Rasakan langsung, Wagub Sumbar Nginap di Nagari terisolir - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat dialog bertajuk Masyarakat Bertanya, Pemetintah Menjawab (MBPM) di Nagari Muaro Dungai Lolo (foto:nov)

saat sesi dialog bertajuk MBPM (masyarakat bertanya, pemerintah menjawab) sebagai acara inti program Semalam di Nagari Muaro Sungai Lolo.

PASAMAN, murainews.com -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bermalam di desa terpencil, tepatnya Nagari Muaro Sungai Lolo dan Silayang Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, selama satu hari Kamis (2/7/2020) sampai Jumat (3/7/2020).


Kunjungan Wagub Sumbar itu merupakan bagian dari program Semalam di Desa yang sudah sering dilakukan oleh orang nomor dua ini sejak 2015.

"Ini sengaja saya lakukan untuk bisa merasakan denyut nadi masyarakat yang ingin merasakan hasil pembangunan secara merata, untuk itu saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk hadir bersama," tutur Nasrul Abit saat berada Nagari Muaro Sungai Lolo, Kamis (2/7/2020).

Wagub Sumbar mengatakan, program itu bertujuan, agar masyarakat dan pemerintah bisa duduk bersama, saling berbagi informasi dan mencari solusi terhadap persoalan yang dialami daerah terpencil.

"Semua ini kita lakukan dengan harapan para pemuka Nagari bisa menyampaikan harapan ke pemerintah," kata Nasrul Abit.

Warga Muaro Sungai Lolo sangat senang di kunjungi oleh orang nomor dua beserta rombongan.

Adapun organisasi perangkat daerah yang ikut nginap adalah Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, Biro Pembangunan Kerjasama Rantau, Biro Pemerintahan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Biro Humas Setda Provinsi Sumbar.

Adapun permasalahan yang didapatkan adalah pertama, kondisi jalan yang menanjak dan belum beraspal. Meski pernah diperbaiki melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) lima tahun lalu, kondisi jalan kembali rusak.

Kedua Sanitasi dan sarana air bersih di Nagari Muaro Sungai Lolo bekum seluruhnya memadai. Di tempat rumah penduduk yang dijadikan tempat nginap Wagub dan rombongan, warga pun mengeluhkan masalah itu. Termasuk permasalahan listrik yang sering mati kalau sudah malam. Sehingga, Wagub Sumbar menginap mengalami mati hidup lampu.

Selain itu, menurut laporan Tim Nusantara Sehat yang sudah tiga bulan dahulu masuk ke Nagari itu melaporkan, Muaro sungai lolo kecamatan Mapat Tunggu Selatan yang memiliki penduduk 9.212 jiwa masih ada penduduk disana yang mengalami kurang gizi (stuting) sebanyak 135 orang.

Masalah selanjutnya ada di koneksi internet yang masih belum tersedia di nagari itu. Warga mengaku sedih jika anak-anak mereka harus pergi jauh ke kota untuk mencari jaringan jika ada tugas yang butuh jaringan internet.

"Ini sangat miris sekali, apalagi nagari disini banyak anak-anak kita yang sekolah. Ada tiga yang menjadi perhatian. Kalau suatu daerah ingin lepas dari terisolir yaitu, infrastuktur jalan, Pendidikan dan kesehatan," kata Nasrul Abit.

Keluhan itu disampaikan saat sesi dialog bertajuk MBPM (masyarakat bertanya, pemerintah menjawab) sebagai acara inti program Semalam di Nagari Muaro Sungai Lolo.

Menurut Wagub Nasrul Abit yang perlu diatasi adalah pembangunan infrastuktur jalan. Masalah jalan sangat dibutuhkan di daerah terpencil, karena menyangkut hasil kebun tidak akan bisa keluar dari daerah terisolir.

