Mirip Istri, Ayah Cabuli Putri Kandung Berulang Kali - MuraiNews | Informasi Dari Kita untuk Kita
arrow_upward
settings_brightness


MENTAWAI, murainews.com -- Tersangka seorang pria dengan pekerjaan buruh harian lepas inisial HR (36) tega cabuli dan menyetubuhi putri kandungnya sendiri berulang kali, hanya dengan alasan Mawar (nama samaran)  sangat mirip dengan istrinya.

Perilaku bejat ayah ini mengakibatkan kesengsaraan bagi putri kandungnya sendiri. Lebih ironisnya, saat ini Mawar (17) sudah mengandung 2 bulan dari hasil perbuatan bejat ayah kandungnya.

Kisah pilu Mawar bermula, ketika HR yang meninggalkan Mawar saat masih dalam kandungan selama 17 tahun, tiba-tiba pulang dari Palembang tempat marantaunya. Diketahui HR juga sudah memiliki istri dan 3 orang anak di Palembang.

Mawar gadis belia ini, menurut saja ketika diajak meninggalkan kampung halamannya Dusun Labuhan Bajau, Desa Singapokna, Kecamatan Siberut Barat,  Kabupaten Kepulauan Mentawai. Oleh ayahnya, Mawar diajak tinggal bersama istri keduanya di Palembang.

Sewaktu tinggal di Palembang, HR sering kali mencabuli dan menyetubuhi Mawar dengan alasan Mawar sangat mirip dengan ibunya atau istri pertama dari HR.

Saat konferensi pers, Kapolres Kabupaten Kepulauan Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Irmon menyebutkan bahwa perbuatan bejat HR sudah dilakukan berulang kali. Sesuai dengan pengakuan HR yang mengatakan kira-kira sudah 20 kali mencabuli dan menyetubuhi saat di Palembang.


"seingat saya, kira-kira sudah 20 kali sewaktu di palembang pak, itu di tahun 2019", ungkap pengakuan HR.(21/07)

Dalam pengakuannya, HR mengatakan kalau dia khilaf melakukan perbuatannya. HR juga mengakui perbuatannya kembali terulang setelah kembali ke kampung halaman di Siberut Barat, Mentawai awal tahun 2020.

Perilaku bejat ayah kandung ini kembali terjadi di rumahnya Dusun Labuhan Bajau. Mawar mengaku ada 3 atau 4 kali dalam seminggu dia disetubuhi oleh HR.
Akhirnya perbuatan tersebut diketahui saat Mawar merasa sakit serta nyeri pada perut dan payudara.

Mawar langsung dibawa Siti Asia panggilan Siti (tante Mawar) ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Singapokna, Kecamatan Siberut Barat untuk diperiksa.

Mendengar keluhan Mawar, perawat Pustu yang bertugas saat itu, langsung mengambil sebuah test pack merk ultra one dan melakukan pemeriksaan urine pada Mawar. Kemudian hasil test pack tersebut ternyata positif dengan kata lain, Mawar mengalami kehamilan.

Siti langsung panik dan membawa Mawar pulang. Setiba di rumah, Mawar mengaku kalau ini perbuatannya dengan pacarnya. Namun Siti yang selalu mendesak pengakuan dari Mawar, akhirnya mendapatkan keterangan bahwa ayahnya yang melakukan perbuatan itu.

Siti mengadukannya pada kepala dusun dan ketua pemuda. Selanjutnya, laporan tersebut dilanjutkan ke Polsek Sikabaluan. Saat itu juga Kapolsek Sikabaluan dan anggotanya bersama masyarakat langsung memberikan respon dan melakukan penangkapan terhadap HR.

"korban dalam keadaan hamil 2 bulan, korban sudah dititipkan di rumah aman atau rumah singgah, km 1 desa tuapejat, dan kondisinya saat ini stabil", ungkap Kapolres Dody menyampaikan.(21/07)

Kapolres Mentawai menegaskan, jika pihak kepolisian akan menindak tegas dan akan berupaya memberikan hukuman seberat-beratnya terhadap siapapun pelaku pencabulan.

Akibat dari perbuatannya, HR yang merupakan tersangka pelaku pencabulan, akan dikenakan pasal 81, ayat (2) dan (3) jo pasal 82, ayat (1) dan (2) UU No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak jo pasal KUHP dengan ancaman pidana penjara paling sedikit 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

"korban sudah dititipkan di rumah aman dengan pendampingan dan pembinaan mental dari dinas sosial saat ini", ulang Kapolres Dody menegaskan penjelasannya.(JJ)

Mirip Istri, Ayah Cabuli Putri Kandung Berulang Kali

Tuesday, July 21, 2020 : 10:09:00 PM


MENTAWAI, murainews.com -- Tersangka seorang pria dengan pekerjaan buruh harian lepas inisial HR (36) tega cabuli dan menyetubuhi putri kandungnya sendiri berulang kali, hanya dengan alasan Mawar (nama samaran)  sangat mirip dengan istrinya.

