamis, 2 Juli 2020 berkisar pukul 05.00 WIB disaat penghuni rumah masih istirahat tidur.

Tersangka mengambil sebuah handphone (HP) untuk dimiliki dengan niat menjualnya. Lalu uang hasil menjual HP tersebut akan digunakan untuk biaya berobat anaknya yang sedang sakit. Keterangan ini langsung disampaikan Kapolres Mentawai yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Irmon SH, MH, pada konferensi pers, Selasa 21 Juli 2020.

Awalnya, tersangka dengan inisial HM (25), pekerjaan nelayan dengan sengaja mendatangi rumah pelapor saat penghuninya masih istirahat tidur. Kemudian HM mendapatkan kesempatan untuk melakukan aksi pencuriannya.
Tersangka HM lalu mengambil sebuah HP merk OPPO A39 warna gold beserta charger yang berwarna putih.

Bangun tidur, pelapor yang mengetahui HP milik anaknya Yunazar hilang dicuri, langsung membuat laporan kejadian pencurian tersebut di Polres Mentawai pada hari yang sama.

Mendapatkan laporan, Reskrim Polres Mentawai dibawah pimpinan Iptu Irmon, SH, MH, seketika itu juga menindaklanjuti laporan dengan melakukan penyelidikan dan mendapatkan hasil yang memgarah kepada tersangka.

Lebih lanjut, personil Sat Reskrim melakukan penangkapan, Selasa, 14 Juli 2020 terhadap tersangka pukul 17.00 WIB, di KM 8, Dusun Karya Bakti, Kecamatan Sipora Utara.

"saat itu, tersangka hendak berusaha membuka kode sandi pada hp, agar bisa menjualnya", ujar Kapolres Dody menyampaikan keterangannya.(21/07)

"HP tersebut diperbaiki di bengkel elektronik milik Irfan di km 8", imbuhnya menambahkan.

"pada saat itu juga dilakukan penangkapan terhadap tersangka yang sedang menanyakan hp yang mau diperbaiki, kemudian tersangka bersama barang bukti dibawa ke Polres", ulas Kapolres Dody.

Setelah dilakukan interogasi dan pemeriksaan, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya, karena butuh biaya untuk berobat anak tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka HM terancam pasal 363 ayat (1) ke 3e jo pasal 486 KUHP, "pencurian diwaktu malam hari dalam sebuah rumah atau perkarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang adanya disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh orang yang berhak".
Pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun.

Tersangka HM yang merupakan residivis, sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara dalam perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan di jalan raya Tuapejat KM 0, tepatnya di Toko Dani Mart.
Akibat perbuatannya, tersangka HM di vonis 1 tahun, 4 bulan, yang terhitung tanggal 20 April 2018 sampai bulan Juli 2019 di Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air,  Padang.

Kemudian tersangka HM kembali melakukan perbuatan yang sama. Tersangka terancam pasal 486 KUHP,  "hukuman dapat ditambah dengan sepertiga, bila yang bersalah ketika melakukan kejahatan belum lewat lima tahun sejak dia menjalani seluruhnya atau sebagian dari pidana penjara yang dijatuhkan kepadanya.

Saat ini, tersangka HM ditahan di Mako Polres Mentawai untuk menjalani proses hukum selanjutnya.(JJ)