"Jalan sangat dibutuhkan disini, bagaimana mau sejahtera warga disini kalau jalannya sangat buruk. Di samping potensi sumber daya alam disini sangat berlimpah. Ditambah dengan fasilitas kesehatan tidak mencukupi, ini menjadi perhatian kita semua," ungkapnya.  (nov)

Rasakan langsung, Wagub Sumbar Nginap di Nagari terisolir

Saturday, July 4, 2020 : 1:35:00 PM

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat dialog bertajuk Masyarakat Bertanya, Pemetintah Menjawab (MBPM) di Nagari Muaro Dungai Lolo (foto:nov)

saat sesi dialog bertajuk MBPM (masyarakat bertanya, pemerintah menjawab) sebagai acara inti program Semalam di Nagari Muaro Sungai Lolo.

PASAMAN, murainews.com -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bermalam di desa terpencil, tepatnya Nagari Muaro Sungai Lolo dan Silayang Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, selama satu hari Kamis (2/7/2020) sampai Jumat (3/7/2020).


Kunjungan Wagub Sumbar itu merupakan bagian dari program Semalam di Desa yang sudah sering dilakukan oleh orang nomor dua ini sejak 2015.

"Ini sengaja saya lakukan untuk bisa merasakan denyut nadi masyarakat yang ingin merasakan hasil pembangunan secara merata, untuk itu saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk hadir bersama," tutur Nasrul Abit saat berada Nagari Muaro Sungai Lolo, Kamis (2/7/2020).

Wagub Sumbar mengatakan, program itu bertujuan, agar masyarakat dan pemerintah bisa duduk bersama, saling berbagi informasi dan mencari solusi terhadap persoalan yang dialami daerah terpencil.

"Semua ini kita lakukan dengan harapan para pemuka Nagari bisa menyampaikan harapan ke pemerintah," kata Nasrul Abit.

Warga Muaro Sungai Lolo sangat senang di kunjungi oleh orang nomor dua beserta rombongan.

Adapun organisasi perangkat daerah yang ikut nginap adalah Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kesehatan, Biro Pembangunan Kerjasama Rantau, Biro Pemerintahan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Biro Humas Setda Provinsi Sumbar.

Adapun permasalahan yang didapatkan adalah pertama, kondisi jalan yang menanjak dan belum beraspal. Meski pernah diperbaiki melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) lima tahun lalu, kondisi jalan kembali rusak.

Kedua Sanitasi dan sarana air bersih di Nagari Muaro Sungai Lolo bekum seluruhnya memadai. Di tempat rumah penduduk yang dijadikan tempat nginap Wagub dan rombongan, warga pun mengeluhkan masalah itu. Termasuk permasalahan listrik yang sering mati kalau sudah malam. Sehingga, Wagub Sumbar menginap mengalami mati hidup lampu.

Selain itu, menurut laporan Tim Nusantara Sehat yang sudah tiga bulan dahulu masuk ke Nagari itu melaporkan, Muaro sungai lolo kecamatan Mapat Tunggu Selatan yang memiliki penduduk 9.212 jiwa masih ada penduduk disana yang mengalami kurang gizi (stuting) sebanyak 135 orang.

Masalah selanjutnya ada di koneksi internet yang masih belum tersedia di nagari itu. Warga mengaku sedih jika anak-anak mereka harus pergi jauh ke kota untuk mencari jaringan jika ada tugas yang butuh jaringan internet.

"Ini sangat miris sekali, apalagi nagari disini banyak anak-anak kita yang sekolah. Ada tiga yang menjadi perhatian. Kalau suatu daerah ingin lepas dari terisolir yaitu, infrastuktur jalan, Pendidikan dan kesehatan," kata Nasrul Abit.

Keluhan itu disampaikan saat sesi dialog bertajuk MBPM (masyarakat bertanya, pemerintah menjawab) sebagai acara inti program Semalam di Nagari Muaro Sungai Lolo.

Menurut Wagub Nasrul Abit yang perlu diatasi adalah pembangunan infrastuktur jalan. Masalah jalan sangat dibutuhkan di daerah terpencil, karena menyangkut hasil kebun tidak akan bisa keluar dari daerah terisolir.

"Jalan sangat dibutuhkan disini, bagaimana mau sejahtera warga disini kalau jalannya sangat buruk. Di samping potensi sumber daya alam disini sangat berlimpah. Ditambah dengan fasilitas kesehatan tidak mencukupi, ini menjadi perhatian kita semua," ungkapnya.  (nov)