Perilaku bejat ayah ini mengakibatkan kesengsaraan bagi putri kandungnya sendiri. Lebih ironisnya, saat ini Mawar (17) sudah mengandung 2 bulan dari hasil perbuatan bejat ayah kandungnya.

Kisah pilu Mawar bermula, ketika HR yang meninggalkan Mawar saat masih dalam kandungan selama 17 tahun, tiba-tiba pulang dari Palembang tempat marantaunya. Diketahui HR juga sudah memiliki istri dan 3 orang anak di Palembang.

Mawar gadis belia ini, menurut saja ketika diajak meninggalkan kampung halamannya Dusun Labuhan Bajau, Desa Singapokna, Kecamatan Siberut Barat,  Kabupaten Kepulauan Mentawai. Oleh ayahnya, Mawar diajak tinggal bersama istri keduanya di Palembang.

Sewaktu tinggal di Palembang, HR sering kali mencabuli dan menyetubuhi Mawar dengan alasan Mawar sangat mirip dengan ibunya atau istri pertama dari HR.

Saat konferensi pers, Kapolres Kabupaten Kepulauan Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara yang didampingi Kasat Reskrim, Iptu Irmon menyebutkan bahwa perbuatan bejat HR sudah dilakukan berulang kali. Sesuai dengan pengakuan HR yang mengatakan kira-kira sudah 20 kali mencabuli dan menyetubuhi saat di Palembang.


"seingat saya, kira-kira sudah 20 kali sewaktu di palembang pak, itu di tahun 2019", ungkap pengakuan HR.(21/07)

Dalam pengakuannya, HR mengatakan kalau dia khilaf melakukan perbuatannya. HR juga mengakui perbuatannya kembali terulang setelah kembali ke kampung halaman di Siberut Barat, Mentawai awal tahun 2020.

Perilaku bejat ayah kandung ini kembali terjadi di rumahnya Dusun Labuhan Bajau. Mawar mengaku ada 3 atau 4 kali dalam seminggu dia disetubuhi oleh HR.
Akhirnya perbuatan tersebut diketahui saat Mawar merasa sakit serta nyeri pada perut dan payudara.

Mawar langsung dibawa Siti Asia panggilan Siti (tante Mawar) ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Singapokna, Kecamatan Siberut Barat untuk diperiksa.

Mendengar keluhan Mawar, perawat Pustu yang bertugas saat itu, langsung mengambil sebuah test pack merk ultra one dan melakukan pemeriksaan urine pada Mawar. Kemudian hasil test pack tersebut ternyata positif dengan kata lain, Mawar mengalami kehamilan.

Siti langsung panik dan membawa Mawar pulang. Setiba di rumah, Mawar mengaku kalau ini perbuatannya dengan pacarnya. Namun Siti yang selalu mendesak pengakuan dari Mawar, akhirnya mendapatkan keterangan bahwa ayahnya yang melakukan perbuatan itu.

Siti mengadukannya pada kepala dusun dan ketua pemuda. Selanjutnya, laporan tersebut dilanjutkan ke Polsek Sikabaluan. Saat itu juga Kapolsek Sikabaluan dan anggotanya bersama masyarakat langsung memberikan respon dan melakukan penangkapan terhadap HR.

"korban dalam keadaan hamil 2 bulan, korban sudah dititipkan di rumah aman atau rumah singgah, km 1 desa tuapejat, dan kondisinya saat ini stabil", ungkap Kapolres Dody menyampaikan.(21/07)

Kapolres Mentawai menegaskan, jika pihak kepolisian akan menindak tegas dan akan berupaya memberikan hukuman seberat-beratnya terhadap siapapun pelaku pencabulan.

Akibat dari perbuatannya, HR yang merupakan tersangka pelaku pencabulan, akan dikenakan pasal 81, ayat (2) dan (3) jo pasal 82, ayat (1) dan (2) UU No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak jo pasal KUHP dengan ancaman pidana penjara paling sedikit 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

"korban sudah dititipkan di rumah aman dengan pendampingan dan pembinaan mental dari dinas sosial saat ini", ulang Kapolres Dody menegaskan penjelasannya.(JJ)