Nasrul Abit Penuhi Janji Operasi Bibir Sumbing Masyarakat Muaro Sungai Lolo - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness
Wagub Sumbar Nasrul Abit mengunjungi daerah terisolir menggunakan perahu (foto:nov)


PADANG, murainews.com -- Sesuai janji Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit beberapa waktu lalu (2/7/2020), saat peninjauan daerah terisolir tepatnya di Nagari Muaro Sungai Lolo dan Silayang Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.

Wagub mengatakan, di daerah itu pihaknya telah menerima banyak keluhan masyarakat, terutama permasalahan infrastuktur jalan dan berupa masalah dalam hal pembangunan yang belum mereka nikmati, termasuk permasalahan fasilitas kesehatan disana yang akan segera diselesaikan dan diatasi.

"Kalau kita lihat disana, masih ada kasus kesehatan yang hatus menjadi perhatian kita semua, seperti gizi buruk. Stunting dan bibir sumbing masih ada," ucap Nasrul abit diruang kerjanya, Senin (27/7/2020).

Wagub Sumbar membuktikan permasalahan bibir sumbing rencananya hari ini akan dilakukan operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Bayangkara dari berbagai daerah.

"Isya Allah, ada 3 (tiga) orang anak dari Muaro Sungai Lolo yang akan dioperasi. Mudah-mudahan berjalan lancar," ujarnya.

Ini membuktikan janji Nasrul Abit bukan hanya sekedar janji, tapi dibuktikan dengan kerja nyata pada masyarakat Sumbar.


Selanjutnya Wagub Sumbar menyampaikan, bahwa penderita stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Sementara untuk bibir sumbing bisa berdampak berdampak pada anak dengan bibir sumbing.

Karena bibir sumbing sangat berpengaruh berbagai masalah kesehatan, seperti sulit makan, sulit bernapas, sulit bicara, terkena stunting, hingga masalah sosial.

"Bahkan penderita bibir sumbing mengalami malu untuk hadir berhadapan bersama orang. Inilah yang harus kita menyikapinya, ini janji saya untuk pada masyarakat disana," ulasnya.


Lanjut Wagub Sumbar menceritakan ketika bertemu bagaimana, rendahnya kepercayaan diri bagi penderita bibir sumbar. Masih ingat ketika ia menanyakan salah satu anak yang diperkirakan berumur 8 tahun yang hendak pergi sekolah.

Saat ditanya wagub Nasrul Abit, Anak itu meringis, sembunyi dibalik pintu sambil menangis, menahan malu menghadapi orang. Wagub memahami perihal itu. Lebih lanjut Wagub berjanji akan memberikan operasi gratis pada anak tersebut.

"Bibir sumbing bukan aib, penderita bibir sumbing bisa sembuh melalui operasi, jangan kucilkan mereka ataupun dibully," tambahnya. (nov)

Nasrul Abit Penuhi Janji Operasi Bibir Sumbing Masyarakat Muaro Sungai Lolo

Monday, July 27, 2020 : 11:28:00 AM
Wagub Sumbar Nasrul Abit mengunjungi daerah terisolir menggunakan perahu (foto:nov)


PADANG, murainews.com -- Sesuai janji Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit beberapa waktu lalu (2/7/2020), saat peninjauan daerah terisolir tepatnya di Nagari Muaro Sungai Lolo dan Silayang Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.

Wagub mengatakan, di daerah itu pihaknya telah menerima banyak keluhan masyarakat, terutama permasalahan infrastuktur jalan dan berupa masalah dalam hal pembangunan yang belum mereka nikmati, termasuk permasalahan fasilitas kesehatan disana yang akan segera diselesaikan dan diatasi.

"Kalau kita lihat disana, masih ada kasus kesehatan yang hatus menjadi perhatian kita semua, seperti gizi buruk. Stunting dan bibir sumbing masih ada," ucap Nasrul abit diruang kerjanya, Senin (27/7/2020).

Wagub Sumbar membuktikan permasalahan bibir sumbing rencananya hari ini akan dilakukan operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Bayangkara dari berbagai daerah.

"Isya Allah, ada 3 (tiga) orang anak dari Muaro Sungai Lolo yang akan dioperasi. Mudah-mudahan berjalan lancar," ujarnya.

Ini membuktikan janji Nasrul Abit bukan hanya sekedar janji, tapi dibuktikan dengan kerja nyata pada masyarakat Sumbar.


Selanjutnya Wagub Sumbar menyampaikan, bahwa penderita stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Sementara untuk bibir sumbing bisa berdampak berdampak pada anak dengan bibir sumbing.

Karena bibir sumbing sangat berpengaruh berbagai masalah kesehatan, seperti sulit makan, sulit bernapas, sulit bicara, terkena stunting, hingga masalah sosial.

"Bahkan penderita bibir sumbing mengalami malu untuk hadir berhadapan bersama orang. Inilah yang harus kita menyikapinya, ini janji saya untuk pada masyarakat disana," ulasnya.


Lanjut Wagub Sumbar menceritakan ketika bertemu bagaimana, rendahnya kepercayaan diri bagi penderita bibir sumbar. Masih ingat ketika ia menanyakan salah satu anak yang diperkirakan berumur 8 tahun yang hendak pergi sekolah.

Saat ditanya wagub Nasrul Abit, Anak itu meringis, sembunyi dibalik pintu sambil menangis, menahan malu menghadapi orang. Wagub memahami perihal itu. Lebih lanjut Wagub berjanji akan memberikan operasi gratis pada anak tersebut.

"Bibir sumbing bukan aib, penderita bibir sumbing bisa sembuh melalui operasi, jangan kucilkan mereka ataupun dibully," tambahnya. (nov)